News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cuitan Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi Viral, Pembuat Tweet Beri Penjelasan: Kalau Merasa Tersinggung, Problemnya Bukan pada Kata Nabi tapi Tidak Mampu Bedakan Makna Literal dan Simbolik

Viral di media sosial X terkait cuitan akun Dedy Nur @DedynurPalakka yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah memenuhi syarat untuk menjadi nabi. 
Rabu, 11 Juni 2025 - 10:34 WIB
Kader PSI Sebut Jokowi Sudah Memenuhi Syarat Jadi Nabi tapi Lebih Menikmati Jadi Manusia Biasa
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial X terkait cuitan akun Dedy Nur @DedynurPalakka yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah memenuhi syarat untuk menjadi nabi. 

“Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara di dunia lain masih ada saja yang tidak siap dengan realitas bahwa tugas kenegaraan beliau sudah selesai dengan paripurna,” tulis kader PSI itu pada 9 Juni 2025 lalu. 

Cuitannya itu sontak menjadi viral hingga dikomentari oleh berbagai kalangan. Salah satunya pemilik akun Jhon Sitorus. 

tvonenews

Deny Nur pun memberikan penjelasaanya soal kata “nabi” yang menjadi perbincangan itu. Inilah pernyataan lengkap dari pembuat tweet tersebut: 

Menjawab pertanyaan @jhonsitorus_19 soal kata nabi: 

ARGUMEN PERTAMA: “Jika Anda mengatakan Jokowi memenuhi syarat sebagai nabi, maka itu artinya Jokowi menerima wahyu dari Tuhan secara langsung. Dikau harus bisa buktikan itu agar tidak jadi polemik". Quotes dari @jhonsitorus_19.

Bantahan Logis dari Saya: Tidak semua penyebutan "nabi" berarti secara literal menerima wahyu dari Tuhan seperti yang dipahami dalam Islam atau Kristen.  

Dalam KBBI, definisi nabi adalah: "Orang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia”. 

Namun, dalam perbincangan filsafat, sastra dan tafsir sosial, kata nabi juga sering digunakan secara kiasan atau simbolik.  

Misalnya: 

"Socrates adalah nabi akal budi” 
"Karl Marx adalah nabi revolusi kelas”
"Buddha adalah nabi kesadaran batin”

Apakah semua itu berarti mereka mendengar suara Tuhan literal? Tentu tidak. Tapi mereka menyuarakan nilai-nilai agung, membawa pesan moral dan membimbing umat manusia dari kegelapan menuju pencerahan.

Jadi jika ada orang menyebut “Jokowi punya sifat kenabian”, itu belum tentu berarti "Jokowi adalah nabi literal yang menerima wahyu".

Bisa saja itu cara mengapresiasi konsistensi, keberanian atau nilai kepemimpinan visionernya.  

ARGUMEN KEDUA: “Tidak ada satu pun manusia yang mengatakan Jokowi memiliki sifat kenabian, kecuali Anda sendiri". Quotes dari @jhonsitorus_19.

Bantahan Obyektif Saya: Tidak perlu banyak orang untuk mengawali pemikiran. Banyak ide besar dalam sejarah justru berangkat dari satu orang yang melihat sesuatu yang orang lain belum lihat.

Dulu orang menganggap Nelson Mandela pengacau, sebelum akhirnya disebut pembawa cahaya rekonsiliasi.

Mahatma Gandhi dulu dianggap aneh dengan strategi ahimsa, sebelum dunia menyebutnya nabi tanpa senjata.  

Sifat kenabian tidak harus selalu disematkan oleh massa. Kadang, satu orang yang mampu menjaga integritas, sabar dalam difitnah, tidak membalas kebencian dengan kebencian dan tetap memimpin dengan ketenangan, jauh lebih mencerminkan karakter kenabian daripada mereka yang sibuk mengaku-ngaku “paling religius". 

Jadi kalaupun hanya satu orang yang mengatakan Jokowi punya sifat kenabian, itu sah sebagai penilaian pribadi yang berbasis pada nilai-nilai etis, bukan klaim wahyu literal.  

ARGUMEN KETIGA: “Nabi umat agama mana yang Anda maksud? Itu harus jelas". Quotes dari @jhonsitorus_19.

Bantahan Reflektif Saya : Justru inilah yang harus kita luruskan: Jangan anggap kata “nabi” hanya milik satu agama.

Faktanya, hampir semua peradaban punya tokoh “kenabian”—dalam pengertian pembawa nilai luhur, kebijaksanaan dan pencerahan.  

Contoh: Zoroaster di Persia kuno, Kong Hu Cu di Tiongkok, Siddharta Gautama (Buddha) di India, Isaiah, Musa, Yesus, Muhammad SAW—semua muncul di tempat dan waktu berbeda.

Menyebut "nabi" tanpa menamai agama spesifik bukan berarti salah. Itu bisa berarti kita bicara dalam kerangka universal tentang manusia-manusia agung yang membimbing zamannya—baik melalui wahyu, kesadaran batin atau kekuatan moral.  

PENUTUP REFLEKTIF: Jika seseorang merasa tersinggung hanya karena kata "nabi" digunakan dalam cara yang tidak mereka pahami secara literal, maka problemnya bukan pada kata nabi, tapi pada ketidakmampuan membedakan makna literal dan makna simbolik.

Dunia tidak hanya terdiri dari doktrin. Ada juga puisi, filsafat, sejarah dan tafsir yang hidup berdampingan.

Belajar memahami konteks itu jauh lebih mulia daripada cepat marah lalu menyebarkan kecurigaan.

Silakan diperiksa bantahan saya ini bro @jhonsitorus_19 jangan dikit-dikit tersinggung dan dikit-dikit lapor pak ada sang penista nabi muncul secara sengaja di X.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mari belajar merespons sebuah argumen dengan argumen, bukan dengan sentimen (quote Rocky Gerung).

Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan fenomena yang viral di media sosial. Belum ada wawancara langsung dengan para pihak terkait. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Aktif Bangun Citra Polantas, Anggota Polresta Karawang Dapat Penghargaan dari Kapolri

Aktif Bangun Citra Polantas, Anggota Polresta Karawang Dapat Penghargaan dari Kapolri

Anggota bernama Aipda Syarif Hidayat,SH ini seorang anggota polresta Karawang yang aktif memberikan edukasi terhadap masyarakat Karawang melalui media sosial. 
Hamas Tegaskan Siap Implementasikan Peta Jalan Perdamaian Gaza

Hamas Tegaskan Siap Implementasikan Peta Jalan Perdamaian Gaza

Hamas melalui juru bicaranya, Hazem Qassem, menegaskan kesiapannya untuk mengimplementasikan peta jalan perdamaian di Jalur Gaza.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Pandangan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Surakarta, Pak Mayor Haristanto yang tidak melihat kritik sebagai sesuatu yang harus selalu dipertentangkan dengan pemerintah.
Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Upaya pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia Timur.
Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan dipastikan pulang tanpa medali dari Asian Games 2026 setelah kembali gagal mencapai podium.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 50 Pati dari Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut Jadi Irjen Pol

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) 50 Perwira Tinggi (Pati) dan 4 PNS Polri.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Selengkapnya

Viral