GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Algojo yang Menembak Mati DN Aidit di Tepi Sumur, Sempat Dengarkan Pidato Dedengkot PKI itu

Perjalanan seorang algojo, Kolonel Jasir Hadibroto di tragedi G30S PKI. Anak buah Soeharto itu mempersilakan dedengkot PKI, Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) pidato sebelum dieksekusi mati.
Kamis, 4 September 2025 - 21:21 WIB
Dedengkot G30S PKI, DN Aidit (kiri) & Kolonel Jasir Hadibroto (kanan)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Algojo yang mengeksekusi Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit sempat mendengar ucapan pidato pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut.

Momen mencekam seorang algojo bernama Kolonel Jasir Hadibroto eksekusi mati DN Aidit di tepi sumur tercatat dalam sejarah peristiwa G30S PKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, tragedi G30S PKI merupakan salah satu insiden yang menyedihkan di Indonesia, tujuh Pahlawan Revolusi menjadi dibunuh secara sadis.

Tujuh Pahlawan Revolusi yang tewas saat G30S PKI, di antaranya Jenderal Ahmad Yani, Letjen S. Parman, Letjen R. Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean.

Mereka menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh sekelompok pemuda PKI yang berdalih melindungi Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno.

Adapun jasad mereka ditemukan di sumur tua, tepatnya di Lubang Buaya, Jakarta Timur pada 3 Oktober 1965.

Kisah pembunuhan tujuh Pahlawan Revolusi ini selalu menarik, namun ada cerita lain yang patut dibahas yakni seperti apa sosok algojo mengeksekusi DN Aidit.

Jasir Hadibroto Penuhi Tugas dari Soeharto

Kolonel Jasir Hadibroto, algojo yang menembak mati DN Aidit, pentolan G30S PKI
Kolonel Jasir Hadibroto, algojo yang menembak mati DN Aidit, pentolan G30S PKI
Sumber :
  • Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Lampung

 

Jasir Hadibroto merupakan salah satu sosok yang menewaskan DN Aidit, salah satu dedengkot G30S PKI.

Kisah mulanya Jasir Hadibroto mendapat jatah eksekusi mati pentolan PKI itu saat ingin angkat kaki dari Kisaran, Sumatera Utara.

Jasir dan pasukannya harus melakukan operati pendaratan di Malaysia, namun harus sirna karena mendapat perintah dari Mayjen Soeharto.

Jasir mau tak mau harus menuju Jakarta, mereka menggunakan kapal laut untuk tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Jasir pun sampai ke Markas Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) setelah tiba di seberang Stasiun Gambir pada 13 Oktober 1965.

Jasir langsung membuat laporan kepada Mayjen Soeharto yang saat itu memerintah dirinya lantaran menjabat Panglima Kostrad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu Jasir memboyong pasukan Brigade Infanteri IV/Diponegoro yang ditugaskan menuju Jawa Tengah.

Menariknya, Soeharto yang hanya modal menggunakan kaos oblong kebetulan lagi tiduran dan langsung dibangunkan Jasir.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Nasarudin selaku Ketua Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran menilai kritik Sudirman Said perlu dipahami secara objektif dengan mempertimbangkan situasi gejolak geopolitik saat ini.
Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Banyak bisnis masih memisahkan fungsi advertising dengan sistem operasional yang menangani pelanggan setelah iklan berjalan. Akibatnya, banyak potensi transaksi hilang
Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Secara garis besar, Children of Heaven versi Indonesia tetap mempertahankan inti cerita dari film aslinya. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam
Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral