Malam Jahanam di Kebon Bawang
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Kebanyakan warga setempat mengaku tidak tahu menahu, dari mana gerombolan itu datang. Mereka berduyun-duyun dari berbagai arah, berteriak, mencaci, dan melempar batu, dan berusaha merobohkan pagar rumah mewah Sang Crazy Rich Tanjung Priok.
“Kami nggak paham mereka dari mana, kami cuma bisa menahan agar jangan sampai membakar. Karena ini perkampungan padat, mohon jangan dibakar, nanti semua warga kena,” kata seorang warga yang mengingat lagi kejadian waktu itu.
Gang di perkampungan padat penduduk tempat Sahroni dan keluarganya bermukim, seketika berubah menjadi medan ketegangan. Delapan orang termasuk Sahroni sendiri terperangkap di dalam rumah elit lantai empat yang siap menjadi sasaran penghancuran. Mereka semua memang selamat, tetapi nyaris saja menjadi korban kebengisan massa.
Seorang saksi, Imamuddin (46) yang berada di dalam rumah saat insiden itu terjadi, dengan napas terputus-putus menceritakan detik-detik mencekam, seolah trauma masih melekat di benaknya ketika menuturkan setiap detail kejadian.
“Batu? Tidak ada batu-batu sebesar itu di sekitar sini, tapi tiba-tiba hujan batu dan petasan air mancur. Kedatangan mereka seolah-olah seperti sudah direncanakan dan diatur,” tutur Imam yang juga Anggota Ahmad Sahroni Center mengenang kejadian miris itu.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Antara Hidup atau Mati Diamuk Massa
Kala itu, Imam dan Istrinya bernama Dini (46) dan seorang rekan bernama Tabrani (46) memang berada di kediaman Sahroni. Bersama dua orang rekan lagi yang tak disebut namanya, mereka sedang melakukan rapat di ruang makan untuk membahas rencana pemberangkatan umrah gratis untuk sejumlah orang pada hari Senin nantinya.
Istri dan anak Sahroni memang sudah diungsikan ke tempat lain. Mereka tidak ada di sana lantaran isu mengenai ketegangan dan provokasi untuk menyerang rumah Anggota DPR sudah berhembus sejak tanggal 25 Agustus. Meski tak tahu kapan malapetaka itu datang, Sahroni tampaknya sadar bahwa ia harus mengamankan keluarga tercintanya guna berjaga-jaga. Hanya ada beberapa pengawal berbadan tegap yang berjaga di depan. Di dalamnya ada beberapa teman yang menemani dan dua orang pembantu.
Load more