News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walhi Siap Berikan Data dan Informasi Terkait Mafia Tambang Emas di Sekotong Lombok Barat

Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah membongkar indikasi peran mafia dalam aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Sekotong Kabupaten Lombok Barat
Sabtu, 5 Juli 2025 - 18:28 WIB
Lokasi tambang emas ilegal yang diduga dikelola TKA China di kawasan IUP PT Indotan di wilayah Sekotong, Lombok Barat, NTB, Jumat (4/10/2024).
Sumber :
  • ANTARA/HO-KPK

Jakarta, tvOnenews.com - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah membongkar indikasi peran mafia dalam aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Langkah Kejati NTB tersebut mendapat dukungan penuh dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin menunjukkan sikap dukungan dengan menyatakan siap memberikan data dan informasi agar persoalan hukum yang muncul dalam aktivitas tambang di Sekotong itu terungkap.

"Kami siap. Kalau diminta melengkapi data, walaupun kami tidak punya, kami akan melakukan investigasi dan observasi. Ini bagian dari upaya menegakkan tata kelola SDA (sumber daya alam) yang baik di NTB, khususnya di Sekotong," katanya, di Mataram pada Sabtu (5/7/2025).

Amri mengatakan bahwa Walhi NTB sudah pernah meminta kejelasan dari progres penanganan di Kejati NTB terkait langkah penyelidikan tentang dugaan korupsi tambang di Sekotong.

Namun, upaya Walhi NTB untuk mengawal penanganan hukum di Kejati NTB ini belum juga mendapatkan respons.

"Kami pernah mengajukan hearing dan bersurat ke kejati. Tetapi, belum ada respons terkait ingin mengetahui update. Kami belum mendapatkan waktu dari mereka (Kejati NTB)," ujarnya.

Sempat terjadi keributan warga sekitar Kawasan pertambangan. Sekelompok masyarakat membakar kamp pekerja di lokasi penambangan yang kini terungkap ilegal.

Polres Lombok Barat kemudian turun tangan dan kini menangani persoalan tersebut pada tahap penyidikan.

"Dugaan adanya tenaga kerja asing (TKA) asal China menjadi bagian penelusuran dari aktivitas tambang emas ilegal tersebut," ujarnya.

Begitu juga dengan Kementerian Lingkungan Hidup yang melakukan penanganan dalam tahap penyidikan untuk persoalan berbeda, yakni perihal aktivitas tambang ilegal yang diduga melanggar aturan kawasan.

Walhi melihat hal tersebut sebagai sebuah kesengajaan dan mengindikasikan adanya keterlibatan aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

"Aktivitas penambangan di kawasan Sekotong ini terbilang sudah cukup lama berjalan hingga adanya aktivitas sekelas perusahaan seperti menghadirkan truk, alat berat maupun bangunan kamp tambang," ujarnya.

Atas adanya kondisi tersebut, menurut dia, pemerintah daerah ataupun penegak hukum terkesan tutup mata dan sengaja melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan yang sudah merugikan alam tersebut.

"Jadi, APH seharusnya mengetahui sedini mungkin. Karena tidak mungkin APH tidak ada tahu ada alat besar masuk ke wilayah pertambangan," kata Amri.

Dia turut mendorong agar kepolisian dan Bidang Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera menarik kesimpulan dari penyidikan yang berjalan.

"Jika tidak segera tuntas, maka patut kita duga bahwa APH tidak bekerja. Bahkan mungkin mereka ikut terlibat, yang kemudian itu menjadi topangan pihak penambang," ujarnya.

Kepala Kejati NTB Enen Saribanon sebelumnya mengungkapkan pihaknya melakukan penyelidikan kasus ini dari hasil koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tindak lanjutnya, Kejati NTB menelusuri indikasi pidana korupsi dengan mengumpulkan dokumen dan keterangan para pihak terkait yang mengetahui tentang aktivitas tambang emas ilegal di Sekotong.

Enen meyakinkan apabila seluruh kelengkapan dokumen dan keterangan terkait sudah rampung, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

"Ekspose ini apakah nantinya akan tingkatkan ke tahap selanjutnya atau bagaimana," ucap dia. (ant)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).
Delapan Pemuda di Ciracas Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran

Delapan Pemuda di Ciracas Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, petugas mengamankan delapan pemuda setelah melakukan pengejaran terhadap sekelompok remaja yang diduga hendak terlibat tawuran.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).

Trending

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Selengkapnya

Viral