Budi Arie: Projo Bukan Singkatan Pro Jokowi, Aslinya Bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi yang Artinya...
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
“[Jokowi] sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo karena tugas Projo tadi sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode dan kita saat ini menghadapi tantangan baru. Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya sehingga kita harus betul-betul persatuan nasional ini menjadi penting,” ujar Budi.
Transformasi ini juga menandai pergeseran fokus organisasi dari sekadar relawan politik menjadi gerakan masyarakat sipil yang aktif menjaga persatuan nasional serta mendukung stabilitas pemerintahan ke depan.
- tvOnenews - Julio
Projo Nyatakan Dukungan ke Presiden Prabowo Subianto
Dalam pidato politiknya di hadapan ribuan relawan, Budi Arie juga menyerukan agar seluruh anggota Projo mendukung penuh agenda politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan Prabowo bisa lebih kuat, lebih solid. Dan karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden,” ucap Budi.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Projo yang kini beralih arah dari relawan Jokowi menjadi kekuatan politik baru yang siap menopang kepemimpinan Prabowo di periode 2024–2029.
Di hadapan peserta kongres, Budi Arie juga mengisyaratkan kemungkinan dirinya bergabung ke partai politik, sembari meminta pengertian dari para relawan.
“Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” tuturnya.
Kendati sempat menahan diri menyebut nama partai, Budi akhirnya mengonfirmasi bahwa partai yang dimaksud adalah Partai Gerindra.
“Iyalah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di kongres ketiga ini,” katanya sembari tersenyum.
Load more