News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Tersangka Peredaran Uang Palsu di Sleman dan Yogyakarta Ditangkap, Modusnya Bikin Tak Habis Pikir

Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta bongkar kasus peredaran uang palsu di Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Dalam kasus ini, lima orang tersangka telah diamankan.
Kamis, 24 April 2025 - 18:47 WIB
Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta membongkar kasus peredaran uang palsu (upal) di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Dalam kasus ini, lima orang tersangka telah diamankan.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta membongkar kasus peredaran uang palsu (upal) di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Dalam kasus ini, lima orang tersangka telah diamankan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Joko Hamitoyo menuturkan, peredaran upal terjadi dua kali.

Pertama, kasus ini diungkap oleh Polresta Sleman pada 25-26 Maret 2025 di wilayah Turi.

Kedua, Polresta Yogyakarta pada 5 April 2025 di Kemantren Mantrijeron.

Setidaknya, ada lima tersangka yang diringkus polisi.

tvonenews

"2 tersangka diamankan oleh Polresta Sleman inisial SKM (52) dan IAS (30), pria asal Srumbung, Magelang. Serta 3 tersangka oleh Polresta Yogyakarta inisial DA (46) dan RI (40), pria asal Kasihan, Kabupaten Bantul dan DP (43), pria asal Kraton, Kota Yogyakarta," katanya saat rilis kasus di Mapolda DIY, Kamis (24/4/2025).

Joko menerangkan, peredaran upal di Sleman bermula pada Selasa (15/4/2025) pukul 09.00 WIB.

Kasus ini terungkap setelah personil Polsek Turi menerima informasi dari masyarakat mengenai kejadian tersebut.

Berdasarkan penyelidikan dan keterangan warga, ditemukan bahwa pada 26 Maret 2025 pukul 11.32 WIB, ada seseorang melakukan transaksi dengan upal di agen transaksi mitra bank yang dikelola oleh warga setempat.

Bahkan, aksi itu terekam CCTV dan identitas pelaku SKM berhasil diketahui.

Pada Rabu (16/4/2025) pukul 02.00 WIB, SKM diamankan di kediamannya wilayah Srumbung, Magelang dan dibawa ke Polsek Turi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap SKM, diketahui bahwa upal tersebut diperoleh dari IAS yang kemudian juga turut ditangkap.

"Jadi modusnya, tersangka SKM melakukan penyisipan upal di antara uang asli sebagai alat pembayaran saat bertransaksi," ungkap Joko.

Adapun, barang bukti yang disita berupa 2 lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu, 1 keping CD atau DVD warna putih dan 1 unit sepeda motor.

Kasus ini masih dalam pengembangan polisi.

Sedangkan, peredaran upal di Kota Yogyakarta bermula pada Sabtu (5/4/2025) pukul 20.50 WIB yang mana saat itu terjadi transaksi pembelian pakaian menggunakan upal pecahan Rp100.000 di salah satu toko wilayah Mantrijeron.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena merasa curiga, pemilik toko segera melaporkan dugaan peredaran upal tersebut kepada pihak kepolisian.

Kemudian, polisi melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR Singgung Budaya Elitis Dokter: Jeruk Makan Jeruk Harus Dibongkar

Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR Singgung Budaya Elitis Dokter: Jeruk Makan Jeruk Harus Dibongkar

Menyoroti kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI justru menyinggung masalah yang lebih dalam, yakni perihal budaya elitis di dunia kedokteran.
Warga Sengon Jombang Dikejutkan Penemuan Mayat Pria Membusuk dalam Rumah

Warga Sengon Jombang Dikejutkan Penemuan Mayat Pria Membusuk dalam Rumah

Warga Desa Sengon, Kecamatan Jombang dibuat geger oleh penemuan jasad seorang pria yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya, Sabtu (25/4) pagi tadi.
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, Jangan-jangan Timnas Indonesia Jadi Juara

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, Jangan-jangan Timnas Indonesia Jadi Juara

Bung Ropan curiga dengan ambisi John Herdman di Piala AFF 2026, jangan-jangan Timnas Indonesia akan jadi juara di Piala AFF 2026 ini karena punya pemain bagus.
Uang Beredar Maret Tembus Rp10.355 Triliun, BI Ungkap Mesin Penggerak Ekonomi Mulai Panas

Uang Beredar Maret Tembus Rp10.355 Triliun, BI Ungkap Mesin Penggerak Ekonomi Mulai Panas

BI mencatat jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 melonjak signifikan, menandakan ekonomi yang mulai menggeliat di tengah dinamika global.
Nabung Selama 29 Tahun, Penjual Asongan Jombang Wujudkan Mimpi Berangkat Haji

Nabung Selama 29 Tahun, Penjual Asongan Jombang Wujudkan Mimpi Berangkat Haji

Sepasang suami istri penjual asongan, Teman Hariono (51) dan Jumilah (50), berhasil mewujudkan impian mereka menunaikan ibadah haji tahun 2026 setelah 29 tahun menabung
Diabaikan Erick Thohir karena Naturalisasi Ditutup, Striker Berdarah Depok ini Malah Makin Gacor di Liga Belanda sampai Masuk Jajaran Top Skor

Diabaikan Erick Thohir karena Naturalisasi Ditutup, Striker Berdarah Depok ini Malah Makin Gacor di Liga Belanda sampai Masuk Jajaran Top Skor

Diabaikan Erick Thohir, Dean Zandbergen malah makin tajam di Liga Belanda dengan 15 gol musim ini. Erick Thohir tutup naturalisasi, lini depan Timnas Indonesia justru masih bermasalah.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral