Perjalanan Hidup Timothy Anugerah Diungkap Sang Ayah, Waktu Kecil Pernah Alami Hal Ini Tapi Tegaskan Tidak Cacat Mental
- Kolase Instagram/@8_11_timothyanugerah & Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ayah Timothy Anugerah Saputra, Lukas Triana Putra, mengungkapkan perjalanan hidup anaknya, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang diduga meninggal akibat bunuh diri dari lantai empat kampus.
Diketahui, Timothy ditemukan tak bernyawa setelah jatuh dari lantai empat kampus Unud, pada Rabu (15/10/2025).
Belum diketahui apakah Timothy melompat karena bunuh diri atau kecelekaan.
Namun, setelah kematiannya muncul dugaan perundungan karena tersebar isi chat teman-temannya yang melontarkan kata-kata menghina.
Walaupun begitu, sampai saat ini penyebab kematian Timothy masih didalami pihak kepolisian setelah laporan dilayangkan pihak keluarga.
Lukas mengatakan, setelah kematian anaknya, muncul beberapa spekulasi soal kondisi Timothy.
Bahkan, anak semata wayangnya itu disebut-sebut memiliki kelainan mental. Hal ini pun langsung dibantah oleh Lukas.
"Karena ada beberapa hal yang harus diluruskan, pertama adalah anak saya tidak cacat mental," kata Lukas, dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, dikuitp Senin (20/10/2025).
Lukas kemudian mengungkapkan perjalanan hidup anaknya sejak kecil.
Ia menjelaskan, saat sekitar usia 3 tahun, Timothy sempat mengalami gangguan pendengaran sehingga membuat dirinya tidak bisa berbicara.
"Kami bawa dia ke dokter spesialis THT anak, untuk diperiksa dan ternyata memang ada sumbatan kotoran-kotoran yang membuat dia tidak bisa mendengar secara baik dan benar, sehingga membuat dia susah berbicara," katanya.
Selain itu, sejak di usia playgroup, Timothy bersekolah di sekolah internasional karena ayahnya ingin sang anak mendapatkan pendidikan terbaik.
Namun, Timothy kemudian mengalami kesulitan berbicara Bahasa Indonesia, karena di sekolahnya menggunakan Bahasa Inggris.
Akhirnya, putranya itu sulit untuk bersosialisasi sampai Lukas membawanya ke psikolog anak.
Lukas mengatakan, setelah menjalani perawatan, anaknya itu akhirnya sudah bisa bersosialisasi dengan normal di usia SMP.
Setelahnya, Timothy sudah sudah tidak memiliki masalah psikologis apa pun, termasuk pada saat berkuliah di Unud.
Ia pun menyayangkan karena pernyataan pihak kampus tidak jelas terkait kematian anaknya.
Selain itu, banyak berita-berita di media sosial yang tidak benar mengenai anak semata wayangnya itu.
Load more