News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jadi Tersangka Pengancaman dan Pemerasan, Nikita Mirzani Mangkir Pemeriksaan Polisi

Artis Nikita Mirzani dan asistennya inisial IM mangkir dari pemeriksaan polisi pada hari ini, Kamis (20/2/2025).
Kamis, 20 Februari 2025 - 12:58 WIB
Nikita Mirzani
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Artis Nikita Mirzani dan asistennya berinisial IM mangkir dari pemeriksaan polisi pada hari ini, Kamis (20/2/2025).

Adapun Nikita Mirzani dan asistennya IM telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pengancaman dan pemerasan uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan bahwa sejatinya penyidik telah menjadwalkan Nikita Mirzani beserta asisten diperiksa sebagai tersangka pada hari ini. Namun, keduanya tidak hadir.

Pemeriksaan diagendakan di gedung Direktorat Siber Polda Metro Jaya pada Selasa (20/2/2025) pukul 13.00 WIB. 

"Jadwal pemeriksaan tersangka NM dan tersangka IM pada hari ini Kamis, 20 Februari 2025 di Kantor Direktorat Siber Polda Metro Jaya Gedung Dirkrimum Lantai 5 Pukul 13.00 WIB. Berdasarkan Surat Panggilan Nomor S.Pgl/101/II/RES.2.5./2025/Ditresibber Terhadap Tersangka IM dan Surat Panggilan Nomor S.Pgl/102/II/RES.2.5./2025/Ditresibber terhadap tersangka NM," ucap Ade Ary, Kamis (20/2/2025).

Kendari demikian, Ade Ary menyebut keduanya telah mengajukan surat penundaan pemeriksaan kepada tim penyidik.

"Penyidik telah menerima surat penundaan pemeriksaan terhadap tersangka atas nama saudara IM dan saudari NM dari kuasa hukum tersangka pada tanggal 19 Februari 2025," tutur Ade Ary.

Keduanya juga menyampaikan alasannya meminta penundaan pemeriksaan kepada penyidik.

"Dikarenakan masih ada keperluan terkait dengan pekerjaan di mana pekerjaan tersebut tidak bisa ditinggalkan maupun diwakilkan," ujar dia.

Ade Ary menyebut Nikita Mirzani dan asistennya IM meminta penjadwalan ulang.

Nikita Mirzani meminta diperiksa pada Senin, 3 Maret 2025.

"Permohonan yang diajukan kepada penyidik untuk penundaan pemeriksaan atau dijadwalkan ulang pada hari Senin, 3 Maret 2025 pukul 13:00 WIB," ucap dia.

Namun demikian, kata Ade Ary, tim penyidik tidak mengabulkan permintaan Nikita Mirzani. Sebab, 3 Maret 2024 dianggap terlalu lama.

Penyidik akan memeriksa Nikita Mirzani beserta asistennya pada pekan depan. Tetapi, belum disebut tanggal pastinya.

"Selanjutnya penyidik akan mengirimkan surat panggilan kedua untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka terhadap saudari NM dan saudara IM pada minggu depan," ucap Ade Ary.

Diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan artis Nikita Mirzani sebagai tersangka kasus dugaan pengancaman dan pemerasan kepada dokter Reza Gladys.

Penetapan tersangka ini dilakukan oleh penyidik setelah melakukan gelar perkara.

Ade Ary mengatakan penetapan tersangka dilakukan karena penyidik mendapat alat bukti yang cukup.

"Benar. Saudari NM dan saudara IM telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya," ucap Ade Ary, Kamis (20/2/2025).

Kronologi Kasus Pemerasan oleh Nikita Mirzani

Ade Ary menjelaskan kasus ini bermula saat Nikita Mirzani diduga menjelek-jelekkan produk skincare milik dokter Reza Gladys.

Dalam perkara ini Nikita Mirzani juga diduga melakukan pemerasan senilai Rp5 miliar.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya tengah mengusut dugaan pemerasan yang menyeret artis Nikita Mirzani beserta asistennya.

Ade Ary mengungkap bahwa pihaknya menerima laporan dari seorang pengusaha berinisial RGP yang mengaku diperas hingga Rp4 miliar oleh terlapor.

Ade Ary menyebut laporan dilayangkan oleh Reza Gladys pada 3 Desember 2024.

"Kami menerima laporan polisi dari saudari RGP tentang dugaan pengancaman melalui media elektronik dan/atau pengancaman dan atau TPPU. Terlapornya dalam lidik ya," ungkap Ade Ary, Senin (10/2/2025).

Ade Ary menjelaskan berdasar laporan dari Reza Gladys kasus ini bermula dari adanya perselisihan antara korban RGP dan Nikita Mirzani.

"Berawal dari adanya permasalahan antara korban dengan saudari NM dimana saudari NM menjelek-jelekkan nama korban serta produk milik korban lewat siaran langsung TikTok milik saudari NM," jelas Ade Ary. 

Karena tak terima dijelek-jelekkan, akhirnya korban menghubungi Nikita Mirzani melalui asistennya via WhatsApp dengan maksud silaturahmi.

"Korban menghubungi terlapor yang merupakan asisten dari saudari NM melalui WhatsApp, ke dua nomor WhatsApp, dengan tujuan untuk bersilaturahmi dengan saudari NM," ujarnya.

Namun sayangnya, respons yang didapat oleh korban justru berisi ancaman.

Korban malah diminta membayar Rp5 miliar sebagai uang tutup mulut supaya masalah itu tak diungkap ke media sosial.

"Korban mendapat respons dari terlapor. Jadi respons dari terlapor adalah ancaman akan speak up ke media sosial bila silaturahmi tersebut tidak menghasilkan uang dan terlapor meminta sejumlah uang sebesar Rp5 miliar," ungkap Ade Ary.

Korban yang merasa terancam pun akhirnya mengirim uang secara bertahap.

"Pada 14 November 2024 korban melakukan transfer dana sebesar Rp2 miliar ke sebuah nomor rekening atas nama tertentu atas arahan terlapor. Kemudian pada tanggal 15 November, atas arahan terlapor, korban memberikan uang tunai sebesar Rp2 miliar," beber Ade Ary.

"Atas kejadian tersebut korban merasa telah diperas dan mengalami kerugian sebanyak Rp4 miliar," sambungnya.

Adapun Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya sudah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Sebanyak 10 orang saksi telah dimintai keterangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa barang bukti telah disita antara lain flashdisk, satu bundel bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp, bukti transfer, kuitansi pembayaran, hingga beberapa unit HP.

"Tim penyidik masih terus melakukan proses penyidikan dan kasus ini akan diusut tuntas. Jadi setiap laporan yang masuk kepada kami, kepada Polda Metro Jaya, akan diusut tuntas secara prosedural, profesional dan proporsional. Itu butuh waktu. Ada tahapan-tahapannya," katanya lagi. (rpi/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Spanduk "Shut Up KDM" Dibentangkan di Laga Persib Vs Arema FC, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Sudah Diingatkan

Spanduk "Shut Up KDM" Dibentangkan di Laga Persib Vs Arema FC, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Sudah Diingatkan

panduk bertuliskan “Shut Up KDM” dibentangkan saat laga Persib Vs Arema FC berlangsung pada Jumat (24/4/2026) di tribun utara Stadion GBLA.
Demi Perkuat Ketahanan Energi, Komisi XII DPR RI Dorong Transaksi Batu Bara DMO Gunakan Rupiah

Demi Perkuat Ketahanan Energi, Komisi XII DPR RI Dorong Transaksi Batu Bara DMO Gunakan Rupiah

Penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus ketahanan energi nasional.
Kunker ke Korsel, Pramono Teken Kerja Sama Sister City Jakarta-Jeju

Kunker ke Korsel, Pramono Teken Kerja Sama Sister City Jakarta-Jeju

Pramono menjelaskan kerja sama tersebut mencakup sektor pariwisata; energi terbarukan, hingga ekonomi digital.
Jay Idzes Blak-blakan Soal Mental Hadapi Bintang Dunia: Tak Gentar Lawan Messi atau Ronaldo

Jay Idzes Blak-blakan Soal Mental Hadapi Bintang Dunia: Tak Gentar Lawan Messi atau Ronaldo

Jay Idzes ungkap rahasia mental baja hadapi pemain top dunia. Tak gentar lawan Messi atau Ronaldo, kapten Timnas Indonesia ini utamakan kerja keras dan disiplin.
Ribut-ribut Bonus Dibocorkan KDM, Pelatih Persib: Layak Karena Kita Peringkat Pertama

Ribut-ribut Bonus Dibocorkan KDM, Pelatih Persib: Layak Karena Kita Peringkat Pertama

Maruarar Sirait disebut KDM menggelontorkan dana hingga Rp5 miliar sebagai bonus Persib Bandung di setiap laga tandang tersisa di Super League 2025-2026. 
John Herdman Bisa Rugi jika Tak Panggil Pemain Ini ke Timnas Indonesia dalam AFF 2026, Bung Ropan: Sangat Kurang

John Herdman Bisa Rugi jika Tak Panggil Pemain Ini ke Timnas Indonesia dalam AFF 2026, Bung Ropan: Sangat Kurang

Bung Ropan bahas soal pemain yang akan dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2026. Ada satu pemain yang sebaiknya dipanggil ke Timnas.

Trending

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Garuda Calling Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Harus Mencoret 2 Pemain Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman di FIFA Matchday Juni

Garuda Calling Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Harus Mencoret 2 Pemain Timnas Indonesia Sekaligus Jelang Lawan Oman di FIFA Matchday Juni

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sudah harus mencoret dua pemain penting padahal belum melakukan Garuda Calling jelang lawan Oman di FIFA Matchday Juni.
Top Skor Akhir Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Cetak Rekor, Jadi Satu-satunya Pemain Lokal yang Tembus 10 Besar

Top Skor Akhir Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Cetak Rekor, Jadi Satu-satunya Pemain Lokal yang Tembus 10 Besar

Top skor akhir Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) mengakhiri perjuangan dengan mempertahankan rekor sebagai satu-satunya pemain lokal yang tembus 10 besar.
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Dedi Mulyadi 'Cosplay' Jadi Antagonis, Minta Kakek Tunanetra Ucapkan Kata Tak Pantas soal KDM, Jawabannya Mengejutkan

Dedi Mulyadi 'Cosplay' Jadi Antagonis, Minta Kakek Tunanetra Ucapkan Kata Tak Pantas soal KDM, Jawabannya Mengejutkan

Jawaban menyentuh dari seorang kake tunanetra di Sumedang yang diminta Dedi Mulyadi untuk menjelek-jelekkan Gubernur Jawa Barat dengan iming-iming uang Rp5 juta
Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Kehadiran Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung di arena pertandingan menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai Hillstate serius mempertimbangkan Megawati Hangestri 
Selengkapnya

Viral