Malam Jahanam di Kebon Bawang
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Berdasarkan pengakuan Tuan Rumah, Imam dan Dini bercerita bahwa Sahroni menyelamatkan diri lewat lift yang menuju ke kamarnya di lantai tiga. Lift tersebut kemudian diganjalnya supaya tidak bisa turun lagi untuk dinaiki penjarah.
Kemudian, Sahroni naik ke rooftop lantai empat dan bersembunyi di sebuah toilet sempit. Di sanalah pria berusia 48 tahun itu meringkuk di bawah wastafel dan terjebak selama berjam-jam saat massa riuh menjarah dan menghancurkan apa saja.
“Pak Sahroni sempat ingin naik melarikan diri dengan menjebol plafon toilet, tetapi tenaganya tidak sampai. Ia akhirnya memutuskan untuk meringkuk di sini, melumuri mukanya pakai debu, cemong untuk menyamarkan diri, cuma itu yang bisa dilakukan,” cerita Dini.
Ya, Sahroni disebut sempat melumuri mukanya dengan debu plafon yang dijebolnya. Ia berharap ketika ditemukan massa, tidak ada yang mengenalinya sebagai Tuan Rumah yang diburu semua orang.
Tetapi apes, Sahroni ternyata sempat ditemukan oleh tiga orang pelaku penjarahan. Mereka menengok ke bawah wastafel dan melihat seonggok manusia meringkuk dengan muka berdebu. “Ampun, Bang. Saya cuma pembantu di sini,” ujar Dini menceritakan ulang apa yang diungkap Sahroni.
Untungnya, tiga orang yang kalap untuk mencari harta berharga main percaya saja ida dan benar-benar tidak menyadari bahwa itu adalah Sahroni yang diburu semua orang. Sehingga, dengan ajaibnya Sahroni akhirnya selamat. Ya, Sahroni selamat.
“Sampai dengan pukul 9 malam, ketika massa itu sudah benar-benar redam. Kami masuk lagi untuk mencari Bapak! Dia tidak bisa dihubungi lagi, kami tidak tahu dia selamat atau mati,” ujar Imam saat membawa Tim tvOnenews ke atap tempat mereka menyelamatkan diri.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Setelah menyisir setiap sudut rumah, tidak ada yang menemukan Sahroni di mana. Tidak ada yang tahu nasibnya. Usut punya usut, pentolan Komisi III DPR RI itu ternyata dengan nekat melompat sempat ke atap rumah tetangga belakang rumahnya. Ia melompati pagar besi yang tinggi, kemudian menjatuhkan diri. Sekali lagi, ajaibnya Sahroni selamat.
Load more