GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Studi Teranyar: Kendaraan Berat Jadi Penyumbang Terbesar Polutan di Jakarta

Studi teranyar hasil pemetaan sumber emisi di sektor transportasi Jakarta mengungkapkan kendaraan berat terutama truk menjadi penyumbang terbesar untuk beberapa jenis polutan termasuk partikel (PM) 2.5.
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 10:32 WIB
Ilustrasi - Langit penuh polusi di Jakarta Timur.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Studi teranyar hasil pemetaan sumber emisi di sektor transportasi Jakarta mengungkapkan kendaraan berat terutama truk menjadi penyumbang terbesar untuk beberapa jenis polutan termasuk partikel (PM) 2.5.

Kendaraan berat penyumbang terbesar partikel emisi (PM10, PM 2.5 dan karbon hitam), nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO2). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan, sepeda motor lebih banyak menyumbang emisi karbon monoksida (CO) dan senyawa organik volatil nonmetana (NMVOC).

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris menyebut hasil studi yang dihasilkan memberikan informasi mendasar untuk memahami sumber polusi di Jakarta. 

Hasil studi ini akan menjadi dasar pengembangan kebijakan pengendalian polusi yang tepat sasaran.

"Dengan data ini Jakarta lebih siap dalam menghadapi tantangan terkait polusi udara di masa depan,” kata dia dikutip pada Sabtu (11/10/2024). 

Studi ini juga menganalisis dampak dari berbagai skenario langkah pengendalian emisi di Provinsi Jakarta yang mencakup lima wilayah administrasi. 

Adapun skenarionya, yakni penerapan standar bahan bakar Euro IV, adopsi kendaraan listrik dan penggunaan filter partikel diesel (DPF).

Hasil studi memperlihatkan penerapan standar bahan bakar Euro IV diproyeksikan mampu menurunkan emisi polutan seperti PM10 dan PM2.5 hingga 70 persen pada tahun 2030.

Penurunan ini akan memberikan kontribusi bagi perbaikan kesehatan masyarakat khususnya dalam menekan angka penyakit pernapasan dan penyakit kardiovaskular yang seringkali lebih tinggi di kawasan perkotaan.

Adapun studi dilakukan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia melalui program USAID Clean Air Catalyst. Studi yang juga bekerja sama dengan Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Puji Lestari ini memperbarui pemetaan sumber emisi di sektor transportasi di Jakarta yang terakhir dilakukan pada tahun 2020.

Manajer Program Kualitas Udara WRI Indonesia dan Project Manager Clean Air Catalyst Satya Utama mengatakan laporan ini dapat membantu merancang kebijakan yang lebih komprehensif untuk pengendalian polusi udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Data yang dihasilkan dari studi ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai tantangan polusi udara di Jakarta khususnya dari sektor transportasi. Ini adalah upaya konkret dalam upaya mengurangi emisi, khususnya dari sektor transportasi untuk kualitas udara yang lebih baik," jelas dia. (ant/nsi)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tolak Mentah-mentah, Pascal Struijk Tegaskan Timnas Indonesia Bukan Pilihan Internasionalnya

Tolak Mentah-mentah, Pascal Struijk Tegaskan Timnas Indonesia Bukan Pilihan Internasionalnya

Bek andalan Leeds United Pascal Struijk secara mengejutkan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melirik Timnas Indonesia sebagai prioritas dalam karier ..
Diakui Bukan Mengakui, Maarten Paes Dapat Rating 8,1 usai Bawa Ajax Amsterdam ke Final Play-off UEFA Conference League

Diakui Bukan Mengakui, Maarten Paes Dapat Rating 8,1 usai Bawa Ajax Amsterdam ke Final Play-off UEFA Conference League

Maarten Paes tampil gemilang saat mengantarkan Ajax Amsterdam menang 2-0 atas FC Groningen. Kiper Timnas Indonesia itu mendapat rating 8,1.
Jay Idzes Bikin Sassuolo Ketergantungan, Statistik Bek Timnas Indonesia Ini Bikin Fabio Grosso Deg-degan

Jay Idzes Bikin Sassuolo Ketergantungan, Statistik Bek Timnas Indonesia Ini Bikin Fabio Grosso Deg-degan

Bahkan, absennya Jay Idzes disebut langsung membuat lini belakang Sassuolo goyah dan kehilangan keseimbangan.
Sambut Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban

Sambut Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban

Mengusung tema “Semangat Qurban Bisa sebagai Jalan Transformasi Ketaqwaan Sosial”, TelkomGroup bersama anak usahanya, termasuk Telkomsel, menyalurkan sebanyak 910 hewan kurban.
Persijap Jepara Siap Berikan Kejutan Bagi Persib, Rusak Perburuan Gelar Juara Super League 2025-2026

Persijap Jepara Siap Berikan Kejutan Bagi Persib, Rusak Perburuan Gelar Juara Super League 2025-2026

Persijap Jepara menjadi tim yang menjegal Borneo FC untuk menyamakan poin dari Persib Bandung di pekan lalu. Pada laga pekan ke-34 ini, Persijap pun siap memberikan kejutan bagi Persib. 
Sebar Dakwah di Jabodetabek, Kolaborasi Umat Hadir Wakaf Salman Jakarta

Sebar Dakwah di Jabodetabek, Kolaborasi Umat Hadir Wakaf Salman Jakarta

Kegiatan ini menjadi tonggak awal hadirnya pusat kolaborasi Wakaf Salman di wilayah Jabodetabek yang bertujuan memperkuat sinergi dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat bersama berbagai elemen umat.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral