Dedi Mulyadi: Saya Memahami Problem Kerusakan Alam di Kabupaten Bogor
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dirinya memahami permasalahan kerusakan alam di Kabupaten Bogor hingga menimbulkan banjir dan longsor.
“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” katanya, Selasa (5/5/2026).
Kerusakan tata ruang di Kabupaten Bogor pun menjadi sorotan Kang Dedi Mulyadi atau KDM.
Menurut KDM, kerusakan tata ruang di Kabupaten Bogor tidak hanya menyebabkan bencana di daerah setempat, tapi juga bisa berdampak hingga wilayah sekitarnya seperti Jakarta.
Dedi Mulyadi lantas menyoroti perubahan fungsi lahan di kawasan resapan air dan perbukitan secara masif di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, hal itulah yang menjadi faktor utama meningkatnya frekuensi bencana dalam beberapa tahun terakhir di wilayah itu.
Lahan yang seharusnya menjadi resapan air dan penahan longsor, sambung KDM, sekarang malah dialihfungsikan termasuk menjadi kawasan permukiman.
Dedi Mulyadi menyebut dampak alih fungsi ini tidak hanya dirasakan di Kabupaten Bogor, tapi juga merambat ke wilayah lain di hilir.
“Bogor itu bukan hanya untuk masyarakat Bogor. Bogor menjaga Bekasi, Karawang hingga Jakarta,” ujar KDM.
Sukamakmur merupakan wilayah yang secara khusus disorot Dedi Mulyadi.
Dia melihat perbukitan di sana banyak berubah menjadi perumahan sehingga memperbesar risiko longsor dan meluapnya aliran sungai.
“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung, aliran sungai dan danau tetap terjaga sehingga bencana tidak datang setiap waktu,” terangnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini mengajak seluruh pihak untuk menghentikan eksploitasi ruang yang mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Pasalnya, menurut KDM, pemulihan tata ruang menjadi kunci untuk melindungi kawasan aglomerasi yang lebih luas dari ancaman banjir berulang.
“Kalau ingin Bogor, Bekasi, Karawang sampai Jakarta terbebas dari bencana, mari kita jaga Bogor agar tidak hanya menjadi pusat eksploitasi, tetapi tetap mempertahankan keasrian alamnya,” pungkas Dedi Mulyadi. (nsi)
Load more