News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Digelar di UMM Tahun Ini, Staf Ahli Kemdikdasmen Beberkan Soal Persiapan OSN

Olimpiade Sains Nasional (OSN) tinggal menghitung hari, tepatnya pada 6-12 Oktober 2025 yang akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Selasa, 7 Oktober 2025 - 14:33 WIB
Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kemdikdasmen Mariman Darto
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Olimpiade Sains Nasional (OSN) tinggal menghitung hari, tepatnya pada 6-12 Oktober 2025 yang akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Acara itu akan menjadi wadah kompetisi ratusan siswa terbaik dari bernagai daerah untuk menjadi yang terbaik. Total, ada 9 mata pelajaran yang akan dilombakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada matematika, fisika, kimia, biologi, informatika, astronomi, kebumian, ekonomi, dan geografi. Semua mata pelajaran ini juga berkaitan dengan olimpiade internasional. Jadi nanti para pemenang di OSN ini akan berjuang melawan para perwakilan negara-negara di dunia," kata Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Mariman Darto dalam keterangannya dikutip Selasa (7/10/2025).

Selain itu, sembilan bidang ini juga merupakan pilar ilmu dasar dan ilmu terapan yang strategis. Ini selaras dengan RPJMN 2025-2029 yakni penguatan science, technology, engineering, dan mathematic (STEM).

Adapun nanti para pemenang di OSN ini akan memperoleh pembinaan intensif menunu olimpiade internasional. Mereka akan ikut dalam pelatihan terpusat dan dilatih oleh mentor serta dosen dari perguruan tinggi, peneliti, dan alumnus olimpiade sebelumnya. 

Podium yang diraih juga meningkatkan peluang bagi mereka terkait akses ke jaringan akademik maupum beasiswa. Bahkan nantinya mereka juga akan membantu regenerasi melalui mentorship dan lainnya.

Mariman juga menegaskan bahwa OSN di UMM ini turut membantu Indonesia untuk mencapai SDM yang tangguh dan memiliki ketahanan. Mereka akan menjadi garda terdepan sebagai generasi problem solver. 

"Melalui OSN, mental resilien dan ketahanan juga dibangun. Proses dalam ajang ini juga mampu menumbuhkan kemandirian, kolaborasi global, serta daya inovasi yang penting untuk kemajuan bangsa," ujarnya.
 
Di sisi lain, UMM selalu tuan rumah juga telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut dan mendorong generasi ilmuwan muda Indonesi. 

"Sebanyak 540 peserta dan 125 juri akan memadati lingkungan UMM untuk mengikuti berbagai cabang lomba sains. Segala persiapan telah dilakukan secara matang oleh panitia kampus. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga venue lomba semuanya telah kami pastikan berjalan lancar,” ujar Zulfatman, selaku penanggung jawab kegiatan OSN di UMM.

Untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta, UMM juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung. Selain upacara pembukaan dan penutupan yang megah, kampus turut menggelar Expo Saintek Hasil Riset Dosen dan Mahasiswa, yang menjadi wadah bagi sivitas akademika menampilkan karya-karya inovatif. 

Pameran ini dirancang agar peserta dan tamu undangan dapat melihat langsung kontribusi nyata UMM dalam bidang sains dan teknologi.

“Penunjukan UMM sebagai tuan rumah OSN bukan keputusan tiba-tiba. Kampus ini terpilih setelah melalui proses seleksi ketat oleh BPTI Puspresnas, yang menilai proposal berdasarkan kesiapan sarana prasarana, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan dalam mendukung pembiayaan kegiatan," bebernya.

Selain menjadi ajang kompetisi, OSN diharapkan juga menjadi ruang promosi akademik dan inovasi kampus. Melalui kegiatan pameran saintek, UMM ingin menunjukkan bahwa karya dosen dan mahasiswa tidak berhenti pada riset semata, tetapi juga berdampak bagi masyarakat dan industri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin peserta dan orang tua yang hadir dapat melihat langsung bagaimana hasil inovasi sivitas UMM mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Penyelenggaraan OSN di UMM bukan hanya tentang prestise, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi bangsa,” tambahnya. 

Harapannya, OSN dapat memberikan ekspos nasional bagi UMM. Ini juga menjadi bukti bahwa UMM hadir membawa manfaat bagi masyarakat luas, sejalan dengan tagline Dari Muhammadiyah untuk Bangsa.
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Man City Mulai Ancang-ancang Antisipasi Kepergian Pep Guardiola, Eks Pelatih Real Madrid Masuk Kandidat Utama

Man City Mulai Ancang-ancang Antisipasi Kepergian Pep Guardiola, Eks Pelatih Real Madrid Masuk Kandidat Utama

Rumor kepergian Pep Guardiola kian menguat. Manchester City disebut menyiapkan Xabi Alonso, Enzo Maresca, hingga Cesc Fabregas sebagai calon pelatih baru musim depan.
DPR Nilai Kinerja Menpar 50: Anggaran Habis di Seminar Internal

DPR Nilai Kinerja Menpar 50: Anggaran Habis di Seminar Internal

Kebijakan pariwisata, oleh DPR, dinilai belum mampu menjadi mesin penggerak ekonomi hingga ke pelaku wisata di tingkat bawah.
Daftar Tujuan Cristiano Ronaldo Jika Hengkang dari Al Nassr, MU Termasuk?

Daftar Tujuan Cristiano Ronaldo Jika Hengkang dari Al Nassr, MU Termasuk?

Cristiano Ronaldo dikabarkan ingin hengkang dari Al-Nassr usai tak puas dengan manajemen klub. Klausul Rp860 miliar membuka peluang CR7 kembali ke Eropa atau hijrah ke MLS.
KPK OTT Kantor Bea Cukai Kemenkeu Jakarta

KPK OTT Kantor Bea Cukai Kemenkeu Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (4/2/2026). OTT ini dilakukan di kantor Bea Cukai Kemenkeu, Jakarta.
Dokter Oky Lapor Polisi Usai Alami Teror hingga Ancaman dalam Karangan Bunga

Dokter Oky Lapor Polisi Usai Alami Teror hingga Ancaman dalam Karangan Bunga

Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus dugaan teror terhadap dokter Oky yang mengaku menirima kiriman karangan bunga bermuatan fitnah dan pencemaran nama baik.
Menpar Widi Kena Sentil Lagi Gara-gara Jawab Pertanyaan DPR Lewat Medsos

Menpar Widi Kena Sentil Lagi Gara-gara Jawab Pertanyaan DPR Lewat Medsos

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyentil Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang dinilai menjawab pertanyaan lewat medsos.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT