GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sekjen KPA Sentil Pemerintah: Pelit ke Petani dan 'Wah' ke Korporasi Besar

Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika sentil pemerintah yang pelit terhadap petani dan bersikap sebaliknya kepada korporasi besar.
Kamis, 25 September 2025 - 07:32 WIB
Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika
Sumber :
  • TV Parlemen

Jakarta, tvOnenews.com - Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika sentil pemerintah yang pelit terhadap petani dan bersikap sebaliknya kepada korporasi besar.

Dewi menyebut, bahwa saat ini mayoritas petani di Indonesia merupakan petani gurem. Hal tersebut menandakan bahwa indikator reforma agraria belum juga dijalankan oleh negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui petani gurem merupakan rumah tangga yang yang mengelola atau memiliki tanah baik untuk pertanian maupun tempat tinggal dengan luas kurang dari 0,50 hektar.

"Petani kita mayoritas gurem, artinya itu indikator reforma agraria tidak kunjung dijalankan," ujar Dewi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9).

Ia menjelaskan, kini guremisasi sudah meluas, tidak hanya terjadi di wilayah Jawa, Lampung dan Bali tetapi telah sampai ke Papua.

Ironisnya, Indonesia yang merupakan negara agraris justru para petaninya tidak sejahtera dan terpuruk.

"Guremisasi itu sudah meluas dan merata, penguasaan tanah masyarakat itu semakin mengecil, laju konversi tanah pertanian tidak bisa di tahan," jelasnya.

Dewi menilai, bahwa tanah yang kini diperuntukan untuk industri sawit, industri kehutanan, perkebunan, food estate dan bank tanah telah meresahkan masyarakat di pedesaan.

Maka dari itu Dewi menegaskan, hal ini merupakan kejahatan agraria yang membuat para petani kian merana.

Padahal sambungnya, KPA kerap memberikan data-data mengenai permasalahan agraria namun pemerintah dalam hal ini seakan-akan menutup mata dan telinga.

"KPA sudah 31 tahun bersama dengan kementerian-kementerian terkait menyampaikan data yang sama, menuntut hal yang sama dan selalu di ombang ambing, selalu di janji-janjikan, tetapi ketika pemerintahan berakhir, nihil,"ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terlalu kecil yang diberikan kepada rakyat, kenapa terlalu pelit terhadap petani, kenapa begitu wah kepada korporasi skala besar," sambungnya.

Oleh karena itu Dewi menuturkan, bahwa hal ini harus disampaikan agar pemerintah dapat terbuka menyikapi permasalahan dan keluhan yang dirasakan oleh para petani. (aha/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tubuh Makin Kurus hingga Disuntik 8 Titik, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Jawab Keresahan Publik: Sengaja Diet

Tubuh Makin Kurus hingga Disuntik 8 Titik, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Jawab Keresahan Publik: Sengaja Diet

Sosok Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan hangat publik dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan fisiknya yang terlihat drastis mem-
Bahlil Resmi Tunda Kenaikan Royalti Tambang Emas hingga Nikel, Pengusaha Sempat Protes

Bahlil Resmi Tunda Kenaikan Royalti Tambang Emas hingga Nikel, Pengusaha Sempat Protes

Bahlil Lahadalia resmi menunda usulan kenaikan tarif royalti tambang emas, nikel, tembaga hingga timah setelah menerima masukan dari pengusaha.
Scudetto Bukan Jaminan Aman, Inter Milan Siapkan Eksodus Pemain Besar-Besaran di Bursa Transfer Musim Panas

Scudetto Bukan Jaminan Aman, Inter Milan Siapkan Eksodus Pemain Besar-Besaran di Bursa Transfer Musim Panas

Inter Milan tampaknya belum ingin cepat puas meski baru saja memastikan gelar juara Liga Italia musim ini. Nerazzurri justru mulai menyiapkan perubahan besar.
Segera Dijual 18 Mei Mendatang, Berapa Kisaran Harga Tiket Konser The Weeknd di Jakarta?

Segera Dijual 18 Mei Mendatang, Berapa Kisaran Harga Tiket Konser The Weeknd di Jakarta?

Harga tiket konser The Weeknd Jakarta diprediksi mulai Rp1,5 juta. Penjualan tiket dibuka mulai 18 Mei 2026 untuk artist presale.
Wamendes Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa Bangun Desa dengan Teknologi

Wamendes Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa Bangun Desa dengan Teknologi

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI Ahmad Riza Patria mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk ikut aktif membangun desa dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi digital, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)
Sebanyak Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, 11 Ditunda Berangkat Karena Sakit

Sebanyak Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, 11 Ditunda Berangkat Karena Sakit

Enam jemaah calon haji asal embarkasi Surabaya meninggal dunia karena sakit jantung, stroke dan hipertensi. Sedangkan 11 jemaah calon haji mengalami penundaan berangkat ke Tanah Suci karena mengalami sakit

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral