GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KSP-PB Kritik Keras Program Magang Nasional, Bos Buruh: Menghina Lulusan Sarjana

Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) mengkritik keras program magang bergaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) yang digulirkan pemerintah. 
Senin, 13 Oktober 2025 - 17:06 WIB
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) mengkritik keras program magang bergaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) yang digulirkan pemerintah. 

Presiden Partai Buruh yang juga Presiden KSPI, Said Iqbal menilai program tersebut menghina para lulusan sarjana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ia menilai, program magang harusnya hanya ditujukan untuk anak-anak sekolah atau perguruan tinggi yang masih mengenyam pendidikan. 

Program ini dinilai bertentangan dengan aturan, terlebih para pesertanya yang nanti hanya akan dibayar uang saku setara UMP.

"Pemagangan seperti ini salah karena pemagangan hanya untuk anak sekolah atau perguruan tinggi. Pemagangan menghina lulusan sarjana, menghina lulusan sarjana. Apa maksudnya menghina? Menghina quote and quote ya, orang sekolah sarjana itu susah," jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Bahkan dia menilai belum ada kejelasan apakah peserta magang akan benar dibayar setara UMP atau Upah Minimum Kabupaten/Kota. 

Jika mengacu pada UMP maka para peserta magang akan dibayar sekitar Rp 2,5 juta.

"Rata-rata provinsi itu Rp 2,5 juta per orang. Kalikan 6 bulan, kan 6 bulan saja (pelaksanaan program). Rp 2,5 juta per bulan kali 6 bulan Rp 15 juta. Jadi per orang anggaranya Rp 15 juta," ucapnya.

Said Iqbal lalu menyoroti perusahaan-perusahaan besar yang nantinya hanya membayar peserta magang dengan gaji UMP. Menurutnya hal tersebut tidak adil dan tidak menguntungkan para sarjana.

"Masa Toyota gaji sarjana cuma Rp 2 juta. Toyota Karawang, Panasonic di Bekasi gaji sarjana Rp 2 juta. Kan kelewatan. Selama 6 bulan yang untungnya siapa? Bukan sarjana, ya pengusaha nekan labor cost. Jadi menghina," imbuhnya.

Said Iqbal juga menyinggung sistem pemagangan di Indonesia dengan di Jepang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyatakan, aturan di Negeri Matahari Terbit memang tidak mengizinkan warga negara asing bekerja di sana. Karena itu dipilihlah sistem magang untuk pekerja asing.

"Misal di Jepang, di negara-negara Eropa dan di Korea. Di negara-negara tersebut memang orang asing tidak boleh bekerja. Di Jepang misal, Undang-Undang Ketenagakerjaan Jepang itu melarang orang asing bekerja. Tetapi di situ diatur tentang orang magang," tutur Said Iqbal.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Teks Khutbah Jumat 27 Januari 2027: Menyempurnakan Ibadah di Bulan Syawal

Teks Khutbah Jumat 27 Januari 2027: Menyempurnakan Ibadah di Bulan Syawal

Berikut ini teks khutbah Jumat yang mengajak umat muslim untuk mengamalkan amalan sunnah
Setelah Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Nasib Justin Hubner Terancam di Liga Belanda Gara-Gara Skandal Paspor?

Setelah Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Nasib Justin Hubner Terancam di Liga Belanda Gara-Gara Skandal Paspor?

Nasib Justin Hubner bisa ikut terseret setelah status Dean James dan Nathan Tjoe-A-On dipermasalahkan di Liga Belanda. Skandal paspor Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi perbincangan belakangan ini.
Mobil Listrik Tercebur ke Kolam Air Mancur Bundaran HI, Ternyata Pengemudi Baru Beberapa Bulan Jadi Sopir Taksi Online

Mobil Listrik Tercebur ke Kolam Air Mancur Bundaran HI, Ternyata Pengemudi Baru Beberapa Bulan Jadi Sopir Taksi Online

Mobil listrik tercebur ke kolam air mancur Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. 
Expressway Hi-Pass Pecat Pelatih Kim Jong-min Jelang Final Liga Voli Korea, Imbas Dugaan Kasus Perundungan dan Kekerasan

Expressway Hi-Pass Pecat Pelatih Kim Jong-min Jelang Final Liga Voli Korea, Imbas Dugaan Kasus Perundungan dan Kekerasan

Kim Jong-min diberitahu bahwa pihak Expressway Hi-Pass tak akan memperpanjang kontraknya yang efektif akan berakhir pada 31 Maret 2026 pada Kamis (26/3/2026) pagi WIB.
Konflik di Timur Tengah Sudah Tak Terkendali, Sekjen PBB: Akhiri Konflik!

Konflik di Timur Tengah Sudah Tak Terkendali, Sekjen PBB: Akhiri Konflik!

-Konflik di kawasan Timur Tengah kini sudah di luar kendali dan melampaui batas yang tidak dapat dibayangkan. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Rabu (25/3), mengatakan sudah saatnya menghentikan eskalasi dan memulai upaya diplomatik serta kembali menghormati penuh hukum internasional.
Anggota DPRP Papua Tengah Desak BPK Audit Proyek Infrastruktur Intan Jaya: Banyak Kejanggalan dan Indikasi Manipulasi

Anggota DPRP Papua Tengah Desak BPK Audit Proyek Infrastruktur Intan Jaya: Banyak Kejanggalan dan Indikasi Manipulasi

Anggota DPRP Papua Tengah mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit investigatif terhadap sejumlah proyek fisik di Kabupaten Intan Jaya

Trending

Sadar Tak Ada Megawati Hangestri, Media Korea Soroti Kehebatan “Megatron” di Draft Pemain Asing V-League

Sadar Tak Ada Megawati Hangestri, Media Korea Soroti Kehebatan “Megatron” di Draft Pemain Asing V-League

Media Korea menyoroti draft pemain asing V-League terbaru setelah Megawati Hangestri dipastikan absen, meninggalkan kekosongan di posisi penyerang utama tim.
John Herdman Bawa Balik Pemain Rp3,4 Miliar Ini ke Timnas Indonesia untuk Gantikan Dean James di FIFA Series 2026

John Herdman Bawa Balik Pemain Rp3,4 Miliar Ini ke Timnas Indonesia untuk Gantikan Dean James di FIFA Series 2026

Dua hari sebelum laga melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, John Herdman mendadak mencoret Dean James dari Timnas Indonesia. Siapa penggantinya?
Media Belanda Bongkar Alasan Sebenarnya Dean James Tak Jadi Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Media Belanda Bongkar Alasan Sebenarnya Dean James Tak Jadi Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Dean James dikonfirmasi batal memperkuat Timnas Indonesia untuk melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Media Belanda ini pun bongkar alasannya.
Satu Pemain Resmi Dicoret, Begini Prediksi Line-up Ideal Timnas Indonesia di Debut John Herdman

Satu Pemain Resmi Dicoret, Begini Prediksi Line-up Ideal Timnas Indonesia di Debut John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memutuskan untuk mencoret salah satu pemain jelang FIFA Series 2026. Dean James tidak dapat dibawa dengan alasan sakit.
Pelatih Bulgaria Heran Disebut Pernah Bela Persipura, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia itu Tegaskan Perkuat Persija

Pelatih Bulgaria Heran Disebut Pernah Bela Persipura, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia itu Tegaskan Perkuat Persija

Pelatih Bulgaria, Alexsandar Dimitrov meluruskan rekam jejaknya sebelum berlaga di FIFA Series 2026. Eks asisten pelatih Timnas Indonesia itu bilang pernah bela Persija Jakarta (2002), bukan Persipura Jayapura.
Dibanding STY dan Patrick Kluivert, Pundit Bola Puji John Herdman Setinggi Langit, Debut di GBK Sangat Dinanti

Dibanding STY dan Patrick Kluivert, Pundit Bola Puji John Herdman Setinggi Langit, Debut di GBK Sangat Dinanti

Pundit sepak bola ini puji John Herdman setinggi langit, bandingkan dengan STY dan Patrick Kluivert: Debut sang pelatih baru di GBK sangat dinanti!
Terungkap! Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Punya 'Gentlemen Agreement' untuk Tetap Berkarier di Luar Negeri

Terungkap! Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Punya 'Gentlemen Agreement' untuk Tetap Berkarier di Luar Negeri

Beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia ternyata memiliki perjanjian awal untuk tetap berkarier di luar negeri, meski mendapat tawaran dari klub Liga 1.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT