GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kontroversi Pelucutan Senjata Api Polri, Realistis atau Berisiko?

Peristiwa penembakan seorang pelajar berinisial GRO (17) di Semarang, telah menarik perhatian publik dan memunculkan perdebatan mengenai penggunaan senjata api
Jumat, 13 Desember 2024 - 15:54 WIB
Kontroversi Pelucutan Senjata Api Polri, Realistis atau Berisiko?
Sumber :
  • istimewa - Istock photo

Jakarta, tvOnenews.com - Peristiwa penembakan seorang pelajar berinisial GRO (17) di Semarang, Jawa Tengah, telah menarik perhatian publik dan memunculkan perdebatan mengenai penggunaan senjata api oleh anggota Polri

Sejumlah pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) menyerukan agar anggota Polri tidak lagi membawa senjata api. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, usulan ini mendapat tanggapan kritis dari berbagai pihak.

tvonenews

- IPW: Pelucutan Senjata Tidak Realistis

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menyatakan bahwa wacana pelucutan senjata api anggota Polri tidak realistis. 

Menurutnya, meningkatnya kompleksitas dan brutalitas kejahatan di Indonesia, seperti curanmor dan perampokan bersenjata, membuat senjata api tetap diperlukan.

Ia mencontohkan kasus di Cengkareng, Jakarta Barat, di mana pelaku curanmor bersenjata menembak kaki anggota Polres Metro Tangerang Kota saat hendak ditangkap. 

Selain itu, pelaku kejahatan seperti perampokan nasabah bank dan begal sering kali melukai korban.

"Kondisi masyarakat dan meningkatnya kekerasan kejahatan membuat pelucutan senjata anggota Polri belum memungkinkan," tegas Sugeng. 

Ia menilai, senjata api menjadi alat penting untuk menjaga keamanan masyarakat dan menghadapi ancaman serius di lapangan.

- JMI: Polisi Tanpa Senjata Bukan Solusi

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, juga menolak usulan ini. 

Ia menilai polisi tidak mungkin hanya mengandalkan pentungan saat menghadapi pelaku bersenjata.

“Bahkan pencuri sepeda motor saja sekarang sudah menggunakan senjata rakitan. Polisi sebagai penegak hukum harus tetap dilengkapi senjata api,” ujar Islah.

Ia menambahkan, polisi di seluruh dunia menggunakan senjata api sebagai alat standar, termasuk dalam menghadapi situasi yang berisiko tinggi.

- JAN: Senjata Api Penting, Pengawasan Ketat Dibutuhkan

Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon, turut menekankan bahwa pelucutan senjata api dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat dan anggota Polri.

“Kami memahami kekhawatiran soal penyalahgunaan senjata, namun pelucutan senjata bukanlah solusi. Justru, langkah ini bisa memperbesar bahaya di lapangan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Romadhon menyarankan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan senjata api oleh anggota Polri agar sesuai dengan SOP dan tidak disalahgunakan. 

Ia menegaskan bahwa tanpa senjata api, anggota Polri dapat menjadi korban dalam situasi berbahaya, yang pada akhirnya juga membahayakan masyarakat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Tak Ingin Rakyatnya Menderita Gara-gara Aktivitas Tambang yang Merusak, Dedi Usulkan Gebrakan Ini

KDM Tak Ingin Rakyatnya Menderita Gara-gara Aktivitas Tambang yang Merusak, Dedi Usulkan Gebrakan Ini

Tak ingin masyarakat terdampak aktivitas tambang menderita, KDM mengusulkan 70 persen pajak dari aktivitas pertambangan dikembalikan kepada desa tempat tambang beroperasi.
Sidang Lanjutan Bupati Nonaktif Bekasi Ade Kunang, Kuasa Hukum Sebut Kebijakan Proyek Ada di Kepala Dinas

Sidang Lanjutan Bupati Nonaktif Bekasi Ade Kunang, Kuasa Hukum Sebut Kebijakan Proyek Ada di Kepala Dinas

Kuasa hukum Ade Kunang, I Wayan Suka Wirawan bersikukuh jika kliennya tidak terlibat dalam pengaturan proyek sebagaimana yang disampaikan sejumlah saksi di persidangan
Rupiah Diguncang, Menkeu Purbaya Turun Gunung: Rp2 Triliun per Hari Digelontorkan ke Pasar Obligasi

Rupiah Diguncang, Menkeu Purbaya Turun Gunung: Rp2 Triliun per Hari Digelontorkan ke Pasar Obligasi

Pemerintah mulai melakukan operasi besar-besaran di pasar obligasi untuk meredam tekanan terhadap rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Berhembus Isu "Liar" soal Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, KDM: Enggak Ada, Narasi Enggak Jelas Itu

Berhembus Isu "Liar" soal Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, KDM: Enggak Ada, Narasi Enggak Jelas Itu

Akhir-akhir ini berhembus isu “liar” yang menyebutkan bahwa nama Jawa Barat akan berubah menjadi Tatar Sunda. 
Maverick Vinales Umumkan Kabar Baik: Cedera Bahu Berangsur Pulih Jelang MotoGP Italia 2026

Maverick Vinales Umumkan Kabar Baik: Cedera Bahu Berangsur Pulih Jelang MotoGP Italia 2026

Pembalap Red Bull KTM, Maverick Vinales mengabarkan bahwa kondisi cedera bahunya berangsur pulih jelang MotoGP Italia 2026.
KPK Dalami Dugaan TPPU Sugiri Sancoko, Rumah Pengusaha Pacitan Digeledah

KPK Dalami Dugaan TPPU Sugiri Sancoko, Rumah Pengusaha Pacitan Digeledah

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan penggeledahan di rumah pengusaha Pacitan, Citra Margaretha, Senin (18/5/2026) malam.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Pedagang Wajib Tahu, Amalkan Doa Penglaris Dagangan yang Diajarkan Nabi Sulaiman AS

Pedagang Wajib Tahu, Amalkan Doa Penglaris Dagangan yang Diajarkan Nabi Sulaiman AS

Dalam menjalankan usaha, pedagang berharap dagangannya ramai pembeli, mendatangkan keuntungan halal, serta dipenuhi keberkahan. Bacalah doa penglaris dagangan
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
KH Anwar Zahid Viral usai Sentil Polemik LCC MPR RI, Candaan soal ‘Artikulasi’ Bikin Ribuan Jemaah Pecah

KH Anwar Zahid Viral usai Sentil Polemik LCC MPR RI, Candaan soal ‘Artikulasi’ Bikin Ribuan Jemaah Pecah

Pendakwah KH Anwar Zahid viral usai sentil polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI, candaan soal 'artikulasi' bikin ribuan jemaah tertawa pecah.
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Selengkapnya

Viral