News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Memaafkan, Jokowi Tegaskan Proses Hukum Kasus Ijazah Palsu Tetap Berjalan

Jokowi menegaskan proses hukum kasus tudingan ijazah palsu tetap berjalan meski ia memaafkan, dan siap hadir di sidang bila diminta hakim.
Kamis, 25 Desember 2025 - 12:16 WIB
Pernyataan Jokowi soal Isu Ijazah Mencengangkan Publik: Semua Dilakukan untuk Apa?
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa proses hukum terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan tudingan ijazah palsu terhadap dirinya tetap akan berjalan, meskipun secara pribadi ia telah memaafkan sejumlah pihak yang terlibat. Jokowi menekankan, urusan memaafkan merupakan ranah pribadi, sementara penegakan hukum harus tetap dihormati dan berjalan sebagaimana mestinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (24/12/2025). Ia menegaskan tidak ada kontradiksi antara sikap memaafkan secara personal dengan kelanjutan proses hukum yang sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum. Prosesnya biar berjalan apa adanya,” kata Jokowi.

Jokowi kembali menekankan pentingnya menghormati mekanisme hukum yang telah berjalan. Menurutnya, proses hukum tidak boleh dihentikan hanya karena adanya sikap memaafkan secara pribadi.

“Sekali lagi, urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum, ya urusan hukum. Kita hormati proses hukum yang ada,” ujarnya.

Meski menyatakan telah memaafkan sejumlah terlapor, Jokowi memilih tidak mengungkapkan secara rinci siapa saja pihak yang dimaksud. Ia hanya memberi isyarat bahwa informasi tersebut akan disampaikan pada waktu yang tepat.

“Ya nantilah, nanti ya,” ucapnya singkat.

Terkait pengakuan salah satu tersangka yang disebut telah mengakui keaslian ijazah milik Jokowi, mantan Presiden dua periode itu kembali menegaskan bahwa fakta hukum sudah jelas. Namun demikian, ia menolak mengaitkan pengakuan tersebut dengan keputusan memaafkan atau tidak memaafkan.

“Iya, memang asli. Sekali lagi, urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum. Tapi memang kalau ada ruang untuk memaafkan, kenapa tidak kita lakukan. Tapi sekali lagi, urusan hukum tetap urusan hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jokowi memastikan dirinya siap hadir di persidangan apabila diminta oleh majelis hakim. Ia menegaskan tidak keberatan untuk menunjukkan seluruh ijazah pendidikan formal yang dimilikinya sebagai bagian dari proses pembuktian di pengadilan.

“Kalau diminta oleh Yang Mulia Hakim, saya akan datang. Terutama untuk menunjukkan ijazah asli dari SD, SMP, SMA, sampai S1. Akan saya tunjukkan semuanya,” ujarnya.

Sikap Jokowi ini menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan terbuka terhadap proses hukum, sekaligus menjadi penegasan bahwa tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya tidak berdasar.

Sebelumnya, Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) sempat menemui Jokowi di kediamannya di Solo. Usai pertemuan tersebut, Ketua Umum Bara-JP Willem Frans Ansanay menyampaikan bahwa Jokowi pada prinsipnya siap memaafkan sejumlah terlapor kasus pencemaran nama baik.

Namun demikian, Willem mengungkapkan bahwa tidak semua pihak akan mendapatkan maaf. Dari total sekitar 12 nama yang sebelumnya disebut-sebut, terdapat tiga orang yang dinilai Jokowi telah melampaui batas.

“Pak Jokowi bukan tipe orang yang tidak pemaaf. Jadi 12 nama itu tidak semuanya akan terus dituntut,” kata Willem.

Menurutnya, tiga orang yang tidak dimaafkan dinilai terlalu ekstrem karena tetap bersikeras menuding ijazah Jokowi palsu, meskipun bukti keaslian telah ditunjukkan secara jelas. Selain itu, tindakan mereka dinilai telah memenuhi unsur pelanggaran hukum dengan potensi pasal berlapis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tiga nama ini tetap kekeh menyebut ijazah palsu dan melakukan berbagai tindakan yang kalau dilihat dari aspek hukum, sudah terlalu jauh. Untuk yang ini, Pak Jokowi memutuskan proses hukum tetap dilanjutkan,” ujar Willem.

Dengan sikap tersebut, Jokowi dinilai ingin memberikan contoh bahwa sikap pemaaf tidak berarti mengabaikan supremasi hukum. Ia menegaskan bahwa hukum harus tetap menjadi panglima, sekaligus menjadi pelajaran agar ruang publik tidak diisi oleh tudingan tanpa dasar yang dapat merusak tatanan demokrasi dan persatuan bangsa. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Polisi memastikan aksi perusakan bendera Merah Putih di Kabupaten Bantul dan palang perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Sleman pada 9 Agustus 2026 dilakukan oleh orang yang sama. 
Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Perkara dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha segera memasuki babak persidangan. Sidang perdana terhadap 13 terdakwa dijadwalkan digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. 
Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Ashari, terdakwa dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati, Selasa (11/8/2026).

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral