GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Guru Besar Indonesia Minta Pemerintah untuk Kemerdekaan Palestina

Ratusan guru besar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan luar negeri yang membantu kemerdekaan Palestina.
Sabtu, 20 September 2025 - 06:42 WIB
Guru Besar Indonesia Minta Pemerintah untuk Kemerdekaan Palestina
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Ratusan guru besar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mendesak Pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan luar negeri yang membantu kemerdekaan Palestina.

Para profesor ini meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mereformasi Dewan Keamanan yang ada di lembaga tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami berharap dukungan ini akan mendorong Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan kalibrasi kebijakan luar negeri yang mempertemukan itikad mulia membela Palestina dengan semua tantangan yang ada, serta Indonesia tetap bertekad mengawal dan membersamai bangsa Palestina sampai merdeka,” kata Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah, saat membacakan pernyataan sikap tersebut, di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok, mengutip Antara pada Sabtu.

Sebanyak 880 guru besar di berbagai kampus di Indonesia menyepakati pernyataan sikap tersebut, baik daring maupun luring.

Selain Prof. Heri, guru besar lain yang turut menandatangani, antara lain Prof. M. Mahfud MD, Prof. R. Siti Zuhro, Prof. Fasli Jalal, Prof. Didik J. Rachbini, Prof. Nuhfil Hanani, Prof. M. Nasih, Prof. Widodo, Prof. M. Madyan, Prof. Suharnomo, Prof. Jamaluddin Jompa, Prof. Budi Wiweko, Prof. Eko Prasojo, Prof. Tirta N. Mursitama, Prof. Yayan Rahtikawati, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, dan Curie Maharani

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Prof. Heri, para guru besar meminta Pemerintah Indonesia konsisten mengawal implementasi keputusan Sidang Umum PBB ke-80 hingga terwujudnya negara Palestina yang merdeka.

Selain itu, Pemerintah Indonesia diminta mempertimbangkan rincian legal-formal yang harus disiapkan dan disepakati seperti batas-batas negara, definisi bangsa Palestina, mandat pemerintahan, dan sebagainya.

“Upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang,” ujar Prof. Heri.

Para guru besar juga mendesak agar Pemerintah Indonesia memperjuangkan dengan segera pemberian jaminan keamanan dan keselamatan bagi rakyat Palestina.

Hal ini bisa dilakukan melalui pengiriman Pasukan Perdamaian PBB ke wilayah yang mengalami konflik.

“Harus diingat, konflik Palestina-Israel pada hakikatnya adalah akibat dari penjajahan, okupasi, pengusiran paksa, serta perampasan wilayah bangsa Palestina oleh zionisme,” tegas Prof Heri.

Para guru besar mendesak Pemerintah Indonesia menolak opsi relokasi penduduk Gaza dengan dalih apa pun, termasuk alasan rekonstruksi pasca perang.

Pemerintah Indonesia harus memberikan bantuan pengobatan, pendidikan, dan lainnya di luar wilayah Palestina setelah ada jaminan bahwa mereka boleh kembali ke rumahnya.

“Kita juga menuntut Pemerintah Pendudukan Zionis menghentikan okupasi ilegal di wilayah Palestina, segera keluar dari wilayah yang ditetapkan Resolusi PBB No. 181/1947, dan memberikan pertanggungjawaban atas semua pelanggaran hukum internasional sebagaimana yang diputuskan oleh ICC,” paparnya.

Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan komitmen dalam mendukung dan memberikan bantuan kepada bangsa Palestina, baik melalui Indonesian Aid, maupun bantuan kemanusiaan, pengobatan, dan pendidikan, hingga perluasan hubungan perdagangan untuk jangka panjang agar dapat membantu negara Palestina merdeka dan mandiri.

Selain itu, pihaknya mendukung Reformasi DK PBB melalui tata kelola yang lebih inklusif, representatif, dan berkeadilan.

“Hal ini dapat dimulai dari perluasan Anggota Tetap DK PBB dan penghapusan Hak Veto yang hanya dimiliki lima negara Anggota Tetap DK PBB saat ini. Reformasi DK PBB dipandang penting untuk mendukung efektivitas pasukan perdamaian dan memastikan PBB tetap relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Prof. Heri juga meminta masyarakat mewaspadai disinformasi yang dilancarkan gerakan zionisme di Indonesia. 

Disinformasi yang sengaja membenturkan pemerintah dan masyarakat terkait berbagai isu, seperti pembukaan hubungan diplomatik apabila Israel mengakui negara Palestina dan kesediaan Indonesia menampung pengungsi Palestina di Indonesia tanpa jaminan untuk dikembalikan.

“Disinformasi ini harus dilawan bersama oleh pemerintah, pendidik, pemuka agama, dan tokoh masyarakat. Kami juga mendukung Presiden Prabowo Subianto menyuarakan komitmen bangsa dan negara Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina dan Reformasi DK PBB dalam Sidang Umum PBB ke-80 pada 23 September 2025,” pungkasnya.

Sementara itu, Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zuhro menyampaikan bahwa para guru besar yang menandatangani pernyataan sikap tersebut berasal dari lintas agama, lintas bidang keilmuan, serta lintas generasi.

Ini menunjukkan berbagai elemen masyarakat di Indonesia sangat peduli dengan permasalahan kemanusiaan di Gaza. 

Ia juga menyebut bahwa isu kemanusiaan di Palestina bukan hanya milik bangsa Indonesia, melainkan juga negara lain di Benua Eropa dan Amerika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Indonesia secara umum tidak perlu dipertanyakan lagi tentang atensinya serta empati tingginya terhadap isu kemanusiaan ini. Tidak sekadar pernyataan, Indonesia hadir dengan kontribusi berupa pangan dan bantuan lainnya yang dikirim untuk warga Gaza,” ujar Prof. Siti.(ant/ree)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Volume Kendaraan Meningkat, Contraflow Diberlakukan Mulai KM 47

Volume Kendaraan Meningkat, Contraflow Diberlakukan Mulai KM 47

Tol Cikampek KM 47 diberlakukan akses contraflow usai volume kendaraan terpantau meningkat, sejak pukul 11.54 WIB, Sabtu (21/3/2026).
Khotbah Ma’ruf Amin di Balai Kota: Ramadan Bukan Cuma Ibadah, Tapi Bangun Ekonomi Umat

Khotbah Ma’ruf Amin di Balai Kota: Ramadan Bukan Cuma Ibadah, Tapi Bangun Ekonomi Umat

Wakil Presiden ke-13 RI K.H. Ma'ruf Amin, menyampaikan bahwa Ramadan adalah momen untuk membangun solidaritas ekonomi umat.
Blak-blakan Media Italia Sebut Emil Audero Jadi Biang Kerok Cremonese Dihajar 4-1: Performa Terburuk?

Blak-blakan Media Italia Sebut Emil Audero Jadi Biang Kerok Cremonese Dihajar 4-1: Performa Terburuk?

Media Italia soroti Emil Audero usai Cremonese kalah 4-1 lawan ACF Fiorentina. Dinilai jadi biang kerok hingga performanya disebut salah satu yang terburuk.
Tol Jakarta-Cikampek Padat! Contraflow KM 47 Dibuka Mendadak Akibat Lonjakan Kendaraan

Tol Jakarta-Cikampek Padat! Contraflow KM 47 Dibuka Mendadak Akibat Lonjakan Kendaraan

Kepadatan arus kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek, tak terbendung pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Tunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H, Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Tunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H, Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung berlangsung khidmat dengan antusiasme jamaah yang sangat tinggi.
JK Kritik Wacana Pemotongan Gaji Menteri: Kalau Dipotong Lagi, Tinggal Berapa yang Diterima?

JK Kritik Wacana Pemotongan Gaji Menteri: Kalau Dipotong Lagi, Tinggal Berapa yang Diterima?

Mantan Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla menilai bahwa besaran gaji menteri saat ini relatif tidak tinggi jika dibandingkan dengan pejabat di lembaga lain.

Trending

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyayangkan penjual cilok yang mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis, Asep Kumala Seta tidak berani minta ongkos ke bos.
Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Sebanyak 17 pemain dari skuad provisional dicoret hingga akhirnya ada 24 pemain dalam skuad final Timnas Indonesia.
John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

Dari daftar nama yang dicoret, hampir seluruhnya nama berasal dari klub-klub Super League. John Herdman bahkan mencoret Ezra Walian dan Ricky Kambuaya dari daftar final Timnas Indonesia. 
Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

NAC Breda mengajukan protes dengan meminta pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles dituduhkan NAC Breda karena tidak sahnya klub lawan menurunkan Dean James. 
Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Kabar mengejutkan datang jelang agenda penting Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Wabah batuk dilaporkan melanda sejumlah rekan klub Jay Idzes di Sassuolo.
Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

John Herdman memilih 24 pemain final Timnas Indonesia dari total 41 skuad provisional tepat pada Hari Raya Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026). 
Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman

Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman

Para pemain Timnas Indonesia di kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie, bisa menghadapi masalah besar karena NAC Breda. Hal ini merupakan dampak dari masalah paspor sejumlah pemain diaspora.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT