GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sempat-sempatnya Ibu Tiri Nizam Telepon Dukun saat Bocah Enam Tahun di Pontianak Itu Sudah Tak Berdaya, Ternyata Minta Hal Ini dari Orang Pintar

Viral diberitakan di media sosial dan media massa soal hilangnya anak berusia 6 tahun bernama Nizam di Pontianak. Ibu tirinya menghabiskan anak itu bahkan sempat-sempatnya menelepon dukun.
Minggu, 1 September 2024 - 11:34 WIB
Nizam dan ibu tiri Nizam
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Viral diberitakan di media sosial dan media massa soal hilangnya anak berusia 6 tahun bernama Nizam di Pontianak.

Ternyata setelah dicari kebenarannya Nizam ini bukanlah hilang, melainkan dihabisi oleh ibu tirinya sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ayah Nizam mengatakan Nizam masih ikut dengannya ke kantor untuk mengikuti acara 17 Agustus-an. Pada tanggal 18 Agustus, Nizam juga masih ikut ke kondangan tetangganya.

“Malam harinya Nizam masih belajar sama si pelaku. Saya ikut ngajarin juga. Enggak ada rasa curiga,” kata ayah Nizam di podcast Curhat Bang Denny Sumargo berjudul Viral - Bocah 6 Tahun Tewas Ditangan Ibu Tiri!! Dan Ditemukan Dalam Karung!! (Curhat Bang) yang tayang pada Sabtu (31/8/2024). 

Ayah Nizam tidak curiga lantaran istrinya atau ibu sambung Nizam itu sangat lemah lembut dan polos selama dinikahinya 3 tahun ini. 

Nizam dan ibu tiri Nizam. Dok: Istimewa

Meski demikian, pada suatu hari ayah Nizam pernah menemukan memar merah di mata anaknya. Namun, sang anak mengaku matanya itu terbentur pintu. Pengakuan yang sama pun diungkapkan oleh ibu tiri Nizam. 

“Perasaan saya sudah enggak enak,” terangnya. 

Dia menyebut kejadian nahas bermula ketika dirinya pergi dinas dan meninggalkan anaknya di rumah pada tanggal 20 Agustus 2024.

“Saya mau video call Nizam katanya udah tidur. Besoknya lagi enggak diangkat,” ujarnya. 

Dia akhirnya memutuskan untuk pulang. Anehnya, tidak ada Nizam yang menyambutnya di pintu seperti biasanya. 

“Saya tanya mana Nizam. Katanya pacar ibu kandung Nizam menjemputnya dan ibu kandung Nizam sudah menunggu di bandara. Saya enggak percaya,” terangnya. 

Sementara itu, ibu kandung Nizam mengaku tidak memiliki pacar atau kolega yang bernama Yogi yang disebutkan oleh ibu tiri Nizam. Dari situlah kejanggalan ini terendus. 

Ayah Nizam langsung melaporkan hal ini ke polisi hingga pada akhirnya polisi langsung menggelar olah TKP di rumahnya. Namun, hasilnya nihil. 

Terlebih lagi CCTV tetangga menampilkan jika tidak ada aktivitas apa-apa seperti yang ibu tiri Nizam sebutnya, yakni terkait pacar ibu kandung Nizam yang menjemputnya. 

Yang terlihat di CCTV hanyalah Nizam pergi dan pulang sekolah pada saat itu. 

“Ibu pelaku telepon saya. Katanya coba lihat di belakang rumah di dalam karung. Enggak ketahuan (polisi) karena kita bagi tugas dan enggak ada bau. Saya lihat karungnya ketutupan gitu. Kayak pocong. Saya pegang… Ya Allah,” ujar ayah Nizam sambil menangis. 

Sampai saat ini ayah Nizam pun tidak mengerti kenapa ibu pelaku bisa mengetahui lokasi Nizam kala itu.

Ibu kandung Nizam mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku, di hari itu, Nizam dikurung di luar/belakang rumah yang tidak ada akses sama sekali. 

Kata dia, Nizam dikurung, tidak diberi makan, tidak diberi minum, tidak ada penerangan sama sekali dan saat itu Nizam hanya memakai singlet serta celana pendek. 

“Kondisinya hujan deras banget. Selasa dimasukin lagi ke rumah. Terus dimandiin sama pelaku. Kondisi anak saya lemas terus dia dorong sampai tengkoraknya retak. Tapi enggak mungkin sampai retak pasti ada action tertentu yang dilakukan sengaja,” kata ibu kandung Nizam. 

Ibu kandung Nizam pun mengaku memiliki bukti tambahan, yakni bukti percakapan antara pelaku dan dukun

“Dia menghubungi dukun. Minta saran pada saat Nizam ini entah meninggal entah sudah tak sadarkan diri. Dia merekam. Dia nanya gimana Nizam. Tapi dukunnya malah ngasih arahan agar pelaku menyerahkan diri ke polisi karena menurut dukun itu pembunuhan. Akhirnya ditutup telepon. Dia enggak melakukan yang disarankan dukun itu,” terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibu kandung Nizam menduga ibu tiri Nizam melakukan hal itu karena cemburu karena ayah Nizam lebih sayang dengan Nizam ketimbang anaknya. (nsi)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Selengkapnya

Viral