News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Penyebab Sebanarnya Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Fadli Zon: Serangan Umum 1 Maret

Ihwal Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional, masih ramai diperbincangkan. Bahkan, sebagian publik mempertanyakan penyebab sebenarnya Soeharto dianugerahi
Senin, 10 November 2025 - 15:00 WIB
Foto Soeharto zaman dulu
Sumber :
  • Wikipedia

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal Presiden ke-2 RI Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional, masih ramai diperbincangkan. Bahkan, sebagian publik mempertanyakan penyebab sebenarnya Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Menjawab hal-hal itu, Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon mengatakan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto telah melalui proses dan tidak menghadapi persoalan hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025).

"Saya kira sudah tidak ada masalah, sebagaimana itu (usulan) dari bawah tadi sudah melalui satu proses. Tidak ada masalah hukum, tidak ada masalah hal-hal yang lain," jelasnya.

Fadli Zon menyebut, penilaian terhadap jasa Soeharto dilakukan lewat kajian mendalam atas rekam jejak perjuangannya dalam kemerdekaan Indonesia maupun pembangunan nasional.

Soeharto, ucapnya, terlibat dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga menjadi Komandan Operasi Mandala.

"Yang terkait dengan perjuangan Pak Harto dalam hal ini sudah dikaji. Antara lain, Serangan Umum 1 Maret, beliau ikut pertempuran di Ambarawa, ikut Pertempuran Lima Hari di Semarang, menjadi Komandan Operasi Mandala perebutan Irian Barat," ungkapnya.

Bahkan kata dia, Soeharto juga berjasa dalam mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki ekonomi Indonesia yang sempat mengalami inflasi.

"Dan juga kiprah Presiden Soeharto dalam pembangunan 5 tahunan yang saya kira tadi juga sudah dibacakan telah membantu di dalam pengentasan kemiskinan, memperbaiki ekonomi."

"Apalagi ketika itu kita mengalami inflasi yang luar biasa sampai 600-an persen. Pertumbuhan (ekonomi) juga minus ya, jadi banyak sekali, termasuk pendirian sekolah-sekolah yang luar biasa dan juga pada waktu itu menghentikan pemberontakan yang dilakukan melalui Gerakan 30 September PKI," paparnya.

Terkait tudingan dugaan korupsi maupun pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh Soeharto, Fadli menyatakan hal itu tak terbukti secara hukum.

Berbagai tuduhan yang muncul, sambungnya, sudah melalui proses hukum yang dinilai tuntas dan tidak berkaitan langsung dengan Soeharto.

"Yang terkait dengan kasus-kasus itu kan pasti sudah ada proses hukumnya. Misalnya apa yang dituduhkan? Semua ada proses hukumnya dan proses hukum itu sudah tuntas dan itu tidak terkait dengan Presiden Soeharto," ucapnya.

Komentar Keluarga Soeharto

Keluarga almarhum Presiden ke-2 RI Soeharto menanggapi pro-kontra atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan Presiden Prabowo Subianto pada Upacara Hari Pahlawan 2025. 

Mereka menyebut perbedaan pendapat sebagai hal yang wajar. 

Namun, mereka mengimbau agar kritik tidak dilakukan secara ekstrem dan tetap menjaga persatuan.

Putri Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki pandangan yang beragam, dan keluarga menghormati itu.

“Ya, pro kontra kan masyarakat Indonesia tuh kan macem-macem ya. Ada yang pro dan ada yang kontra itu wajar-wajar saja," beber Tutut di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Bahkan ia menyampaikan, yang lebih penting adalah melihat perjalanan hidup ayahnya yang menurutnya didedikasikan untuk negara.

Tutut meminta agar perbedaan pandangan tidak sampai memecah kebersamaan bangsa.

“Jadi, boleh-boleh saja kontra tapi juga jangan ekstrim gitu. Yang penting kita jaga persatuan dan kesatuan," jelasnya.

Tutut juga meyakini masyarakat kini dinilai lebih dewasa dalam melihat sejarah.

“Saya rasa rakyat juga makin pinter lho.  Mas juga apalagi wartawan, sudah pintar-pintar semua. Jadi, bisa melihat apa yang Bapak lakukan, dan bisa menilai sendiri ya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan Tutut, tidak ada langkah khusus setelah penganugerahan ini. Nantinya, keluarga hanya akan berziarah ke makam Soeharto.

“Pak Harto ya kita, kita ziarah ke makam Bapak. Kita berzikir di sana, kita bersyukur, kita juga mengucapkan syukur kita kepada Allah SWT," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Longsor di Tapanuli Utara: Dua Orang Meninggal Dunia dan Jalur Nasional Tarutung-Sipirok Lumpuh Total

Longsor di Tapanuli Utara: Dua Orang Meninggal Dunia dan Jalur Nasional Tarutung-Sipirok Lumpuh Total

Akses transportasi di Jalan Nasional Tarutung-Sipirok lumpuh total setelah bencana tanah longsor menerjang Desa Hubarat, Kecamatan Pahe Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). 
Gubernur Cantik Berkelas! Sherly Tjoanda Ternyata Punya Pendidikan Mentereng: Double Degree di Belanda

Gubernur Cantik Berkelas! Sherly Tjoanda Ternyata Punya Pendidikan Mentereng: Double Degree di Belanda

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda selain dikenal sebagai 'gubernur cantik' ternyata punya pendidikan mentereng: Double Degree di Belanda.
Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mendengar alasan guru BK merazia dan memotong rambut berwarna 18 siswi SMKN 2 Garut sehingga viral di medsos.
Dedi Mulyadi Marah? Ungkap Borok Tata Ruang Bogor yang Bisa Jadi 'Bom Waktu' Bencana Bagi Jakarta dan Bekasi

Dedi Mulyadi Marah? Ungkap Borok Tata Ruang Bogor yang Bisa Jadi 'Bom Waktu' Bencana Bagi Jakarta dan Bekasi

Nasib keselamatan jutaan warga di Jakarta, Bekasi, hingga Karawang kini bergantung pada kondisi lingkungan di wilayah Bogor. 
Gelar Aksi Unjuk Rasa, Massa Desak Kejati Sulsel Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Jalan

Gelar Aksi Unjuk Rasa, Massa Desak Kejati Sulsel Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Jalan

Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) pada Rabu (6/5/2026).
Bukan Sekedar Hobi, Gubernur Sherly Tjoanda Punya Cara Jitu untuk ‘Healing’ di Maluku Utara

Bukan Sekedar Hobi, Gubernur Sherly Tjoanda Punya Cara Jitu untuk ‘Healing’ di Maluku Utara

Sosok Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda terus menjadi pusat perhatian masyarakat. Ditengah kesibukannya, ia memiliki cara untuk menghilangkan rasa penat

Trending

Venue Persija Vs Persib di Samarinda, Eks Pemain Timnas Indonesia Tak Habis Pikir Laga El Clasico Tidak di Jakarta

Venue Persija Vs Persib di Samarinda, Eks Pemain Timnas Indonesia Tak Habis Pikir Laga El Clasico Tidak di Jakarta

Mantan pemain Timnas Indonesia, Greg Nwokolo menyayangkan venue laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Samarinda.
Edbert Laos, Sosok Pria Tampan di Balik Ketangguhan Sherly Tjoanda Jadi Penguat Memimpin Maluku Utara

Edbert Laos, Sosok Pria Tampan di Balik Ketangguhan Sherly Tjoanda Jadi Penguat Memimpin Maluku Utara

Sherly Tjoanda sebagai Gubernur membangun Maluku Utara mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama ketiga anaknya. Mengenal putra sulungnya, Edbert Laos
Bantahan Keras Koh Hanny, Langsung Hubungi Tim Kreatif Richard Lee usai Dituding Cabut Sertifikat Mualaf karena Emosi

Bantahan Keras Koh Hanny, Langsung Hubungi Tim Kreatif Richard Lee usai Dituding Cabut Sertifikat Mualaf karena Emosi

Bantahan keras Koh Hanny Kristianto, langsung menghubungi tim kreatif dokter Richard Lee usai dituding cabut sertifikat mualaf karena emosi.
Ahmad Dhani: Keluarga Saya Tidak Mau Bertemu dengan Maia Estianty Lagi

Ahmad Dhani: Keluarga Saya Tidak Mau Bertemu dengan Maia Estianty Lagi

Ahmad Dhani tutup pintu silaturahmi, secara tegas menyatakan bahwa keluarganya tidak mau bertemu lagi dengan Maia Estianty.
Tragisnya Siswa Wafat Gara-gara Sepatu di Samarinda: Dedi Mulyadi Dukung Gebrakan Kemendikdasmen-Jaksa Jaga PIP

Tragisnya Siswa Wafat Gara-gara Sepatu di Samarinda: Dedi Mulyadi Dukung Gebrakan Kemendikdasmen-Jaksa Jaga PIP

Tragedi memilukan yang menimpa siswa SMK di Samarinda meninggal dunia gara-gara sepatu, menjadi titik balik perbaikan besar-besaran sistem bantuan pendidikan.
Hari Pendidikan Nasional, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Evaluasi PPDB dan Sosialisasi Jalur Prestasi

Hari Pendidikan Nasional, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Evaluasi PPDB dan Sosialisasi Jalur Prestasi

Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap bulan Mei dimanfaatkan Komisi D DPRD Kota Surabaya untuk memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terhadap pelaksanaan sistem PPDB yang setiap tahun kerap menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Murid Sekolah Rakyat Ngadu ke Sherly Tjoanda soal Rumah, Gubernur Malut Langsung Jelaskan Program Kemensos dan RTLH

Murid Sekolah Rakyat Ngadu ke Sherly Tjoanda soal Rumah, Gubernur Malut Langsung Jelaskan Program Kemensos dan RTLH

Murid Sekolah Rakyat ngadu langsung ke Sherly Tjoanda soal rumah mereka, Gubernur Malut itu langsung menjelaskan program Kemensos dan RTLH.
Selengkapnya

Viral