Terungkap, Ini yang Dilakukan Siswa Terduga Pelaku Usai Ledakan SMAN 72 Jakarta, Ternyata Ia Sempat...
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang siswa SMAN 72 Jakarta mengungkap tindakan terduga pelaku beberapa saat usai ledakan terjadi di sekolah tersebut pada Jumat (7/11) siang.
Terungkap bahwa siswa terduga pelaku ledakan itu sempat mencoba melarikan diri usai ledakan terjadi. Namun, aksi kabur itu gagal karena terduga pelaku terjatuh.
"Dia sempat coba lari dengan manjat ke lantai dua, tapi pas mau kabur ke arah gerbang belakang, dia jatuh. Jadi bukan karena ditembak," kata salah satu siswa SMAN 72 melalui keluarganya kepada tvOnenews.com, Sabtu (8/11).
Turut diketahui bahwa siswa narasumber tvOnenews.com tersebut berada di dalam masjid saat peristiwa ledakan itu terjadi. Ia bercerita bahwa saat dua ledakan terjadi secara beruntun.
Ia pun langsung berusaha menyelamatkan diri keluar dari masjid menuju area depan sekolah.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa terduga pelaku ditemukan tergeletak di dekat pintu belakang sekolah.
"Iya (terduga pelaku ditemukan) di dekat pintu belakang, antara belakang sama kantin, di sana ada semacam lorong tempat anak-anak biasa nongkrong saat istirahat," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa terduga pelaku ledakan tersebut merupakan salah satu siswa SMAN 72 Jakarta.
Hal itu dikatakan Kapolri usai menjenguk para korban di RS Islam Cempaka Putih, Sabtu (8/11).
"Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa di SMA tersebut. Sementara untuk yang dirawat di ICU memang membutuhkan perawatan khusus, tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat sehingga tidak terjadi potensi peradangan ataupun infeksi," kata Kapolri usai menjenguk para korban di RS Islam Cempaka Putih.
Sementara, Polda Metro Jaya mengungkapkan, korban ledakan di SMAN 72 bertambah menjadi 96 orang.
"Tadi disampaikan oleh Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih tentang jumlah korban. Kami tekankan jumlah korban 96 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang masih menjalani perawatan medis, sementara 67 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah kondisinya membaik. (dpi)
Load more