GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Guyon Purbaya soal Perbandingan Gaji Jadi Menkeu dan Bos LPS, Tak Disangka-sangka untuk Sekarang Bikin Terkejut

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membandingkan gaji saat menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan jabatannya sekarang.
Kamis, 11 September 2025 - 21:14 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • ANTARA/Dhemas Reviyanto/YU/aa

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membandingkan gaji saat menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Purbaya mengatakan, ada perbedaan mengenai gaji jika membandingkan antara jabatan sebagai bos LPS dan Menkeu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Purbaya, apabila dibandingkan dengan jabatan sekarang sebagai Menkeu, tidak selaras dengan pendapatan dirinya saat menjadi LPS.

Dengan nada guyonnya, Purbaya menyebut jabatan sebagai Ketua DK LPS lebih enak ketimbang Menkeu.

"Di sana (LPS) urusan gaji gede, saya enjoy kerja di LPS lima tahun, sudah gaji gede, nggak ada bank gede bangkrut," ungkap Purbaya di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • Antara

 

Ia menjelaskan alasan dirinya sangat menikmati jabatan Ketua DK LPS, saat itu eks lembaga dipimpinnya jarang bekerja keras.

Selama lima tahun di LPS, kata dia, kondisi perbankan saat itu masih relatif normal dan tidak mengalami kendala apa pun.

Ia menambahkan, gaji besar dan pekerjaan tidak begitu numpuk membuat dirinya sangat enjoy memegang amanah sebagai Ketua DK LPS.

"Jadi, lima tahun (masih ada) nganggur saya," tambahnya sambil guyon.

Walau demikian, LPS di bawah naungannya langsung sigap bekerja keras apabila bank-bank mengalami kejatuhan.

Lebih lanjut, Purbaya menceritakan kondisi dirinya sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menkeu baru.

Diketahui, Purbaya belum lama ini resmi menjabat Menkeu untuk menggantikan peran Sri Mulyani yang di-reshuffle Presiden Prabowo.

Pengumuman Purbaya sebagai Menkeu baru di susunan Kabinet Merah Putih berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Adapun penetapan Purbaya menjadi Menkeu berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh dan matang dari keputusan Presiden Prabowo.

Kemudian, dalam benak yang muncul pertama, Purbaya langsung berpikir terkait gaji sebagai Menkeu.

Rasa penasarannya mengenai gaji Menkeu semakin bergejolak, khususnya apakah ada perbedaan mencolok saat menjabat bos LPS.

Pria asal Bogor itu langsung bergegas untuk menanyakan tentang besaran gaji yang diterimanya kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu.

Purbaya tak menyangka jawaban Sekretaris Jenderal Kemenkeu membuat dirinya terkejut terkait gaji menjadi Menkeu.

Hal ini mengingat tugas sebagai Menkeu sangat berat, apalagi tanggung jawabnya sangat banyak karena berurusan pada negara.

"Saya tanya Sekjen, 'eh gaji saya berapa? Dia menjawab sekian. Sekarang waduh turun'," tutur Purbaya.

Akan tetapi, rasa syukur Purbaya tidak terbendung telah mendapat kepercayaan diangkat sebagai Menkeu oleh Presiden Prabowo.

Merujuk Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok menteri di Indonesia sekisar Rp5.040.000/bulan.

Tunjangan jabatan menjadi menteri mencapai angka Rp13.608.000/bulan. Artinya, satu menteri memperoleh gaji Rp18.648.000.

Meski demikian, pendapatan seorang menteri bisa bertambah apabila ada tunjangan dan berbagai fasilitas lainnya, seperti Asuransi kelas VVIP, rumah dinas, dana taktis, dan sebagainya.

Sementara, gaji pokok sebagai Ketua DK LPS menyentuh angka senilai Rp85 juta/bulan.

Untuk gaji pokok Wakil Ketua DK LPS berbeda 10 juta dari jabatan ketua, yakni sebesar Rp75 juta/bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(hap)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam mulai khawatir John Herdman akan membawa Timnas Indonesia kembali ke era Shin Tae-yong dari segi penggunaan taktik di atas lapangan. Apa katanya?
Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Keputusan itu diambil AFC setelah CAHN terbukti menurunkan dua pemain yang tidak memenuhi syarat tampil.
Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Vicky Prasetyo terlibat kasus dugaan penipuan. Korban mengungkapkan sang artis meminjam uang Rp700 juta dan menjanjikan suaminya jadi cawabup Bandung Barat.
Geger! Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Damkar Pastikan Api Sudah Padam

Geger! Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Damkar Pastikan Api Sudah Padam

Insiden kebakaran melanda pusat perbelanjaan di Mal Ciputra Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, Selasa (17/2/2026).
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Tiga Amalan Pokok Ramadhan, Bukan Sekadar Tahan Lapar dan Haus

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Tiga Amalan Pokok Ramadhan, Bukan Sekadar Tahan Lapar dan Haus

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tiga amalan pokok Ramadhan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar puasa menghasilkan takwa dan ampunan Allah SWT.
Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Patroli Karhutla

Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Patroli Karhutla

Tim gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintensifkan pemadaman dan patroli titik api di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT