GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Banyak yang Tahu Soal Toxic Parents, Berikut 6 Ciri-Ciri Orangtua Toxic yang Harus Dihindari

Menjalani hubungan yang sehat dengan orangtua adalah dambaan setiap anak. Namun, tidak semua orangtua mampu menjalankan peran mereka dengan bijaksana dan positif.
Sabtu, 2 November 2024 - 13:15 WIB
Ilustrasi orang tua mengajak anak jalan-jalan ke mall akhir pekan ada unsur jihad
Sumber :
  • Istockphoto

Jakarta, tvOnenews.com - Menjalani hubungan yang sehat dengan orangtua adalah dambaan setiap anak.

Namun, tidak semua orangtua mampu menjalankan peran mereka dengan bijaksana dan positif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkadang, pola asuh yang berlebihan, terlalu menuntut, atau bahkan manipulatif bisa berdampak buruk pada perkembangan mental dan emosional anak.

Orangtua yang seperti ini biasa disebut "toxic parents" atau orangtua toxic. 

Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Papua Selatan dengan situs pafipapuaselatan.org, memahami ciri-ciri orangtua toxic dapat membantu anak dan orangtua memahami bagaimana sebaiknya memperbaiki hubungan agar lebih sehat. 

Berikut ini adalah enam ciri-ciri orangtua toxic yang harus dihindari.

1. Terlalu Mengontrol Kehidupan Anak

Orangtua toxic cenderung ingin mengendalikan segala aspek kehidupan anak, mulai dari keputusan besar hingga hal-hal kecil. 

Mereka sering kali tidak mengizinkan anaknya membuat keputusan sendiri atau bahkan belajar dari kesalahan. 

Akibatnya, anak tumbuh dengan rasa takut salah dan kurang percaya diri dalam mengambil keputusan.

2. Mengabaikan Perasaan dan Opini Anak

Salah satu tanda lainnya adalah orangtua yang tidak menghargai perasaan dan pendapat anak. 

Orangtua yang toxic sering kali meremehkan atau menolak validasi emosi anak, membuat anak merasa tidak berharga atau diabaikan. 

Hal ini dapat mengakibatkan rendahnya harga diri dan kesulitan anak dalam mengekspresikan emosi secara sehat.

3. Menuntut Pengorbanan Berlebihan

Orangtua toxic sering kali menuntut anak untuk berkorban demi kebahagiaan mereka tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kebahagiaan anak.

Misalnya, mereka mungkin meminta anak untuk mengorbankan cita-citanya demi memenuhi harapan keluarga. 

Ciri ini bisa menyebabkan anak tumbuh dengan perasaan terbebani dan kehilangan jati diri.

4. Sering Mengkritik dan Merendahkan

Orangtua toxic cenderung sering mengkritik dan merendahkan anak, bahkan di depan orang lain. 

Kritik yang terus-menerus dan berlebihan dapat menyebabkan anak merasa tidak pernah cukup baik. 

Ini membuat mereka rentan terhadap kecemasan dan masalah kepercayaan diri yang berdampak hingga dewasa.

5. Memanipulasi dengan Emosi

Manipulasi emosional adalah salah satu ciri yang paling merusak dari orangtua toxic. 

Mereka mungkin menggunakan perasaan bersalah, marah, atau kecewa untuk mengendalikan anak agar melakukan apa yang mereka inginkan. 

Pola ini dapat membuat anak tumbuh dengan perasaan bersalah atau bertanggung jawab atas perasaan orang lain, yang pada akhirnya menghambat mereka untuk hidup mandiri.

6. Tidak Memberikan Ruang untuk Tumbuh Mandiri

Orangtua toxic seringkali tidak memberikan kebebasan bagi anak untuk belajar dan berkembang. 

Mereka mungkin menganggap bahwa cara mereka adalah yang terbaik dan menolak memberi ruang bagi anak untuk mencoba hal-hal baru. 

Ini dapat mengakibatkan anak merasa tidak berdaya dan bergantung, serta kesulitan untuk berkembang dan mengejar impian mereka sendiri.

Pentingnya Kesadaran dan Perubahan

Kesadaran akan adanya pola toxic dalam hubungan orangtua dan anak adalah langkah pertama menuju perbaikan. 

Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tetapi pendekatan yang salah justru dapat merusak hubungan tersebut. 

Jika Anda merasa pola asuh yang diterapkan cenderung berlebihan atau tidak sehat, mencari bantuan atau panduan dari profesional dapat sangat membantu untuk meningkatkan kualitas hubungan keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memahami ciri-ciri orangtua toxic dan menghindari perilaku tersebut adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan positif bagi perkembangan anak. 

Melalui komunikasi yang baik dan dukungan emosional, setiap keluarga dapat membangun hubungan yang saling mendukung dan menyehatkan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman

KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman

KPK dan Ombudsman RI memperkuat kerja sama pencegahan korupsi di sektor pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga bantuan sosial.
Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem

Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem

Terungkap, penyebab utama eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device
Harga Emas Antam Hari Ini Bikin Deg-degan, Baru Beli Langsung ‘Boncos’ Rp183 Ribu per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Bikin Deg-degan, Baru Beli Langsung ‘Boncos’ Rp183 Ribu per Gram

Harga emas Antam hari ini turun dengan selisih buyback mencapai Rp183 ribu per gram. Simak update terbaru dan hitungan untung ruginya.
Sama-sama Kesulitan di F1 2026, Ralf Schumacher Sebut Ini Sudah Waktunya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Pensiun

Sama-sama Kesulitan di F1 2026, Ralf Schumacher Sebut Ini Sudah Waktunya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Pensiun

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, mendesak dua pembalap senior di F1 2026, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, pertimbangkan pensiun pada akhir musim.
DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK

DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK

Nasib guru honorer di Indonesia menjadi pertanyaan sebagian publik, bahkan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad minta pemerintah memberi
Omongan Jujur Pengamat Belanda, Sebut Curacao Bisa Kalah dari Timnas Indonesia Meski Berstatus Peserta Piala Dunia 2026

Omongan Jujur Pengamat Belanda, Sebut Curacao Bisa Kalah dari Timnas Indonesia Meski Berstatus Peserta Piala Dunia 2026

Pengamat sepak bola Belanda menyindir Curacao jelang Piala Dunia 2026, bahkan menyebut mereka bisa kalah dari Timnas Indonesia jika kedua tim bertemu.

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral