Diancam Imbas Kasus Rumah Nenek Elina di Surabaya, Armuji Tepis Tudingan Instruksi Demo ke Ormas Madas
- Tangkapan layar YouTube Armuji
Surabaya, tvOnenews.com - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji membantah tuduhan dari video viral seorang pria. Anak buah Armuji dituding menginstruksikan demonstrasi kepada organisasi masyarakat Madura Asli (Madas).
Tuduhan itu sebagai respons keras akibat ormas Madas terseret dalam kasus rumah Nenek Elina Widjajanti (80). Akibatnya, ormas tersebut belakangan ini menjadi sasaran amukan masyarakat.
Pria itu mendesak agar perintah demo tersebut segera dihentikan. Ia mengancam apabila tidak melakukannya, maka Armuji akan berurusan dengan ormas Madas.
"Tolong bilang sama anak buahnya sampean, suruh stop demo-demonya," kata pria dalam video viral diunggah melalui akun TikTok @Pasanggigi, Senin (29/12/2025).
"Kalau sampean atau anak buahnya sampean ngotot, kalau sampai Madas Nusantara atau Madas Rumpun yang kena imbasnya tidak akan tinggal diam, Armuji ya," lanjut pria tersebut sambil mengancam.
Reaksi Armuji atas Tuduhan Perintahkan Demo ke Ormas Madas
- Instagram/@cakj1
Armuji langsung membuat video klarifikasi atas tuduhan tersebut. Ia mengunggah pernyataan resmi melalui Instagram pribadinya.
Cak Ji sapaan akrabnya, menjelaskan dalam sebuah video viral di media sosial terdapat seseorang ikut sidak ke rumah nenek Elina. Ia menegaskan, sosok tersebut bukanlah anak buahnya.
"Saya ingin memberikan penjelasan kepada Bapak yang mem-posting video di TikTok, bahwa telah mengatakan orang yang di samping saya itu adalah anak buah saya pada saat saya kunjungan dan sidak di wilayah tempat nenek Elina," ujar Armuji.
Ia mengatakan, sosok yang menemaninya adalah seorang wartawan. Ia tidak merasa pria tersebut sebagai bawahannya.
"Sekali lagi, yang di sebelah saya itu bukan anak buah saya. Kalau nggak salah sebut, itu adalah wartawan media sosial," tegas dia.
Lebih lanjut, ia menyampaikan Rumah Aspirasi selalu dibuka setiap hari Selasa. Tujuannya untuk mengumpulkan berbagai keluhan dan pengaduhan masyarakat khususnya di Surabaya.
Pemerintah mengeksekusi kumpulan keluhan dari warga. Dalam momen itu, wartawan kerap kali ikut datang untuk melakukan liputan.
Load more