Pernah Bikin Dua Preman Legendaris John Kei dan Hercules 'Mati Kutu', Inilah Sosok Brigjen Hengki Haryadi..
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Nama Brigjen Hengki Hariyadi jadi perbincangan di tengah ketegangan antara Hercules dengan Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo.
Bukan tanpa alasan, Brigjen Hengki Haryadi merupakan sosok polisi yang berkali-kali berhasil menangkap Rosario de Marshall atau disapa Hercules.
Prestasi Brigjen Hengki Haryadi bukan hanya saat menangani Hercules, tapi juga preman legendaris lainnya seperti John Kei atau bernama lengkap John Refra.

- Kolase tvOnenews.com
Sejak saat itu, Brigjen Hengki Hariyadi menjadi momok yang menakutkan bagi para preman di Jakarta.
Saat ini, Brigjen Hengki Haryadi menjabat sebagai penyidik tindak pidana utama TK II Bareskrim Polri.
Yang cukup menyita perhatian juga adalah saat Hengki mengungkapkan kasus pembunuhan berantai atau serial killer Wowon Cs yang total korbannya 9 orang.
Seperti apa sepak terjang Brigjen Hengki Haryadi? sosok yang menangkap Hercules
Hengki Haryadi lahir di Palembang, 16 Oktobeer 1974 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996.
Pria lulusan SMA Taruna Nusantara punya pengalaman sebagai polisi di bidang reserse dan karier yang gemilang.
Ia pernah menjadi Kepala Satreskrim Polres Tulangbawang Lampung pada 2004, dan setahun kemudian diangkat menjadi Kapolsek Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.
Kariernya berlanjut pada tahun 2008 saat menjadi Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung.
Selang dua tahun kemudian, Hengki Hariyadi menyandang pangkat Komisaris Polisi (Kompol) dengan menjabat sebagai Pamen di Polda Metro Jaya.
Dari situ, kariernya di Jakarta dimulai, seperti saat menjadi bertugas Polres Metro Jakarta Barat, ia beberapa kali harus berhadapan dengan preman-preman kelas kakap seperti Hercules.
Saat itu, Hercules dan kelompoknya kerap melakukan tindakan kekerasan diserta pemalakan dan akhirnya dicokok oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Lagi-lagi, Hengki Haryadi kembali berhadapan dengan Hercules saat menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.
Hercules mencoba melakukan penguasaan lahan warga dan tindakan intimidasi.
Hercules pun ditangkap atas kasus penyerangan kompleks ruko di Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, Rabu (21/11/2018) mengungkapkan Hercules ditangkap terkait penguasaan lahan terhadap PT Nila Alam di Kalideres, Jakarta Barat, sejak Agustus hingga November 2018.
"Kasusnya itu terkait dengan penyerangan kompleks ruko di Kalideres, PT Nila Alam oleh 60 orang preman, dipimpin langsung oleh Hercules," ungkapnya.
Adapun Hercules saat itu resmi berstatus sebagai tersangka dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang Perusakan terhadap Barang atau Orang dan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, dengan ancaman penjara 7 tahun.

- Kolase tvOnenews.com
Sebelumnya diberitakan, terjadi ketegangan antara Ketua GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) dengan Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Perselisihan keduanya terjadi usai Hercules dengan lantang menghina Letjen (Purn) Sutiyoso dengan sebutan "sudah bau tanah".
Sontak saja pernyataan Hercules itu menjadi perbincangan hangat publik dan memicu reaksi keras dari kalangan Purnawirawan.
Salah satunya adalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang geram atas pernyataan dari Hercules.
Mantan Panglima TNI itu mengecam keras sikap Hercules yang dianggap tidak menghargai tokoh Militer Indonesia, Sutiyoso.
Dengan kemarahan besar, Gatot Nurmantyo menyindir Hercules dan disebut tidak tahu diri, karena dalam perjalanannya mendapat bantuan juga dari Purnawirawan TNI.
“Saya sudah dua bulan lebih puasa bicara, tapi begitu soal Hercules, ini kurang ajar nih orang. Tidak tahu diri. Dia merasa paling hebat,” kata Gatot, dalam pernyataan keras yang menyita perhatian publik.
Tak hanya mengecam, Gatot juga mengungkit masa lalu Hercules yang dikenal sebagai mantan TBO (Tenaga Bantuan Operasi)—dan menyebut bahwa keberadaan Hercules di Jakarta tak lepas dari bantuan para purnawirawan TNI juga.
“Ingat, kau dulu TBO. Bisa ke Jakarta juga karena bantuan purnawirawan. Kok ngomong seenaknya. Tidak sopan,” tegasnya.
"Sudah jadi raja kau? kamu itu preman, preman yang memakai pakaian Ormas, saya bisa buktikan kalau kau itu preman," sambungnya.
Hal lain yang membuat Gatot sangat marah kepada Hercules karena perlakuan Ormas GRIB beberapa waktu lalu di Depok.
Anggota GRIB yang melakukan pembakaran mobil Polisi di Depok.
"Ini yang buat saya marah, kejadian di Depok, polisi itu adalah alat negara yang melaksanakan ketertiban dan juga masyarakat, ketika akan mengangkat, dilawan, dikepung, negara apa ini? mobil negara mobilnya dibakar lagi," ungkapnya sambil dengan nada tinggi.
"Kalau saya diam, orang akan menyangka bahwa polisi sudah enggak ada. Ini bahaya untuk negara kesatuan Republik Indonesia," sambung Gatot Nurmantyo dilansir dari youtube Refly Harun Official. (ind)
Load more