GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PGRI Jember Ramai-ramai "Diserang" Netizen Gara-gara Bu Salsa Bakal Buat Video Syur Part 2: Masih Tetap Pasang Badan?

PGRI Jember disentil netizen gara-gara Bu Salsa berencana membuat video syur part 2? Netizen ramai-ramai sentil PGRI Jember kerap pasang badan terhadap Bu Salsa
Kamis, 20 Maret 2025 - 02:03 WIB
Bu Salsa guru di Jember yang video syurnya viral
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember ramai-ramai disentil netizen gara-gara Bu Salsa.

Kasus video syur Salsabila Rahma alias Bu Salsa seorang guru SD di Jember, Jawa Timur masih menyita perhatian publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih, kini Bu Salsa aktif di media sosial pribadinya, baik Instagram maupun TikTok.

Baru-baru ini Bu Salsa kembali mencuri perhatian, usai responsnya saat menjawab pertanyaan-pertanyaan netizen saat live atau siaran langsung di media sosial.

Bu Salsa
Bu Salsa
Sumber :
  • TikTok

 

Bu Salsa kembali dihujat netizen gara-gara pernyataannya yang kontroversi terkait kasus video syur yang sempat menyeretnya.

Bahkan kini, netizen sampai membawa-bawa PGRI Jember yang sempat 'pasang badan' atau membela bu guru Salsa.

Saat membahas soal video syur dirinya yang viral, perempuan kelahiran 2002 itu nampak santai.

Ia mengakui bahwa jejak digital memang tidak bisa dihilangkan apalagi jika sudah menyebar ke banyak pusat data.

"Jejak digital memang enggak bisa dihilangin, dan kalau sudah masuk Terabox sama Telegram, itu katanya susah untuk diretas," kata Salsa di live TikTok beberapa waktu lalu.

Perempuan yang masih berkuliah itu pun mengaku pasrah karena saat ini tidak bisa apa-apa terkait penyebaran videonya.

Bahkan, ia terkesan cuek menanggapi orang-orang yang bertanya bagaimana nasib keluarganya terkait video syur.

"Mau gimana? Terus yang komen-komen, nanti anaknya lihat ibunya. Bodo amat!," kata dia menegaskan.

Menurutnya, hal yang sudah dilakukannya tidak bisa dikembalikan lagi seperti semula.

Ia memilih untuk pasrah menanggapi video syur dirinya yang membuatnya menjadi perbincangan satu Indonesia.

"Ya enggak apa-apa. Memang gimana? Nasi sudah jadi bubur," katanya lagi.

Tak hanya itu Bu Salsa juga menanggapi pertanyaan, netizen terkait pembuatan video syur part 2.

"Bikin lagi part 2 (video syur). Iya monolog aja kali ya, kapan-kapan deh," pungkasnya.

Pernyataan Bu Salsa tersebut mengundang kemarahan publik, hingga netizen membawa-bawa PGRI Jember.

"Untuk PGRI Jember tolong lihat dan simak video ini baik-baik," kata seorang pria dikutip dari akun TikTok Mulut Netizen, dikutip Kamis (20/3/2025).

"Gimana coy, bapak/ibu PGRI Jember? sudah melihat video Ibu Salsa ini kan? bagaimana tanggapan anda?" ujarnya.

Menurutnya, apakah Bu Salsa masih layak menjadi guru, dan lolos PPPK.

"Masihkah tetap mau pasang badan?" katanya.

Akhirnya Bu Salsa Buka-bukaan soal Link Video Syur Miliknya, Aktivis Pendidikan Lontarkan Komentar Menohok
Akhirnya Bu Salsa Buka-bukaan soal Link Video Syur Miliknya, Aktivis Pendidikan Lontarkan Komentar Menohok
Sumber :
  • tvOnenews

 

Menurut pria dalam unggahan tersebut, Bu Salsa bukannya menyesal dan malu atas perbuatannya, oknum guru SD tersebut malah menantang dan akan membuat video (syur) part 2.

"Bapak/ibu PGRI Jember seorang guru itu dilihat juga dari moralnya, perilakunya. Kalau moralnya sudah tidak baik, perilakunya sudah tidak baik, apa patut dicontoh oleh murid-muridnya? tidak patut," tuturnya.

Menurutnya, perkataan Bu Salsa dalam siaran langsung di media sosial pribadinya sangat tidak mencerminkan seorang guru atau pendidik yang baik.

"Masa murid-murid mau dididik oleh guru yang semacam ini, kan kasihan. Tolong dipertimbangkan lagi PGRI Jember," katanya.

Pria tersebut juga meminta maaf kepada Bu Salsa, PGRI Jember, dan seluruh guru di Indonesia, pernyataan dalam videonya tersebut semata menyangkut profesi seorang guru.

"Jadi saya ingin profesi seorang guru itu benar-benar dilihat dari perilakunya, moralnya, akhlaknya, bukan sekedar dari akademisnya. Karena apa? Itu untuk murid yang menjadi penerus masa depan bangsa. Jadi seorang murid harus benar-benar mendapatkan guru yang baik. Harap dipahami dan dimaklumi, mohon maaf jika merasa tersinggung," pungkasnya. (muu)  

Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan video atau kejadian yang viral di media sosial. Belum ada pertemuan tatap muka atau secara langsung dengan pihak yang bersangkutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Pengaturan aktivitas fisik menjadi perhatian utama bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Setelah sempat melakukan pelarian lintas provinsi, pelarian AS, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, akhirnya terhenti. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Selengkapnya

Viral