GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasha Ungu Beberkan Dua PR Besar Prabowo Soal Haji: Biaya Terjangkau dan Transisi BPH

Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Pramono Said atau yang akrab disapa Pasha Ungu, menilai ada dua pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Jumat, 15 Agustus 2025 - 09:49 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Pramono Said atau Pasha Ungu
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com — Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Pramono Said atau yang akrab disapa Pasha Ungu, menilai ada dua pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait penyelenggaraan ibadah haji.

“Kalau dari saya yang hari ini tugasnya di Komisi VIII, PR Bapak Prabowo itu satu, bagaimana kemudian biaya ibadah haji ini bisa jauh lebih terjangkau. Yang kedua, transisi dari Kemenag ke BPH (Badan Penyelenggara Haji) pada ibadah haji ini harus smooth, harus tertib, harus baik, dan pelaksananya bisa optimal,” kata Pasha di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasha juga menyoroti persoalan kuota haji yang setiap tahun kerap menimbulkan masalah. Menurutnya, Komisi VIII DPR memiliki tugas berat untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan lebih optimal.

“Saya kira ini masalah yang menurut saya sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Hari ini, Komisi VIII punya PR yang cukup berat dan cukup besar, bagaimana penyelenggara betul-betul bisa menjadi apa ya… jangan sampai salah-salah. Kita berharap pembenahan di penyelenggara ini jauh lebih optimal dan lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa hingga saat ini kuota haji Indonesia untuk tahun 2026 masih menggunakan kuota dasar.

Ia menegaskan, kepastian kuota tambahan baru akan diketahui setelah pemerintah Arab Saudi mengirimkan surat resmi usai penyelenggaraan haji.

“Sepanjang informasi yang kami dapatkan, kuota masih kuota basic ya, kuota dasar. Sebagaimana setiap tahun, biasanya setelah penyelenggaraan haji itu segera pemerintah Arab Saudi itu mengirimkan surat yang isinya adalah perencanaan kuota,” ujar Prasetyo di Press Room Istana, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2025).

Ia menuturkan, proses haji merupakan tahapan panjang yang dimulai dari penentuan kuota, pencocokan dengan database jemaah yang telah mengantre, hingga penyusunan jadwal dan teknis pemberangkatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena proses haji itu kan memang panjang ya, dimulai dengan kuota, kemudian dari situ nanti dengan database jemaah haji kita yang sudah mengantre, dari situ mulai dicocokkan,” jelasnya.

Namun untuk detail angka dan distribusi kuota, Prasetyo menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Agama dan Badan Haji. (Agr/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT