GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

869 Polisi Dikerahkan Kawal Aksi Pro-Palestina di Depan Kedubes AS

Polres Jakpus kerahkan 869 personel kawal aksi pro-Palestina di depan Kedubes AS. Kapolres pastikan pengamanan humanis dan aksi berjalan damai.
Minggu, 26 Oktober 2025 - 08:00 WIB
Aksi solidaritas untuk Palestina di Kedubes AS, Sabtu (1/6/2024)
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan pasukan besar untuk memastikan keamanan selama aksi solidaritas untuk Palestina yang digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jakarta Pusat, pada Minggu (26/10/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, total 869 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi yang diinisiasi oleh kelompok Harapan Palestina dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Susatyo di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap terjamin. Karena itu, pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis tanpa menggunakan senjata api.

“Petugas yang berjaga tidak membawa senjata api. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” jelasnya.

Menurut Susatyo, pengamanan ketat diterapkan di sejumlah titik sekitar kawasan Kedubes AS, termasuk akses jalan utama yang biasa digunakan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan dan gangguan terhadap aktivitas publik di kawasan tersebut.

“Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik,” tambahnya.

Kapolres juga mengimbau agar para peserta aksi tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapatnya di depan umum. Ia menekankan agar massa tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain seperti membakar ban, merusak fasilitas umum, atau menutup jalan secara sepihak.

“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami akan memastikan aksi berjalan damai dan tidak menimbulkan kericuhan,” ujar Susatyo menegaskan.

Aksi solidaritas di depan Kedubes AS ini merupakan bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut. Demonstrasi serupa diketahui juga terjadi di beberapa kota besar Indonesia sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.

Kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar ini diharapkan mampu mencegah potensi provokasi dan menjaga agar penyampaian aspirasi berlangsung damai. Polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan ormas dan koordinator lapangan aksi, guna memastikan kegiatan berlangsung aman hingga selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejauh ini, situasi di lokasi aksi dilaporkan berjalan kondusif, dengan massa tertib mengikuti arahan petugas dan melakukan orasi secara damai. Arus lalu lintas di sekitar kawasan Kedubes AS juga tetap terkendali berkat rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh pihak kepolisian.

Langkah pengamanan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kegiatan masyarakat yang melibatkan massa besar. Kombes Susatyo menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Jakarta Pusat. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran Sebut Tak Minta Konsesi Apa Pun dari AS

Iran menyebut tak meminta konsesi apa pun dari AS, melainkan hanya menyerukan penghentian perang dan pembajakan kapal kapalnya.
Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Jawaban Siswi Disalahkan Juri Saat Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Kronologinya

Publik terheran dengan keputusan juri terhadap seorang siswi SMAN 1 Pontianak pada ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR RI. Ini kronologinya

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral