News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Resmi Masuk Renstra 2025–2029, Pemerintah Siapkan Redenominasi Rupiah: Rp1.000 Jadi Rp1 Dimulai Lagi!

Pemerintah kembali hidupkan rencana redenominasi rupiah dalam Renstra 2025–2029. Rp1.000 jadi Rp1 ditargetkan rampung 2027 untuk efisiensi ekonomi nasional.
Minggu, 9 November 2025 - 16:45 WIB
ilustrasi rupiah
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan M.

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah kembali menghidupkan wacana redenominasi rupiah atau pemangkasan angka nol pada mata uang nasional. Setelah lebih dari satu dekade mengendap, rencana besar ini kini resmi masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Keuangan 2025–2029.

Langkah tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Renstra Kementerian Keuangan 2025–2029, yang diterbitkan pada 10 Oktober 2025 dan mulai berlaku sejak diundangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam dokumen resmi itu, disebutkan bahwa redenominasi dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi perekonomian nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.

“Urgensi pembentukan, efisiensi perekonomian dapat dicapai melalui peningkatan daya saing nasional,” tulis Kementerian Keuangan dalam Renstra tersebut.

Kembali ke Agenda Nasional

Rencana redenominasi ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan transformasi penting di sektor keuangan. Melalui kebijakan ini, nilai mata uang rupiah tidak akan berubah secara riil, namun angka nominalnya akan dipangkas agar lebih sederhana.

Misalnya, Rp1.000 akan menjadi Rp1, tetapi daya beli dan nilai ekonominya tetap sama. Tujuannya adalah untuk memperbaiki efisiensi transaksi, mengefisienkan sistem akuntansi, serta meningkatkan kepercayaan terhadap rupiah.

Kementerian Keuangan menegaskan, kebijakan redenominasi ini juga penting untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, menstabilkan nilai tukar rupiah, serta melindungi daya beli masyarakat.

Selain itu, langkah ini dinilai dapat memperkuat kredibilitas rupiah di mata pelaku ekonomi internasional, sejalan dengan arah kebijakan moneter dan fiskal yang semakin modern dan adaptif.

Target Selesai pada 2027

Dalam rencana tersebut, pemerintah akan menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).
RUU ini ditargetkan selesai pada tahun 2027, setelah melalui berbagai tahapan persiapan, sosialisasi, dan konsultasi publik.

Meskipun belum ada rincian resmi mengenai berapa banyak angka nol yang akan dihapus, pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, guna menghindari gejolak di masyarakat maupun sektor keuangan.

Pernah Tertunda Sejak 2013

Wacana redenominasi rupiah sejatinya bukan hal baru.
Pada 2013, pemerintah pernah mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR dengan usulan pemangkasan tiga angka nol dari nominal uang kertas. Namun, rencana itu tertunda karena kondisi ekonomi global dan domestik saat itu belum stabil.

Kini, dengan stabilitas ekonomi yang lebih kuat dan sistem keuangan yang semakin digital, rencana tersebut kembali dianggap realistis untuk dijalankan.
Masuknya redenominasi ke dalam Renstra Kemenkeu 2025–2029 menjadi sinyal bahwa pemerintah serius melanjutkan reformasi struktur moneter nasional.

Menuju Rupiah yang Lebih Efisien

Jika terealisasi, Indonesia akan menyusul jejak negara-negara lain seperti Turki dan Korea Selatan, yang lebih dulu berhasil melaksanakan redenominasi untuk menyederhanakan transaksi dan memperkuat citra mata uang mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, proses ini tak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah perlu memastikan sinkronisasi sistem keuangan, kesiapan dunia usaha, hingga edukasi masyarakat agar transisi berjalan mulus.

Dengan kembali masuknya rencana redenominasi ke Renstra 2025–2029, masyarakat kini menanti langkah konkret pemerintah. Jika berjalan sesuai target, redenominasi rupiah bisa mulai diterapkan secara bertahap mulai 2027, menjadikan rupiah tampil lebih sederhana, efisien, dan berdaya saing di pasar global. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

TRENDING: Sherly Tjoanda Salah Ucap Depan Jemaah Haji, Respons Tegas Sertifikat Mualaf Richard Lee, Dedi Mulyadi Bantu Korban May Day

TRENDING: Sherly Tjoanda Salah Ucap Depan Jemaah Haji, Respons Tegas Sertifikat Mualaf Richard Lee, Dedi Mulyadi Bantu Korban May Day

Sejumlah peristiwa viral tengah ramai diperbincangkan publik dan mendominasi media sosial. Dari Sherly Tjoanda, polemik dr Richard Lee hingga aksi Dedi Mulyadi.
Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Eks Pengurus LPD Bangli Divoni Satu Tahun Penjara Imbas Tipikor

Eks Pengurus LPD Bangli Divoni Satu Tahun Penjara Imbas Tipikor

Pengadilan Tipikor Denpasar, Bali, menjatuhkan vonis penjara satu tahun terhadap mantan pengurus Lembaga Perkreditan Desa LPD Tanggahan Peken karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Terpopuler News: Dedi Mulyadi Rangkul Korban Kebakaran Toko, hingga Oknum TNI Diduga Obrak-abrik Toko di Kemayoran

Terpopuler News: Dedi Mulyadi Rangkul Korban Kebakaran Toko, hingga Oknum TNI Diduga Obrak-abrik Toko di Kemayoran

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merangkul pedagang yang tokonya habis dibakar oleh massa di Bandung. Oknum TNI diduga mengacak-acak toko sembako di Kemayoran
30 Persen Ekonomi Banten di Awal 2026 Disokong Oleh Industri Pengolahan

30 Persen Ekonomi Banten di Awal 2026 Disokong Oleh Industri Pengolahan

Sektor industri pengolahan masih menjadi penyokong utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 30,02 persen terhadap struktur ekonomi Banten pada triwulan pertama 2026.
Bertemu Tokoh Masyarakat Papua Barat Daya, Kaesang Bahas Kemajuan Daerah

Bertemu Tokoh Masyarakat Papua Barat Daya, Kaesang Bahas Kemajuan Daerah

Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menemui tokoh masyarakat adat Wanusau, Alfons Kambu, di Maybrat, Sorong, Papua Barat Daya.

Trending

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap, 3 alasan utama sertifikat mualaf dokter Richard Lee dicabut, hingga media Malaysia soroti Shin Tae-yong (STY).
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh sebelum sertifikat mualafnya dicabut oleh pihak MCI, dr Richard Lee pernah tanya ke istri soal mualaf, dr Reni Effendi pun menjawab begini.
Selengkapnya

Viral