GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kontroversi Sertifikasi Juru Dakwah, MUI Usulkan Hal Mengejutkan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik usulan pemerintah untuk mengadakan program peningkatan kapasitas bagi juru dakwah. 
Rabu, 11 Desember 2024 - 15:44 WIB
Kontroversi Sertifikasi Juru Dakwah, MUI Usulkan Hal Mengejutkan
Sumber :
  • istimewa - Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik usulan pemerintah untuk mengadakan program peningkatan kapasitas bagi juru dakwah. 

Namun, MUI menekankan bahwa fokus utama harus pada penguatan kompetensi para dai, bukan sekadar formalitas sertifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"MUI mendukung penuh gagasan penguatan kompetensi untuk para juru dakwah," ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa'adi, Rabu (11/12/2024).

Zainut secara pribadi mengungkapkan preferensinya agar program ini tidak disebut "sertifikasi," karena istilah tersebut berpotensi menimbulkan kesan formalistik dan bisa mengarah pada penyeragaman. 

tvonenews

Menurutnya, pendekatan seperti itu berisiko mengesampingkan para ustaz dan kyai di pedesaan yang memiliki kemampuan berdakwah namun mungkin tidak memenuhi syarat sertifikasi formal.

“Saya khawatir, kalau sertifikasi jadi keharusan, hanya mereka yang memiliki sertifikat yang boleh berdakwah. Padahal, banyak ustaz dan kyai kampung dengan ilmu yang mumpuni tetap harus dihargai perannya," jelasnya.

Zainut menjelaskan, inti dari program ini adalah memperkaya wawasan para juru dakwah dari segi materi, metode, hingga wawasan kebangsaan. 

Materi pelatihan akan mencakup topik aktual seperti moderasi beragama, hubungan agama dan negara, literasi media digital, hingga strategi dakwah yang relevan dengan generasi muda, terutama Gen Z.

“Materi penguatan kompetensi dirancang untuk meningkatkan kualitas dakwah, baik dari segi isi maupun metode penyampaian,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sebaiknya bersifat sukarela, bukan kewajiban. 

Peserta bisa berasal dari kalangan individu maupun perwakilan organisasi Islam, majelis taklim, atau lembaga keagamaan lainnya. 

Penyelenggara program pun dapat melibatkan Kementerian Agama, ormas Islam, hingga perguruan tinggi berbasis agama Islam.

"Peserta nantinya memang akan mendapat sertifikat setelah pelatihan, tetapi esensi utamanya tetap pada peningkatan kapasitas mereka," ujar Zainut.

- Respons MUI Terhadap Isu Sosial dan Viralitas

Gagasan mengenai penguatan kompetensi pendakwah sebelumnya diusulkan oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, setelah muncul berbagai kontroversi terkait pernyataan dai kondang Gus Miftah dalam beberapa video viral. 

Dalam salah satu video, Miftah dinilai melecehkan seorang pedagang es teh dan juga seniman senior Yati Pesek, yang kemudian memicu gelombang kritik di media sosial.

MUI berharap program ini tidak hanya meningkatkan profesionalitas pendakwah, tetapi juga menjaga esensi dakwah sebagai sarana menyampaikan nilai keagamaan dengan damai, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, peran ustaz dan kyai yang sudah lama berdakwah tetap dihormati, tanpa adanya batasan yang mengurangi kontribusi mereka.

Usulan ini diharapkan dapat menciptakan ruang dakwah yang lebih berkualitas dan harmonis di tengah masyarakat Indonesia. (ant/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda Tak Main-main Mengembangkan SDM Maluku Utara, Gubernur Malut Langsung Gandeng ITB

Sherly Tjoanda Tak Main-main Mengembangkan SDM Maluku Utara, Gubernur Malut Langsung Gandeng ITB

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda tak main-main dalam membangun pengembangan sumber daya manusia (SDM) Malut. Oleh sebab itu, Sherly langsung gandeng Kampus ITB
Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Gubernur Jawa Barat, KDM menceritakan bagaimana dirinya dulu sempat malu bahkan menangis gara-gara nama lengkap yang diberikan sang ayah. Dedi Mulyadi kecil kala itu
Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Dugaan child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta di Pamulang viral di media sosial. Yayasan langsung menonaktifkan kepala sekolah tersebut.
Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Aipda JEB oknum Polisi yang bertugas di Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) ditangkap dalam kasus dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkotika. Kapolres Tapteng AK
Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dedi Mulyadi pernah menangis kepada sang ayah hanya karena tak tahan diejek teman-temannya di sekolah. Nama lengkap yang sempat diberikan sang ayah sebenarnya adalah
Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026, sektor ganda putri yang mempertemukan pasangan Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.

Trending

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral