News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Prabowo Kembali Beri Peringatan Keras ke Para Menterinya

Presiden Prabowo Subianto Kembali beri peringatan keras ke para menterinya, agar bekerja dengan sungguh-sungguh mengabdi kepada rakyat Indonesia.
Selasa, 1 Juli 2025 - 00:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat Groundbreaking Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).
Sumber :
  • Sekretariat Presiden

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto Kembali beri peringatan keras ke para menterinya, agar bekerja dengan sungguh-sungguh mengabdi kepada rakyat Indonesia.

Presiden Prabowo meminta agar seluruh jajaran pejabat di kabinet dapat bekerja dengan baik demi kemajuan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya terima kasih tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat, yang tidak bisa ikut cepat kita tinggalkan di pinggir jalan saja," ucap Presiden Prabowo di peresmian Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

Prabowo mengatakan seluruh rakyat Indonesia menuntut agar kabinetnya dapat bekerja dengan optimal.

Ia menyebut rakyat Indonesia menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk membawa kemajuan bagi Indonesia.

Prabowo pun memastikan bahwa hilirisasi di Indonesia akan terus berjalan di bawah kepemimpinannya.

"Hitungan saya tidak lama, lima tahun paling lambat enam tahun, tujuh [tahun], kita bisa swasembada energi," ucapnya.

Ini bukan kali pertama Prabowo memberikan peringatan keras terhadap jajaran menteri untuk bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh.

Prabowo pada masa enam bulan pemerintahannya telah memberikan peringatan terhadap sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang dinilai masih 'bandel' dan tidak bekerja dengan benar untuk rakyat.

Dalam pidatonya di acara Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) pada Rabu (5/2), Prabowo memberi peringatan akan menindak menteri yang tidak berubah meski sudah berulang kali diberikan peringatan.

"Siapa yang bandel, siapa yang ndablek, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini dengan tuntutan rakyat pemerintah yang bersih siapa yang tidak patuh saya akan tindak," ujarnya.

Selepas acara, Prabowo kembali menegaskan kepada awak media bahwa dirinya akan menyingkirkan Menteri yang tidak bekerja dengan baik untuk kepentingan rakyat. Hal itu juga ia sampaikan menjawab peluang adanya reshuffle atau kocok ulang kabinet pasca 100 hari kerja Kabinet Merah Putih.

"Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan," tuturnya.

Perangi Korupsi

Prabowo juga telah mewanti-wanti dan menyerukan perlawanan terhadap perilaku korup. Ia meminta masyarakat turut mengawasi kelakuan para pejabat yang bekerja di pemerintahannya.

Saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan Hari Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila,Selasa (2/6), Prabowo mengatakan masih banyak koruptor yang mencuri uang rakyat dan kekayaan negara dalam jumlah yang sangat besar.

"Kekayaan kita, sekali lagi, sangat besar, tetapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat," jelasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk melaporkan seluruh bentuk penyelewengan para pejabat atau pemimpin yang terjadi di sekeliling mereka.

"Kalau ada bukti, segera siarkan, jangan mau terima penyelewengan jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya," ujarnya.

Di sisi lain, Prabowo juga mengajak seluruh pihak yang diberi kepercayaan oleh rakyat untuk dapat kembali ke nilai-nilai Pancasila. Ia kemudian mengancam tidak akan segan-segan memberhentikan pejabat yang menyeleweng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu-ragu tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, partai mana, suku mana yang tidak setia kepada negara yang melanggar UU yang melanggar UUD akan kita tindak," tuturnya.

"Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti, semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," jelasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Spanyol Singgung Timnas Indonesia, Alasan Emil Audero Gabung Rayo Vallecano Terkuak

Media Spanyol Singgung Timnas Indonesia, Alasan Emil Audero Gabung Rayo Vallecano Terkuak

Alasan Emil Audero bergabung dengan Rayo Vallecano terkuak. Media Spanyol juga menyinggung Timnas Indonesia usai sang kiper menyelesaikan kepindahan.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Prabowo Panggil Panglima TNI-Kapolri, Lapor Situasi Nasional hingga Penanganan Karhutla

Prabowo Panggil Panglima TNI-Kapolri, Lapor Situasi Nasional hingga Penanganan Karhutla

Presiden RI Prabowo Subianto menerima Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
Megawati Hangestri Liburan Bareng Jung Ho-young, Yeum Hye-seon Pilih Main Game dengan 'Bocil' Red Sparks

Megawati Hangestri Liburan Bareng Jung Ho-young, Yeum Hye-seon Pilih Main Game dengan 'Bocil' Red Sparks

Di saat Megawati Hangestri liburan bareng Jung Ho-young, kapten Yeum Hye-seon memilih untuk gelar permainan kuis dan mengajak junior-juniornya di Red Sparks.
Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Jordan Wilson mengungkap proses adaptasinya bersama Hyundai Hillstate di Korea Selatan. Pevoli asal Amerika Serikat itu menyebut Megawati Hangestri sebagai.
Mengenal Moma Bassoko, 'Monster Opposite' yang Bisa Jadi Ancaman Serius Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026

Mengenal Moma Bassoko, 'Monster Opposite' yang Bisa Jadi Ancaman Serius Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026

Mengenal Moma Bassoko, monster opposite yang pernah jadi andalan Hyundai Hillstate dan kini berpotensi menjadi ancaman Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026.

Trending

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Emil Audero Resmi Gabung Rayo Vallecano dengan Status Pinjaman dari Como

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Emil Audero Resmi Gabung Rayo Vallecano dengan Status Pinjaman dari Como

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, sudah resmi bergabung dengan Rayo Vallecano dengan status pinjaman dari Como. Hal ini bisa berdampak baik untuk skuad Garuda.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Prabowo Terbang ke Rusia Hadiri EEF Didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya

Prabowo Terbang ke Rusia Hadiri EEF Didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya

Keberangkatan Prabowo ke Rusia untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) Ke-11 di Vladivostok yang berlangsung pada 1–4 September 2026.
Presiden Gelar 4 Ratas, Panggil Panglima TNI-Kapolri Minta Laporan Penanggulangan Karhutla

Presiden Gelar 4 Ratas, Panggil Panglima TNI-Kapolri Minta Laporan Penanggulangan Karhutla

Presiden Prabowo ingin mendengar laporan terbaru dari keduanya mengenai penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra.
Polisi Didesak Tangkap Pembunuh Pedagang Cermin hingga Usut Aksi Ormas dalam Kerusuhan Pejompongan

Polisi Didesak Tangkap Pembunuh Pedagang Cermin hingga Usut Aksi Ormas dalam Kerusuhan Pejompongan

Usman Hamid juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas aksi kekerasan oleh sekelompok massa dalam kericuhan di Pejompongan pasca demo 27 Agustus 2026 lalu.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Tampang Pelaku Pembunuhan Wanita Terbungkus Kardus di Bandung, Hendak Kabur ke Palembang

Tampang Pelaku Pembunuhan Wanita Terbungkus Kardus di Bandung, Hendak Kabur ke Palembang

Tersangka pembunuhan wanita terbungkus kardus berinisial SDS telah ditahan di tahanan Mapolrestabes Bandung, guna penyelidikan motif pelaku habisi nyawa korban.
Selengkapnya

Viral