News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lifting Migas Tembus 608 Ribu Barel per Hari, Swasembada Energi di Bawah Prabowo-Gibran Diklaim Cerah

Lifting minyak nasional yang menembus 608 ribu barel per hari, melampaui target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari
Rabu, 5 November 2025 - 14:53 WIB
Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai sedang membuka babak baru ketahanan energi Indonesia.

Lifting minyak nasional yang menembus 608 ribu barel per hari, melampaui target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari, dipandang sebagai sinyal awal pemulihan produksi energi nasional sekaligus langkah menuju pengurangan ketergantungan impor minyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar energi Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, menyebut kenaikan produksi ini merupakan buah dari optimalisasi sumur eksisting dan kebijakan penataan sumur rakyat yang sedang dijalankan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

“Kita naik dari sekitar 600 ribu jadi hampir 700 ribu barel. Itu antara lain dengan memaksimalkan sumur-sumur yang sudah ada dan juga sumur-sumur baru,” ujar Fredrik, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11/2025).

Menurut Fredrik, tren ini mengonfirmasi komitmen awal pemerintah dalam memperkuat produksi energi domestik. Ia yakin Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak yang sangat besar sehingga peningkatan lifting hingga 1 juta barel per hari dapat dicapai jika langkah eksplorasi dan pendataan sumur rakyat dijalankan secara konsisten.

“Jadi kita lihat saja pemerintah ke depan. Di samping kebijakan bauran energi, kita minta penambahan eksplorasi karena potensinya masih besar,” tegasnya.

Pakar ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Frits Fanggidae, menilai capaian lifting ini memberi sinyal positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi.

Namun peningkatan produksi migas harus diiringi penguatan industri energi nasional agar cadangan dalam negeri tidak sekadar dicatat, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mengurangi impor.

“Lifting itu mencerminkan kekuatan permintaan dan penawaran dalam ekonomi. Jadi harus ada kapasitas produksi yang naik agar manfaat lifting tinggi itu bisa dirasakan,” ujar Frits.

Ia menekankan bahwa peningkatan lifting harus berjalan berdampingan dengan energi baru terbarukan (EBT).

“Kalau lifting naik tapi produksi nasional tidak naik, impor tetap besar. Jadi lifting naik harus dibarengi peningkatan kapasitas produksi,” katanya.

Sementara itu, pakar kebijakan publik, David B. W. Pandie, menilai strategi energi pemerintah Prabowo–Gibran berada di jalur benar. Swasembada energi disebut penting bukan hanya bagi kemandirian ekonomi, tetapi juga stabilitas politik nasional.

“Energi adalah fondasi kehidupan. Ketika terjadi kelangkaan energi, dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga bisa mengguncang stabilitas pemerintahan,” kata David.

Ia menegaskan keseimbangan kebijakan antara peningkatan lifting dan transisi energi merupakan pendekatan strategis pemerintah.

“Dua-duanya harus jalan bersamaan. Kalau hanya mengandalkan energi fosil, tidak baik. Tapi transisi energi juga butuh waktu dan teknologi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para akademisi sepakat bahwa tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi tahap fundamental dalam menyiapkan fondasi menuju kemandirian energi nasional melalui optimalisasi sumur tua, penataan sumur rakyat, dan percepatan bauran energi.

Kenaikan lifting yang telah melampaui target APBN dinilai sebagai indikator bahwa arah kebijakan energi mulai menghasilkan capaian konkret, membuka peluang bagi Indonesia mengurangi defisit energi dan membangun fondasi menuju swasembada energi. (agr/nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral