News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bawaslu Buka Suara soal Pilkada Berdarah di Sampang: Sudah Kita Prediksi

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja buka suara terkait kejadian pembacokan pendukung salah satu paslon hingga tewas di Kabupaten Sampang. 
Selasa, 19 November 2024 - 17:07 WIB
Penyerangan sekelompok orang dengan clurit di Sampang, Madura
Sumber :
  • Tangkapan layar media sosial

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja merespon soal kejadian pembacokan pendukung salah satu paslon hingga tewas di Kabupaten Sampang

Rahmat mengatakan, bahwa wilayah tersebut memang memiliki nilai kerawanan yang tinggi. Hal ini terlihat berdasarkan indeks daerah rawan pada pilkada serentak 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh sebab itu, peristiwa yang baru saja terjadi pada Minggu (18/11/2024) kemarin ini telah diprediksi sebelumnya oleh Bawaslu. 

Penyerangan sekelompok orang dengan clurit di Sampang, Madura
Penyerangan sekelompok orang dengan clurit di Sampang, Madura
Sumber :
  • Tangkapan layar media sosial

 

"Jadi sudah kita prediksikan akan ada hal-hal yang kemungkinan ada clash diantara akar rumput yang seharusnya tidak terjadi," kata dia di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). 

Rahmat mengaku sangat menyesali atas kejadian tersebut. Yang mana seharusnya peristiwa penghilangan nyawa seseorang pada Pilkada tidak mesti terjadi. 

Sebab, menurutnya tidak ada nyawa yang sebanding dengan terpilihnya pasangan calon pada Pilkada serentak 2024.

"Tidak harus juga kemudian ditukar dengan nyawa. Ini hal yang tidak sepadan dan juga jangan sampai karena berbeda pendapat kemudian melakukan kekerasan itu yang dihindari dari pilkada," tuturnya. 

Atas kejadian ini, Bawaslu segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pembinaan, agar hal serupa tidak terulang kembali. 

"Tapi yang terjadi di Sampang itu patut kita sesalkan dan sekarang teman-teman sedang bersama teman-teman sentra Gakumdu dan Kepolisian untuk melakukan supervisi terhadap perkara ini," tandasnya. 

Sebelumnya, saksi dari Paslon nomor urut 2 dalam Pilkada Sampang Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), Jimmy Sugito Putra meregang nyawa usai dibacok pendukung paslon lain di wilayah Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang.

tvonenews

Dimana kejadian ini berawal, ketika salah satu calon Bupati Sampang nomor urut 02 menghadiri undangan salah satu tokoh di Desa tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai bersilaturahmi Cabup dan rombongan balik kanan alih-alih diadang oleh pendukung Paslon nomor urut 01, sehingga terjadi cekcok dan timbul peristiwa pembacokan terhadap korban pendukung Paslon 02. Sebagaimana informasi yang beredar di WA Grup.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Jimat Sakteh, Surya Noviantoro menduga, kasus pengeroyokan oleh sekelompok orang terhadap korban karena motif politik.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Titel Juara Bertahan, Iran Targetkan Kemenangan dari Irak di Semifinal Piala Asia 2026

Pelatih Iran, Vahid Shamsaee, menegaskan timnya datang dengan status juara bertahan sekaligus pemilik rekor mentereng di ajang Piala Asia Futsal.
Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Umuh Muchtar sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara membeberkan identitas pemain baru Persib, Sergio Castel.
Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Cristiano Ronaldo pulang kampung ke negaranya, Portugal. Namun kepulangan megabintang berjuluk CR7 itu bukan sekadar agenda pribadi, melainkan diduga kuat ber-
Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. Pertanyaannya bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan
Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Seorang suami berinisial MA (29) tahun warga Asahan, Sumatera Utara, tega menganiaya istrinya berinisial AIP (20) hingga tewas. Ironisnya, pelaku berdalih kalau

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT