News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemendagri Larang Ormas Gunakan Seragam Mirip TNI-Polri, Pemuda Pancasila Lempar Kritikan Pedas

Mencuat hingga menjadi sorotan sebagian Ormas soal Kemendagri melarang ormas mengenakan seragam mirip TNI, Polri, hingga aparat pemerintahan lainnya
Jumat, 20 Juni 2025 - 01:26 WIB
Ormas Pemuda Pancasila
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Mencuat hingga menjadi sorotan sebagian organisasi masyarakat (Ormas) soal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melarang ormas mengenakan seragam mirip TNI, Polri, hingga aparat pemerintahan lainnya. Sontak, hal ini mendapat kritikan pedas dari satu di antara Ormas Pemuda Pancasila (PP).

Hal ini dilontarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Pancasila (PP), Arif Rahman kepada awak media, Kamis (19/6/2025). Bahkan, ia menekankan bahwa seragam loreng oranye milik PP memiliki makna historis tersendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ia membantah bahwa seragam PP mirip TNI/Polri. Karena menurutnya, tentara tidak memiliki seragam loreng berwarna oranye. 

"Ya jadi gini, kita kan juga memakai seragam loreng itu kan ada sejarahnya, ada historisnya. Kalau dibilang mirip, mana ada tentara oranye warnanya. Itu sangat mencolok perbedaannya," beber Arif.

"Dan yang paling penting, kita ini ormas yang memang berdiri sejak tahun 1958 saat itu. Jadi memang ormas yang didirikan oleh para petinggi TNI untuk menghalau kekuatan-kekuatan kelompok komunis pada saat itu," tambahnya.

Kemudian, ia katakan, bahwa hal itulah yang membuat ormas berbeda dengan TNI, di mana loreng-loreng versi sipil berbeda dengan TNI.

Selain itu, ia meminta Kemendagri mengumpulkan ormas terlebih dahulu sebelum membuat larangan seperti itu. 

"Mengundang kami untuk membahas. Kalau memang diseragamkan, ya kita bisa ikutin. Tapi kan seragam kita kan memang loreng. Mungkin ada warna oranye, ada lurik-lurik seperti loreng, itu kan warna dari Pemuda Pancasila. Tapi itu kan berbeda sekali kalau bicara TNI/Polri," ucap Arif.

Dalam hal ini juga, Arif berpandangan, bahwa yang bermasalah adalah ormas-ormas lain yang seragamnya menyerupai TNI/Polri. 

Karena menurutnya, ada satgas dari ormas-ormas lain yang seragamnya mirip aparat.

"Kalau kita seragam memang loreng dari awal berdiri. Kita setuju saja kalau memang itu untuk kepentingan bangsa negara," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menegaskan bahwa tidak diperbolehkan adanya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengenakan pakaian menyerupai TNI/Polri maupun Kejaksaan.

Hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi ormas di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Bahtiar menyampaikan, bahwa berorganisasi di bidang sosial kemasyarakatan dijamin oleh Undang-Undang (UU) sebagai bentuk kebebasan berserikat dan berkumpul yang dilindungi negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi berserikat dan berkumpul dalam konteks bernegara, masyarakat (termasuk ormas) dibatasi oleh hak-hak lain, dalam bentuk norma, nilai, dan hukum yang sesuai dengan Pasal 28 J UUD 1945 dan sudah diatur hukumnya dalam UU Ormas," ujar Bahtiar.

"Larangannya tidak boleh menggunakan pakaian-pakaian yang sama dengan pakaian TNI/Polri atau lembaga pemerintahan lainnya, harus ditertibkan, jangan pakai pakaian seperti jaksa, polisi, itu harus ditertibkan," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

​Kasubag Binkar Polres Metro Jakarta Barat Kompol Anggoro Winardi mengatakan kedua remaja tersebut terjaring di Jalan Tubagus Angke, tepatnya di depan Rumah Pompa Wijaya Kusuma, Tambora.
Deddy Sitorus: Saya Heran Kenapa Partai Lain Terkesan Tidak Ikhlas PDIP di Luar Pemerintahan

Deddy Sitorus: Saya Heran Kenapa Partai Lain Terkesan Tidak Ikhlas PDIP di Luar Pemerintahan

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus angkat bicara terkait sikap partainya yang memilih berada di luar pemerintahan dan menjadi partai penyeimbang.
Legislator PDIP Ungkap Banyak Anggota DPR Takut Menyampaikan Pendapat

Legislator PDIP Ungkap Banyak Anggota DPR Takut Menyampaikan Pendapat

Deddy mengatakan partai politik yang berada di dalam pemerintahan merasa takut untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Sebab, mereka mendapat kursi jabatan di kabinet.
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan serta monitoring dan evaluasi yang terpadu dan berbasis data perlu dilakukan di daerah.
John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan kekuatan untuk Piala AFF 2026. Selain Luke Vickery dan Mitchell Baker, ada 3 nama yang bisa jadi kejutan.
Punya Properti Warisan atau Baru Dibeli? Segera Perbarui Data PBB-P2

Punya Properti Warisan atau Baru Dibeli? Segera Perbarui Data PBB-P2

Bapenda DKI Jakarta menegaskan bahwa data kepemilikan yang sesuai akan membantu wajib pajak memastikan kewajiban PBB-P2 tercatat atas nama pihak yang tepat.

Trending

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Pemerintah Indonesia secara serius membidik posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN yang direncanakan pada September hingga Oktober 2026. 
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Striker VVV-Venlo, Dean Zandbergen, kembali memberikan update terbaru terkait peluangnya untuk membela Timnas Indonesia. Akui belum ada perkembangan berarti.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 21 Juni 2026 diprediksi menjadi salah satu momentum paling panas dalam pergerakan energi keuangan bagi beberapa zodiak. Ini zodiak yang bercuan deras.
Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan target ambisius untuk melindungi 10 juta pekerja informal dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. 
Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra Positif, PSI Perlu Konvensi Jadi Program Kerja

Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra Positif, PSI Perlu Konvensi Jadi Program Kerja

Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) secara terang-terangan memberikan dukungannya kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Vs Australia

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Vs Australia

Pertandingan Amerika Serikat vs Australia dapat disaksikan pada Sabtu (20/6/2026). Berikut link live streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia.
Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh segala upaya yang bertujuan memajukan prestasi sepak bola Indonesia, termasuk dalam hal naturalisasi pemain keturunan. 
Selengkapnya

Viral