News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suryadharma Ali Wafat di Usia 69 Tahun: Jejak Karier dan Warisan Politik Sang Menteri Agama

Tokoh politik nasional wafat di usia 69 tahun. Jejak karier, dedikasi, dan dinamika perjalanan hidupnya jadi bagian penting sejarah pemerintahan Indonesia.
Kamis, 31 Juli 2025 - 15:11 WIB
Suryadharma Ali.
Sumber :
  • VIVA

Jakarta, tvOnenews.com – Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam lanskap politik dan pemerintahan nasional. Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si., mantan Menteri Agama Republik Indonesia, meninggal dunia pada Kamis, 31 Juli 2025 pukul 04.25 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Beliau wafat pada usia 69 tahun.

Jenazahnya semula direncanakan akan dimakamkan di Pondok Pesantren Miftahul 'Ulum, Bekasi. Namun, atas instruksi dari Istana Negara, almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, dalam upacara militer pada Kamis sore setelah Shalat Ashar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meninggalnya Suryadharma Ali membuat banyak orang mengenang perjalanan karirnya serta pendidikannya selama ini. Berikut tvOnenews berikan informasinya secara lengkap. 

Jejak Awal: Pendidikan dan Latar Keagamaan

Suryadharma Ali lahir di Jakarta pada 19 September 1956. Latar belakang pendidikannya berasal dari lingkungan akademik keagamaan. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendidikan tersebut menjadi landasan penting dalam kiprahnya sebagai politisi yang membawa nilai-nilai keislaman dalam kancah nasional.

Kiprah Politik: Dari PPP ke Kabinet Indonesia Bersatu

Suryadharma memulai karir politiknya melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebuah partai berbasis Islam yang berpengaruh di Indonesia. Ia menapaki tangga organisasi dengan cepat dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum PPP selama dua periode dari 2007 hingga 2014.

Sebelum menjadi Menteri Agama, ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) pada era Kabinet Indonesia Bersatu I (2004–2009). Dalam jabatan itu, ia dikenal memperjuangkan penguatan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM.

Namun, namanya semakin dikenal publik luas saat dipercaya menjadi Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014) di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama masa jabatannya, ia mendorong reformasi layanan keagamaan, termasuk modernisasi sistem informasi haji dan peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana keagamaan.

Pencapaian dan Kontroversi

Suryadharma dinilai berperan dalam memperbaiki tata kelola administrasi di Kementerian Agama, terutama dalam pelayanan haji yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan publik. Ia juga mendukung upaya digitalisasi layanan keagamaan dan memperkuat pendidikan Islam melalui berbagai kebijakan afirmatif.

Namun, kariernya tidak lepas dari kontroversi. Pada tahun 2014, Suryadharma Ali tersandung kasus korupsi terkait dana penyelenggaraan ibadah haji. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan proses hukum akhirnya membawanya ke jeruji besi dengan vonis enam tahun penjara, denda ratusan juta rupiah, serta kewajiban mengganti kerugian negara puluhan miliar rupiah.

Warisan dan Kenangan

Meski terjerat kasus hukum, warisan Suryadharma Ali dalam hal reformasi birokrasi dan pembangunan sistem keagamaan nasional tetap dikenang. Banyak pihak, termasuk tokoh-tokoh Kementerian Agama, mengenangnya sebagai sosok yang berkomitmen memperkuat institusi keagamaan dan menjembatani peran agama dalam kehidupan bernegara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keluarga Besar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si. Menteri Agama RI Periode 2009–2014,” tulis akun resmi Ditjen Bimas Islam melalui Instagram.

Kepergiannya menutup satu babak panjang dalam sejarah politik Islam Indonesia modern. Suryadharma Ali tidak hanya dikenal sebagai politisi, tetapi juga sebagai sosok yang mencoba menyatukan nilai-nilai keislaman dalam sistem pemerintahan dan pelayanan publik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair mengalami mual, muntah hingga pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo pada Senin (28/9/2026).
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 shio diprediksi beruntung soal karier besok 30 September 2026. Ada peluang menunjukkan kemampuan, mendapat kepercayaan baru, hingga menemukan kesempatan menarik.
Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menemukan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jelang menghadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral! Guru Laki-laki di Subang Diduga Rekam Bagian Rok Siswi saat Ambil Ijazah

Viral! Guru Laki-laki di Subang Diduga Rekam Bagian Rok Siswi saat Ambil Ijazah

Sebuah video viral di Instagram menunjukkan aksi tidak senonoh guru laki-laki di salah satu SMP di Subang yang diduga kedapatan merekam bagian rok dari siswinya
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
Selengkapnya

Viral