GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debat Panas soal Hasil Ekstraksi HP Vina, Pitra Romadoni 'Ngegas': Siapa yang Bilang HP Vina Aja di Sini!

Pengacara Saka Tatal, Edwin Partogi Pasaribu dan kuasa hukum Iptu Rudiana, Pitra Romadoni terlibat debat panas membahas soal data hasil ekstraksi HP Vina.
Jumat, 16 Agustus 2024 - 06:07 WIB
Edwin Partogi Pasaribu dan Pitra Romadoni
Sumber :
  • kolase foto tim tvOnenews

tvOnenews.com - Pengacara Saka Tatal, Edwin Partogi Pasaribu dan kuasa hukum Iptu Rudiana, Pitra Romadoni terlibat debat panas membahas soal hasil ekstraksi HP Vina.

Baru-baru ini tersebar hasil ekstraksi HP Vina tahun 2016 yang menghebohkan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, data hasil ekstraksi HP Vina tersebut bertentangan dengan keterangan pada putusan pengadilan kasus tewasnya Vina dan Eky.


Pitra Romadoni. Sumber: tvOne
 

Bukti baru berupa hasil ekstraksi HP Vina tersebut juga mendukung kesaksian dari dua teman Vina yakni Mega dan Widia.

Sebelumnya, Mega dan Widia mengatakan bahwa sekitar pukul 22.00 WIB lewat beberapa menit, mereka masih berkomunikasi dengan Vina melalui pesan.

Hal itu bertentangan dengan putusan pengadilan yang mengatakan Vina dan Eky sudah dianiaya sejak sekitar pukul 21.00 WIB.

"Mau ga Mek? Ntar dijmput sma kita," pesan Vina ke Widia pada pukul 22.14.10 WIB.

Ternyata, data hasil ekstraksi HP Vina tersebut sudah terdapat dalam dokumen perkara tahun 2016, namun tidak dihadirkan sebagai bukti dalam persidangan.

Membahas soal hasil ekstraksi HP Vina, Edwin Partogi Pasaribu dan Pitra Romadoni terlibat debat yang cukup panas.


Pitra Romadoni, Widia dan Mega. Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Pitra sendiri meragukan kebenaran soal hasil ekstraksi HP Vina itu dan mengklaim bahwa data tersebut tidak hanya berasal dari HP Vina.

Bahkan, Pitra ingin menguliti isi chat yang tertera dari beberapa nomor, serta sempat ada yang menyebut nama Mega dan Teh Ayu.

"Saya ingin kejar di Mega tadi, tapi dia keburu kabur karena ketakutan mungkin ya. Ada Teh Ayu yang sering chat-chatan sama dia di sini. Saya ingin tanya hubungan dia dengan Teh Ayu ini seperti apa, tapi dia tidak mengakui," kata Pitra Romadoni dalam program Dua Sisi, tvOne.

"Ini HP siapa yang diekstrak?" tanya host. 

"Teh Ayu dan Mega, Ini percakapannya dari Mega dan Teh Ayu," terang Pitra.

Meski tertulis bahwa data itu merupakan hasil ekstraksi HP Vina, menurut Pitra data tersebut tidak hanya dari HP Vina karena terdapat beberapa nomor yang berbeda.


Edwin Partogi Pasaribu dan Pitra Romadoni. Sumber: tvOne
 

"Ini kan nomornya berbeda-beda, siapa yang bilang HP Vina aja di sini! Ini nomornya berbeda-beda," ujar Pitra Romadoni ketika beradu opini dengan Edwin Partogi Pasaribu.

Terkait data hasil ekstraksi HP Vina, Edwin menjelaskan bahwa berkas tersebut didapat dari pengacara Saka Tatal, Titin Prialianti.

Edwin Partogi Pasaribu juga menjelaskan bahwa Titin Prialianti mendapatkan berkas tersebut dari hakim pada persidangan dewasa, karena pada saat itu Titin masih menjadi kuasa hukum dari Sudirman.

"Bu Titin dapat berkas ini dengan meminta kepada pengadilan, kepada hakim, ketika persidangan dewasa, karena Bu Titin kuasa hukum Sudirman," ujar Edwin Partogi Pasaribu.

"Berkas ini Bu Titin dapatkan dari hakim, bukan dari jaksa atau polisi," sambungnya.

Edwin juga menyoroti bahwa berkas tersebut merupakan berkas P19 yang merupakan berkas belum lengkap, namun sudah dijadikan bahan persidangan.


Edwin Partogi Pasaribu bongkar hasil ekstraksi HP Vina. Sumber: kolase tim tvOnenews
 

Kode P19 sendiri digunakan untuk menunjukkan bahwa berkas perkara dikembalikan kepada penyidik untuk dilengkapi.

Sementara, Kode P21 digunakan untuk menunjukkan bahwa berkas perkara telah lengkap setelah dilakukan penyidikan tambahan sesuai petunjuk dari penuntut umum.

"Yang menarik di sini berkas ini bukan P21, artinya bukan berkas yang lengkap, tetapi kenapa berkas yang bukan P21 ini kok bisa dijadikan bahan persidangan," kata Edwin.

(gwn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cium Pipi dan Bibir Jadi Pemandangan Biasa yang Dilakukan Kiai Ashari kepada Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Cium Pipi dan Bibir Jadi Pemandangan Biasa yang Dilakukan Kiai Ashari kepada Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Menurut keterangan korban, aksi Kiai Ashari yang sering mencium pipi dan bibir santriwati menjadi fenomena yang biasa terjadi di Ponpes Ndholo Kusumo Pati.
Kisah Inspiratif Anak Petani di Pemalang Berhasil Wujudkan Mimpi di Industri Pangan Dunia

Kisah Inspiratif Anak Petani di Pemalang Berhasil Wujudkan Mimpi di Industri Pangan Dunia

Kirmanto ingat betul kegembiraan yang dirasakan saat diwisuda dengan IPK cumlaude 3,83 sebagai lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) UNU Yogyakarta.
MUI Minta Kiai Cabul Ashari Dihukum Maksimal Buntut Kekerasan Seksual Terhadap Puluhan Santriwati

MUI Minta Kiai Cabul Ashari Dihukum Maksimal Buntut Kekerasan Seksual Terhadap Puluhan Santriwati

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta tersangka Ashari, pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati dihukum maksimal. 
Harapan Besar Kuasa Hukum Korban dari Kasus Dugaan Pelecehan Seksual dilakukan Kiai Ashari

Harapan Besar Kuasa Hukum Korban dari Kasus Dugaan Pelecehan Seksual dilakukan Kiai Ashari

Nama Kiai Ashari menjadi perhatian publik, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Sukumo.
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Rp2.819.000 per Gram, Turun Rp20.000

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Rp2.819.000 per Gram, Turun Rp20.000

Harga emas Antam hari ini 11 Mei 2026 berada di angka Rp2.819.000 per gram.
Keberuntungan Besar Menanti, 4 Shio yang Akan Dibanjiri Rezeki pada 12 Mei 2026

Keberuntungan Besar Menanti, 4 Shio yang Akan Dibanjiri Rezeki pada 12 Mei 2026

​​​​​​​Ramalan shio 12 Mei 2026: 4 shio diprediksi dibanjiri rezeki dan keberuntungan besar. Simak ramalan keuangan dan bisnis lengkapnya!

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Selengkapnya

Viral