News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantah Tuduhan Ijazah Palsu, Hakim MK Arsul Sani Pamerkan Dokumen Asli dan Kronologi Lengkap Studi S-3

Hakim MK Arsul Sani tampil ke publik menunjukkan ijazah S-3 asli dan kronologi lengkap studinya usai dilaporkan terkait dugaan ijazah palsu.
Senin, 17 November 2025 - 15:37 WIB
Anggota komisi III DPR RI, Asrul Sani.
Sumber :
  • tim tvOne/viva

Jakarta, tvOnenews.com - Hakim Konstitusi Arsul Sani akhirnya angkat bicara sekaligus menunjukkan ijazah doktoral asli miliknya usai dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi terkait dugaan ijazah palsu

Dalam konferensi pers di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/11), Arsul secara terbuka memamerkan dokumen asli gelar Doctor of Laws (LL.D) yang ia peroleh dari Collegium Humanum Warsaw Management University, Warsawa, Polandia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya harus cepat, tapi ini ijazah asli,” ujarnya sambil mengeluarkan dokumen tersebut dari tabung penyimpanan khusus. Namun ia meminta awak media agar tidak mengambil foto dekat ijazahnya lantaran khawatir akan diedit atau disalahgunakan.

Arsul Tunjukkan Berbagai Dokumen Pendukung

Tak hanya ijazah asli, Arsul juga memperlihatkan berbagai dokumen pendukung lainnya. Ia menampilkan fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi KBRI Warsawa, transkrip nilai, hingga foto prosesi wisuda yang turut dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Polandia saat itu.

Ia menjelaskan, dirinya menyelesaikan program doktoral pada Juni 2022, setelah mempertahankan disertasi berjudul:

“Re-examining the considerations of national security interests and human rights protection in counter-terrorism legal policy: a case study on Indonesia with focus on post Bali-bombings development”.

Ijazahnya kemudian diberikan langsung saat wisuda di Warsawa pada Maret 2023.

“Selesai wisuda, karena saya harus kembali ke Indonesia dalam dua–tiga hari, ijazah itu langsung saya copy dan legalisasi dibantu KBRI,” jelasnya.

Mulai Studi Doktoral Sejak 2011, Sempat Terhenti

Arsul juga membeberkan kronologi panjang studinya. Ia memulai pendidikan doktoral pada 2011 di Glasgow Caledonian University, Inggris, melalui program profesional di bidang justice, policy, and welfare studies. Tahap awal studinya sudah selesai, bahkan ia menerima transkrip akademik dan mulai menyusun proposal disertasi.

Namun proses tersebut harus terhenti ketika ia maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2014 dan kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019. Kesibukan sebagai legislator membuatnya mengambil cuti akademik hingga akhirnya tidak melanjutkan studi di Glasgow.

Ketika hendak melanjutkan pendidikan, Arsul mencari universitas yang dapat menerima transfer studi. Setelah berdiskusi dengan sejumlah kolega dan memeriksa keabsahan kampus melalui basis data Kemendikbud, ia memilih Collegium Humanum Warsaw Management University.

“Saya mendaftar sekitar awal Agustus 2020,” kata Arsul.

Kuliah Daring Saat Pandemi dan Penelitian di Indonesia

Seluruh proses kuliah dilakukan secara daring karena pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Enam bulan pertama ia gunakan untuk mengikuti perkuliahan sambil menentukan topik disertasi. Pada 2021, ia mulai fokus menulis dan meneliti isu kontraterorisme di Indonesia, terutama perkembangan kebijakan hukum setelah bom Bali.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan hukum normatif kepustakaan dan penelitian empiris melalui wawancara dengan sejumlah tokoh serta akademisi. Setelah melalui proses viva voce, disertasinya dinyatakan lulus dan kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul “Keamanan Nasional dan Perlindungan HAM: Dialektika Kontraterorisme di Indonesia”.

Semua Dokumen Sudah Diserahkan ke DPR dan MK

Arsul menegaskan seluruh dokumen, baik asli maupun salinan pendukung latar belakang pendidikannya, sudah ia serahkan saat proses seleksi hakim konstitusi di Komisi III DPR. Dokumen itu juga telah disampaikan kepada Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi.

“Semua berkas ini sudah saya sampaikan, termasuk beberapa catatan kuliah dan komunikasi yang masih saya simpan,” tegasnya.

Dilaporkan ke Bareskrim Atas Dugaan Ijazah Palsu

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi melaporkan Arsul ke Bareskrim Polri pada Jumat (14/11) atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Laporan itu langsung memicu perhatian publik karena status Arsul sebagai hakim konstitusi.

Dengan langkah terbuka menunjukkan seluruh dokumen asli, Arsul berharap polemik ini dapat segera diluruskan. Publik kini menunggu tindak lanjut resmi dari proses hukum yang berlangsung serta keterangan lebih lanjut dari pihak pelapor. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Dalami Soal Aliran Uang ke Pihak DJBC di Kasus Suap Importasi Barang

KPK Dalami Soal Aliran Uang ke Pihak DJBC di Kasus Suap Importasi Barang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Salisa Asmoaji (SA) di kasus dugaan suap importasi barang.
Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha di Yogyakarta Alami Gangguan Gizi dan Perkembangan

Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha di Yogyakarta Alami Gangguan Gizi dan Perkembangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengungkap belasan anak mengalami gangguan tumbuh kembang dan masalah gizi seusai menjadi korban kekerasan di lingkungan Yayasan Little Aresha. 
Pasca Bencana, Pembangunan Huntap di Aceh Berstatus Hijau

Pasca Bencana, Pembangunan Huntap di Aceh Berstatus Hijau

Wilayah Aceh mulai terus menunjukkan pertumbuhan signifikan pasca terjadinya bencana tanah longsor dan banjir.
Resmi! PSSI Umumkan Sanksi Cukup Berat kepada Persija Jakarta Jelang Duel El Clasico Kontra Persib Bandung

Resmi! PSSI Umumkan Sanksi Cukup Berat kepada Persija Jakarta Jelang Duel El Clasico Kontra Persib Bandung

Persija Jakarta didenda Rp260 juta oleh PSSI jelang duel panas lawan Persib Bandung akibat pelanggaran suporter berulang.
Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Asusila di Pati Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Siapkan Jemput Paksa

Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Asusila di Pati Mangkir dari Pemeriksaan, Polisi Siapkan Jemput Paksa

Pengasuh pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, berinisial A, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak asusila di Kabupaten Pati kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi.
BI Beberkan 7 Jurus Jaga Nilai Rupiah, Batasi Peredaran Dolar hingga Turunkan Tekanan Pasar

BI Beberkan 7 Jurus Jaga Nilai Rupiah, Batasi Peredaran Dolar hingga Turunkan Tekanan Pasar

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada tujuh strategi yang telah dirancang untuk memperkuat nilai tukar rupiah baik dari sisi domestik maupun global.

Trending

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

Isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dokter yang dikenal juga sebagai Selebgram itu tersandung kasus
Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Bursa Transfer Persib Bandung: Jurnalis Belanda Ungkap Kiper Eredivisie Selangkah Lagi Susul Thom Haye dan Eliano Reijnders

Media Belanda mengungkap kabar terbaru soal aktivitas Persib Bandung di bursa transfer musim panas. Seorang pemain Eredivisie dilaporkan bisa segera menyusul Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Irak Graham Arnold ungkap ketidakadilan sistem playoff AFC yang rugikan Timnas Indonesia: Arab Saudi nikmati istirahat 6 hari, Indonesia cuma 3 hari.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Selengkapnya

Viral