News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ikhlas Ikut Arahan Presiden Prabowo soal Bayar Utang Whoosh, Padahal Purbaya Maunya…

​​​​​​​Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sikap soal utang Whoosh dan pastikan keputusan akhir mengikuti arahan Presiden Prabowo demi keuangan negara dan keberlanjutan proyek.
Jumat, 14 November 2025 - 17:11 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai menjadi pembicara di Universitas Airlangga Surabaya, Senin (10/11/2025).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Dalam sesi taklimat media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Purbaya mengaku secara pribadi lebih memilih untuk tidak membayar utang tersebut. Namun, ia menegaskan keputusan final sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau saya mending nggak bayar, tapi itu kan ada kebijakan dari atas, Presiden dan lain-lain, berdiskusi. Tapi ini belum diputuskan,” ujar Purbaya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menyinggung posisi pemerintah dalam menyelesaikan komitmen keuangan proyek transportasi berkecepatan tinggi pertama di Asia Tenggara tersebut. Menurut Purbaya, hingga saat ini pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final.

Pembagian Peran Pemerintah dan Danantara

Purbaya menjelaskan, arah pembahasan cenderung mengarah pada skema pembagian peran antara pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dalam skema tersebut, Kementerian Keuangan disebut hanya akan menanggung biaya yang berkaitan langsung dengan infrastruktur dasar, seperti rel dan jalan pendukung.

Sementara itu, komponen yang bersifat operasional seperti rolling stock—termasuk rangkaian kereta dan sistem pendukungnya—diproyeksikan menjadi tanggung jawab pihak lain di luar Kemenkeu.

“Rolling stock mereka yang menanggung. Tapi saya belum mendapat kesimpulan. Maka saya bilang kalau nanti mereka diskusi ke sana, saya ikut. Saya mau lihat, jangan sampai saya rugi-rugi amat. Tapi kita lihat yang terbaik buat keuangan negara,” tegasnya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa diskusi masih berjalan dan setiap keputusan harus mempertimbangkan kondisi fiskal negara serta keberlanjutan layanan kereta cepat itu sendiri.

Danantara Tegaskan Komitmen Operasional Whoosh

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penanganan utang harus dilakukan secara terukur. Danantara dan pemerintah, menurutnya, sepakat untuk berbagi peran demi memastikan keberlanjutan operasional Whoosh.

Dony menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melihat manfaat besar yang diberikan Whoosh bagi masyarakat. Dari efisiensi perjalanan Jakarta–Bandung hingga pergerakan ekonomi di koridor Jawa Barat, keberadaan Whoosh dinilai strategis dan tidak boleh terganggu akibat persoalan utang.

Karena itu, Danantara akan fokus pada aspek operasional agar layanan Whoosh semakin efisien, tepat waktu, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Pemerintah Fokus Infrastruktur, Danantara Garap Efisiensi

Melalui skema pembagian tanggung jawab ini, pemerintah disebut akan memegang peran dalam penguatan infrastruktur dasar. Hal ini meliputi pengelolaan dan perbaikan berbagai fasilitas penunjang jalannya operasional kereta cepat, sekaligus memastikan proyek tersebut tetap selaras dengan rencana pembangunan jangka panjang.

Sementara itu, Danantara akan mengelola operasional harian Whoosh agar tidak hanya berjalan efisien, tetapi juga mampu menarik lebih banyak pengguna dari wilayah Jakarta, Bandung, dan sekitarnya. Dengan peningkatan layanan dan efisiensi operasional, diharapkan beban keuangan proyek dapat semakin ringan.

Menanti Keputusan Final Presiden Prabowo

Meski berbagai skema telah dibahas, Purbaya menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah harus mempertimbangkan keamanan fiskal sekaligus memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.

“Yang jelas, saya ikut arahan Presiden. Kita cari yang terbaik buat keuangan negara,” pungkas Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, publik menunggu bagaimana pemerintah dan Danantara merumuskan penyelesaian utang Whoosh secara komprehensif tanpa mengganggu layanan transportasi modern yang sudah dinikmati masyarakat.

Dengan kompleksitas proyek dan besarnya investasi yang telah digelontorkan, keputusan ini akan menjadi salah satu kebijakan penting pemerintahan Prabowo terkait masa depan infrastruktur transportasi Indonesia. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Polisi memastikan aksi perusakan bendera Merah Putih di Kabupaten Bantul dan palang perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Sleman pada 9 Agustus 2026 dilakukan oleh orang yang sama. 
Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Perkara dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha segera memasuki babak persidangan. Sidang perdana terhadap 13 terdakwa dijadwalkan digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. 
Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Ashari, terdakwa dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati, Selasa (11/8/2026).

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral