Kepala Desa Kohod Buka Suara soal Sumber Uang untuk Beli Mobil Rubicon
- istimewa
Rubicon Masih Dicicil, Bukan Tunai
Kuasa hukum Arsin, Yunihar, turut meluruskan rumor mengenai kepemilikan Rubicon tersebut.
"Memang benar Rubicon itu milik Kades Arsin, tapi dibeli dengan cara kredit dan hingga kini masih dalam proses cicilan," ungkapnya kepada wartawan di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/2/2025).
Pernyataan ini diperkuat oleh Edi, salah satu pekerja di rumah Arsin. Menurutnya, mobil tersebut bukan baru dan berwarna hitam, bukan putih seperti yang ramai diberitakan.
"Itu mobil second, bukan baru. Kalau beli baru, harganya bisa jauh lebih mahal," kata Edi dalam tayangan Kompas Petang, Minggu (2/2/2025).
Edi juga membantah kabar bahwa Arsin melarikan diri.
"Pak Lurah tidak pernah kabur, saya bahkan masih bertemu dengannya pagi tadi sebelum ia pergi," tegasnya.
Dari Kuli hingga Kades: Perjalanan Hidup Arsin
Arsin menjabat sebagai Kepala Desa Kohod sejak 2021. Namun, sebelum itu, hidupnya jauh dari kemewahan.
Ia memulai kariernya sebagai kuli bangunan dan pekerja bank keliling dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata.
"Dulu dia kuli borongan. Ini bukan cerita dibuat-buat, ini fakta," ungkap Reza, warga Kohod, dalam wawancara dengan Kompas.com, Jumat (31/1/2025).
Perubahan hidupnya dimulai ketika ia mencalonkan diri sebagai Kades pada 2019, meski sempat gagal.
Tak menyerah, ia kemudian menjadi Sekretaris Desa sebelum akhirnya terpilih sebagai Kades pada Pilkades 2021.
Sejak menjabat, kehidupannya berubah drastis. Salah satu yang mencolok adalah kepemilikan Rubicon yang kerap ia gunakan dalam aktivitasnya sebagai kepala desa.
"Sejak ada proyek pembangunan PIK 2, kekayaannya meningkat. Bisa jadi dari situ," kata Reza.
Namun, saat tim Kompas.com menyambangi rumahnya, mobil Rubicon itu tak terlihat di garasi.
"Dia sudah berada di lingkaran desa. Baru dia dapat fasilitas ini dan itu," pungkas Reza. (aag)
Load more