News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ayah Timothy Anugerah Tak Habis Pikir Tidak Ada CCTV Rekam Dugaan Aksi Lompat dari Gedung FISIP Unud, Polisi: Sebenarnya Ada

Polisi membeberkan Lukas Triana Putra, ayah Timothy Anugerah Saputra sempat bertanya terkait rekaman CCTV di Gedung FISIP Universitas Udayana (Unud), Bali.
Senin, 20 Oktober 2025 - 12:08 WIB
Ayah Mendiang Timothy Anugerah
Sumber :
  • YouTube tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi membeberkan Lukas Triana Putra, ayah Timothy Anugerah Saputra sempat bertanya terkait rekaman CCTV di Universitas Udayana (Unud), Bali.

Lukas masih heran kenapa tidak ada CCTV yang merekam dugaan aksi Timothy Anugerah melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Unud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lukas menanyakan perkara CCTV di sekitar area Gedung FISIP Unud saat bertemu dengan pihak Polsek Denpasar Barat.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi membenarkan ayah Timothy Anugerah bertanya terkait CCTV.

"Intinya beliau menanyakan, itu sebenarnya korban jatuh dari lantai berapa seperti itu, karena ada simpan siur dari lantai dua ataukah lantai empat," kata Kompol Laksmi lewat program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Senin (20/10/2025).

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi ungkap ayah Timothy Anugerah Saputra sempat tanya tentang CCTV
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi ungkap ayah Timothy Anugerah Saputra sempat tanya tentang CCTV
Sumber :
  • tvOneNews

 

Terkait dari hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, mahasiswa semester 7 itu dipastikan melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Unud.

Pasalnya tidak ada satu pun yang mengetahui kapan Timothy melompat untuk mengakhiri hidupnya.

Lukas ingin memastikan seperti apa motif mahasiswa kelahiran asal Bandung itu mengakhiri hidup secara tragis.

"Apakah benar tidak ada CCTV yang merekam kejadian tersebut? Itu pertanyaan dari ayah korban," tutur Laksmi sambil mengulas ucapan Lukas.

Laksmi memaparkan terkait kondisi CCTV telah merekam kegiatan korban saat berada di lobi hingga posisi terjatuh.

"Itu ada, jadi terekam oleh CCTV pada saat korban masuk ke gedung itu di lobi depan, di CCTV yang sama juga merekam pada saat korban terjatuh," tegasnya.

Untuk urusan CCTV di lantai 4 Gedung FISIP Unud, kata Laksmi, sebenarnya pihak kampus telah menyedikan alat perekam di sana.

Usut punya usut, polisi menemukan fakta terbaru bahwa kondisi CCTV di lantai 4 sedang mengalami kerusakan.

"Sudah koordinasi dengan pihak kampus juga, itu rusaknya CCTV di lantai 4 itu diperkirakan dari sekitar 2023," bebernya.

Walau begitu, peristiwa Timothy diduga jatuh tidak begitu terekam jelas lewat CCTV lainnya.

Polisi pun coba berusaha melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi saat peristiwa Timothy terjatuh dari lantai 4.

Laksmi menegaskan, ada tiga orang sebagai saksi yang tidak sengaja melihat Timothy saat keluar dari lift lantai 4 FISIP Unud.

"Keluar dari lift datang, kemudian berjalan, kemudian korban duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan ada tas dan sepatu milik korban," jelasnya.

Laksmi menambahkan bahwa, tiga orang saksi tersebut tidak begitu mengenali sosok mendiang Timothy.

"Jadi, dibiarkan saja atau tidak terlalu menghiraukan kegiatan dari korban. Tiga orang saksi ini melanjutkan pembicaraan mereka," ucapnya.

Setelah mereka berbincang selama 15 menit, seorang saksi tidak sengaja menolehkan ke arah tempat duduk terakhir Timothy.

"Di situ, ada sepatu yang dilihat, 'eh ada sepatu'. Jadi seperti itu kata mereka. Salah satu menyampaikan, 'Oh, mungkin punya yang tadi, sudah biarin aja karena tidak kenal'," papar Laksmi.

Laksmi melanjutkan bahwa ada juga seorang saksi ketika melihat Timothy melepas sepatu sebelum lompat dari lantai 4.

"Karena saksi itu juga tidak kenal dengan korban, jadi saat melihat korban melepas sepatu itu saksi sekadar melihat lalu masuk ke dalam kelas meletakkan jaket dan peralatan lainnya," ujarnya.

"Ketika saksi keluar lagi, sudah tidak ada korban di sana. Jadi seperti itu," tukasnya.

Tragedi Timothy Anugerah mencuat setelah percakapan bullying terhadap korban dalam sebuah grup WhatsApp viral di media sosial.

Timothy diduga sengaja melompat bunuh diri dari lantai 4 Gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10/2025).

Timothy terakhir ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Penyebabnya diduga akibat menjadi korban bullying oleh mahasiswa lain.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Dukungan dari Kalangan Pengusaha Muda, Achmad Fadhil Maju Kontestasi Pemilihan Ketum HIPMI Gowa

Dapat Dukungan dari Kalangan Pengusaha Muda, Achmad Fadhil Maju Kontestasi Pemilihan Ketum HIPMI Gowa

Pemilihan calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menghadirkan dinamika tersendiri.
Medsos Lokal Ini Tawarkan Pengalaman Baru Bagi Penggunanya

Medsos Lokal Ini Tawarkan Pengalaman Baru Bagi Penggunanya

Masyarakat termasuk Pemerintah Indonesia tengah fokus membenahi konten di platform media sosial (medsos) yang berdampak negatif bagi anak-anak maupun remaja.
Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran

Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran

Umroh Suleha (50) menceritakan kejadian Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, beberapa hari lalu.
Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang berinisial HP (44) diringkus Satresnarkoba Polres Lumajang atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika.
Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal

Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal

Bantuan hukum dorong pertumbuhan ekonomi daerah, jaga keseimbangan investasi asing dan kearifan lokal, DNT Lawyers hadir di Bali dukung iklim bisnis.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
Respons KPK Soal Noel Bakal Layangkan Gugatan Rp300 Triliun: Fokus Sidang Saja

Respons KPK Soal Noel Bakal Layangkan Gugatan Rp300 Triliun: Fokus Sidang Saja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respon soal gugatan yang dilayangkan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel dengan nilai fantastis mencapai Rp300 triliun.
Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Diciduk Polisi, Diduga Kuat Jadi Pengedar Sabu

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang berinisial HP (44) diringkus Satresnarkoba Polres Lumajang atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika.
Dirujuk ke RS Tipe A, RSUD Bekasi Ungkap Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Alami Penyumbatan Pembuluh Darah

Dirujuk ke RS Tipe A, RSUD Bekasi Ungkap Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Alami Penyumbatan Pembuluh Darah

RSUD Kota Bekasi merujuk dua pasien korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL ke rumah sakit tipe A.
Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Baru Tiga Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Baru Tiga Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polisi mengungkap hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sopir taksi Green SM berinisial RRP yang mobilnya tertemper KRL dan diduga sebagai pemicu kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Viral, Rekaman Video Call Wartelsuspas di Lapas Padangsidimpuan, Penyebaran Disebut Akibat Kelalaian Keluarga WBP

Viral, Rekaman Video Call Wartelsuspas di Lapas Padangsidimpuan, Penyebaran Disebut Akibat Kelalaian Keluarga WBP

Terkait beredarnya rekaman video call Wartelsuspas yang viral di media sosial Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut
Makkah Mulai Dipadati Jamaah Haji Indonesia, Kloter Perdana Tiba dengan Suasana Haru

Makkah Mulai Dipadati Jamaah Haji Indonesia, Kloter Perdana Tiba dengan Suasana Haru

Pergerakan jamaah calon haji Indonesia di Tanah Suci kini telah memasuki fase baru dengan dimulainya kedatangan rombongan ke Kota Makkah. 
Selengkapnya

Viral