News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tina Toon Desak Evaluasi Penerima KJP Plus: Jangan Asal Coret, Beri Kesempatan Warga untuk Sanggah!

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Agustina Hermanto, yang akrab disapa Tina Toon, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengevaluasi kembali data penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. 
Senin, 16 Desember 2024 - 09:44 WIB
Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Agustina Hermanto, yang akrab disapa Tina Toon
Sumber :
  • Dok. DPRD DKI Jakarta

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Agustina Hermanto, yang akrab disapa Tina Toon, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengevaluasi kembali data penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. 

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dicabutnya 146 ribu status penerima KJP berdasarkan hasil pemadanan data dan verifikasi tahap II tahun 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Tina Toon, evaluasi ini penting agar Disdik dapat memahami permasalahan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Pasalnya, banyak penerima KJP Plus yang statusnya dicabut meskipun masih memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

“Intinya gini, kita ingin yang kemarin dicabut atau dimatikan yang memang layak dapat dihidupkan kembali. Tapi kalau memang pendataan ternyata memang faktanya punya mobil atau salah sasaran, kalau begitu silakan dijelaskan,” tegas Tina, dalam keterangan tertulis, Senin (16/12).

Pemadanan data tahap II tahun 2024 menunjukkan bahwa dari total 669.716 pendaftar, anggaran KJP Plus hanya dapat mengakomodasi 523.622 penerima. Oleh karena itu, dilakukan seleksi prioritas berdasarkan pemeringkatan kesejahteraan atau desil dari data Regsosek.

Tina Toon menekankan pentingnya memberikan penjelasan rinci kepada para orang tua siswa mengenai alasan pencoretan anak mereka dari daftar penerima KJP Plus. 

Selain itu, ia juga meminta Disdik menyediakan forum khusus agar masyarakat dapat menyanggah atau mengklarifikasi kondisi mereka.

“Saya sudah tekankan yang memang berhak dicabut, tolong kasih forum untuk menyanggahnya. Mereka daftar aja susah, daftar ulang susah. Makanya saya bilang diberitahu kalau untuk ke depannya harusnya tidak langsung dicoret, tanya dulu, diskusi dulu, dan segala macamnya,” tegas Tina.

“Kita pastikan bahwa didata ulang, tapi kalau memang berhak dan ternyata tidak masuk, mereka boleh menyanggah. Diberi waktu agar data itu bisa diperbaiki dan diaktifkan kembali, jangan langsung dibatalkan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, memastikan akan melakukan verifikasi ulang terkait pencabutan status penerima KJP Plus. 

Ia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan melalui sinkronisasi data dari berbagai sumber, mulai dari data kependudukan, verifikasi sekolah, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), hingga data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral