Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Jalani Pemeriksaan Psikologi Forensik
- Kolase Tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa anak bunuh ayah dan nenek, di komplek perumahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/11/2024) dini hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan bahwa yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan psikologi forensik.
“Terkait peristiwa yang terjadi di Lebak Bulus, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang diduga melakukan pembunuhan juga dilakukan pemeriksaan psikologi forensik oleh rekan-rekan dari Apsifor,” kata Ade Ary, kepada wartawan, pada Sabtu (7/12/2024).
Lebih lanjut Ade Ary mengungkapkan bahwa MAS menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali. Namun ia tidak menjelaskan secara detail mengenai waktu pemeriksaan dan hasilnya.
“Itu telah dilakukan tiga kali pemeriksaan psikologi forensik oleh tim dari Apsifor. Jadi mohon waktu, ini masih terus dilakukan pendalaman,” jelas Ade Ary.
Sementara itu Ade Ary menyebutkan pemeriksaan ini merupakan rangkaian dari penyelidikan scientific crime investigation (SCI) untuk mengungkap kasus menjadi terang.
“Ini merupakan kolaborasi interprofesi untuk mengungkap kasus penyelidikan itu harus berbasis ilmiah, namanya Scientific Crime Investigatio,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, proses hukum anak berinisial MAS (14) yang bunuh ayah berinisial APW (40) dan neneknya RM (69), di komplek perumahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/11/2024) dini hari, masih berlanjut.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengatakan bahwa saat ini berkas perkara anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulis ini telah dilimpahkan ke kejaksaan.
"Iya sudah (berkas dikirim), di Kejaksaan Jakarta Selatan," kata Nurma, kepada wartawan, pada Jumat (6/12/2024).
Lebih lanjut Nurma mengungkapkan saat ini tim penyidik tengah menunggu hasil penelitian dari kejaksaan.
Nantinya jika berkas dikembalikan, maka tim penyidik akan kembali melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa.
Sementara itu Nurma menyebutkan saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif yang menjadi penyebab MAS melakukan pembunuhan. (ars/iwh)
Load more