News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Forum COP30, Ketua DPD RI Sultan Serukan Paradigma Baru Green Democracy

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan perlunya penerapan Demokrasi Hijau sebagai paradigma baru pembangunan di tengah menguatnya krisis iklim
Sabtu, 15 November 2025 - 15:37 WIB
Saat Forum COP30, Ketua DPD RI Sultan Serukan Paradigma Baru Green Democracy
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan perlunya penerapan Demokrasi Hijau sebagai paradigma baru pembangunan di tengah menguatnya krisis iklim dan menurunnya kualitas demokrasi global. 

Pandangan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci pada sesi “Green Democracy and the Climate Change Bill: Indonesia’s Path to Sustainable Transformation” dalam rangkaian The Investment COP yang diadakan World Climate Foundation di Belém, Brasil, Kamis (13/11/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sultan menyampaikan bahwa banyak negara masih terjebak pada pola pembangunan yang tidak memperhitungkan keseimbangan ekologis. 

Praktik ini, menurutnya, melahirkan kerusakan lingkungan, ancaman pangan, hingga masalah kesehatan yang dialami jutaan warga dunia.

“Demokrasi yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan pada akhirnya akan gagal,” ujar Sultan. 

Kemudian, ia menilai demokrasi global kini memasuki titik jenuh dan membutuhkan penyegaran melalui pendekatan baru yang mengintegrasikan aspirasi politik, representasi daerah, dan kepentingan ekologis.

Bahkan dia mengungkapkan, Indonesia baru saja mendeklarasikan Hari Demokrasi Hijau pada 9 November 2025 yang dihadiri lebih dari 25.000 peserta. 

Tahun depan, DPD RI berencana menyelenggarakan Konferensi Dunia Demokrasi Hijau tentang Hutan Tropis sebagai bagian dari diplomasi hijau parlemen.

Dalam forum tersebut, Sultan memaparkan tiga rancangan undang-undang yang kini menjadi prioritas legislasi nasional: RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Perlindungan Hak Masyarakat Adat, dan RUU Daerah Kepulauan. 

Ketiganya, menurut dia, merupakan landasan penting dalam transisi menuju ekonomi hijau.

Ia juga menyoroti terbitnya Perpres Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang membuka peluang investasi luas di sektor energi terbarukan. 

Dengan proyeksi kebutuhan listrik nasional mencapai lebih dari 330 gigawatt pada 2045, Indonesia dinilai memiliki ruang yang sangat besar bagi investor energi hijau.

“Langit adalah batasnya bagi investasi energi hijau di Indonesia,” kata Sultan.

Pada bagian lain, Sultan mengingatkan bahwa suhu rata-rata bumi telah mencapai 1,42 derajat Celsius dan berpotensi melewati ambang 1,5 derajat dalam dekade mendatang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai lemahnya koherensi politik global menjadi penyebab utama kegagalan 70 persen kebijakan iklim, sebagaimana ditemukan UNDP.

Karena itu, ia mendorong agar Demokrasi Hijau dipandang sebagai strategi pembangunan yang mengarahkan negara pada bisnis hijau, pendidikan hijau, hingga gaya hidup hijau. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eksodus WNI dari Sindikat Penipuan Kamboja Belum Reda, 2.752 Orang Mengadu ke KBRI Phnom Penh

Eksodus WNI dari Sindikat Penipuan Kamboja Belum Reda, 2.752 Orang Mengadu ke KBRI Phnom Penh

Arus kepulangan WNI yang keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja masih terus berlangsung.
Penawaran Harga Bak Bumi dan Langit, Petinggi Al Ittihad Tolak Mentah-mentah Tawaran Inter Milan untuk Moussa Diaby

Penawaran Harga Bak Bumi dan Langit, Petinggi Al Ittihad Tolak Mentah-mentah Tawaran Inter Milan untuk Moussa Diaby

Al Ittihad langsung menolak mentah-mentah penawaran Inter Milan untuk Moussa Diaby. Penawaran Inter Milan menurut petinggi Al Ittihad dianggap terlalu rendah.
Drama Internal NU Berakhir! PBNU Terima Maaf Gus Yahya, Jabatan Ketum Resmi Dipulihkan

Drama Internal NU Berakhir! PBNU Terima Maaf Gus Yahya, Jabatan Ketum Resmi Dipulihkan

Keputusan tersebut diumumkan usai rapat yang dipimpin langsung Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jabodetabek, Diperkirakan Terjadi hingga Februari 2026

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jabodetabek, Diperkirakan Terjadi hingga Februari 2026

BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih akan membayangi wilayah Jabodetabek. Sebab, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.
Sekolah Terintegrasi, Strategi Nasional Wujudkan Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Sekolah Terintegrasi, Strategi Nasional Wujudkan Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Pemerintah menggelar Rapat Tingkat Menteri untuk membahas percepatan penyelenggaraan Sekolah Terintegrasi (ST) sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
11 ABK Indonesia Dipulangkan usai Selundupkan 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia

11 ABK Indonesia Dipulangkan usai Selundupkan 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Sebanyak 11 ABK Indonesia dipulangkan dari Malaysia setelah tertangkap menyelundupkan 7,5 ton pasir timah ilegal senilai Rp4,3 miliar ke Johor.

Trending

Megatsunami Greenland Guncang Dunia: Gelombang 200 Meter Picu Getaran Global Selama 9 Hari

Megatsunami Greenland Guncang Dunia: Gelombang 200 Meter Picu Getaran Global Selama 9 Hari

Megatsunami di Greenland akibat longsor raksasa memicu gelombang 200 meter dan getaran global 9 hari, jadi bukti nyata dampak krisis iklim.
Update Bursa Transfer Persib: Si Anak Hilang Pulang, Satu Pemain Santer Dikabarkan Hengkang

Update Bursa Transfer Persib: Si Anak Hilang Pulang, Satu Pemain Santer Dikabarkan Hengkang

Persib Bandung memulangkan Dedi Kusnandar jelang bursa transfer paruh musim tutup, namun berpotensi kehilangan Febri Hariyadi yang dirumorkan hengkang ke Persis Solo.
Harga Emas dan Perak Pecah Rekor Dunia, Analis Waspadai Pasar Makin Tak Rasional

Harga Emas dan Perak Pecah Rekor Dunia, Analis Waspadai Pasar Makin Tak Rasional

Harga emas dan perak tembus rekor global. Analis menilai reli dipicu likuiditas dan spekulasi, bukan semata fundamental pasar logam mulia.
Jika Megatsunami Greenland Berulang, Ini Risiko Serius bagi Indonesia dan Dunia

Jika Megatsunami Greenland Berulang, Ini Risiko Serius bagi Indonesia dan Dunia

Megatsunami di Greenland berpotensi terjadi berulang akibat krisis iklim. Dampaknya bisa menjalar global, termasuk ke Indonesia lewat iklim ekstrem dan ekonomi.
6 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

6 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 31 Januari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, membahas peluang finansial, risiko, serta angka hoki harian.
Jadwal Perempat Final Thailand Masters 2026, Jumat 30 Januari: Alwi Farhan Tantang Lee Zii Jia

Jadwal Perempat Final Thailand Masters 2026, Jumat 30 Januari: Alwi Farhan Tantang Lee Zii Jia

Berikut jadwal lengkap wakil Indonesia di babak perempat final Thailand Masters 2026.
Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT