GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tarik Rp75 Triliun dari Perbankan, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ganggu Ekonomi dan Justru Picu Multiplier Effect

Menkeu Purbaya tarik Rp75 triliun dari perbankan untuk belanja K/L. Dana langsung dibelanjakan dan dijamin tak ganggu sistem ekonomi nasional.
Jumat, 2 Januari 2026 - 14:10 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penarikan dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari sistem perbankan tidak akan mengganggu stabilitas maupun perputaran ekonomi nasional. Dana tersebut dipastikan digunakan sepenuhnya untuk belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) sehingga tetap berputar di dalam sistem perekonomian.

Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik sejatinya tidak ditahan atau disimpan, melainkan langsung dibelanjakan kembali oleh pemerintah. Dengan demikian, likuiditas di perekonomian tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Itu buat belanja rutin kementerian/lembaga. Saya tarik seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjakan lagi. Jadi langsung masuk ke sistem perekonomian dan tidak mengganggu uang beredar,” kata Purbaya dalam wawancara cegat usai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, langkah tersebut justru memberikan dampak positif bagi perekonomian karena belanja pemerintah memiliki efek berganda atau multiplier effect yang kuat. Saat dana dibelanjakan, aktivitas ekonomi di berbagai sektor akan ikut bergerak, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Malah harusnya lebih bagus, karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah, pusat maupun daerah,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, dari total dana pemerintah yang sebelumnya ditempatkan di sistem perbankan, sebagian besar masih tetap berada di bank. Ia memastikan likuiditas perbankan masih sangat memadai.

“Yang Rp201 triliun masih saya taruh di perbankan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 31 Desember 2025, Menteri Keuangan mengungkapkan pemerintah telah menarik Rp75 triliun dari total Rp276 triliun dana yang ditempatkan di perbankan. Dana tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya diparkir di sejumlah bank untuk menjaga likuiditas.

Adapun penempatan dana Rp276 triliun itu dilakukan di enam bank, yang terdiri dari lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD). Rinciannya sebagai berikut:

  • Bank Mandiri: Rp80 triliun

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI): Rp80 triliun

  • Bank Negara Indonesia (BNI): Rp80 triliun

  • Bank Tabungan Negara (BTN): Rp25 triliun

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): Rp10 triliun

  • Bank DKI: Rp1 triliun

Purbaya menegaskan, penarikan sebagian dana tersebut merupakan bagian dari strategi belanja negara untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Pemerintah memilih mengalirkan dana ke sektor riil melalui belanja agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan sebelumnya belum berjalan optimal. Ia merujuk pada data Bank Indonesia (BI) yang mencatat pertumbuhan kredit perbankan per Oktober 2025 hanya sebesar 7,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari belum sepenuhnya sinkronnya kebijakan antara pemerintah dan bank sentral pada periode sebelumnya.

“Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat,” ungkap Purbaya.

Ia menyebut, saat itu masih terdapat ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, sehingga transmisi likuiditas ke sektor riil belum maksimal. Namun, kondisi tersebut kini diklaim telah diperbaiki.

“Sekarang sudah dibereskan,” katanya.

Purbaya menegaskan, dalam dua minggu terakhir, koordinasi antara pemerintah dan BI semakin solid. Bank Indonesia mulai memberikan dukungan penuh terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah, termasuk dalam menjaga likuiditas dan mendorong penyaluran kredit.

Dengan dukungan tersebut, Purbaya optimistis likuiditas di sistem perekonomian akan semakin longgar, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah penarikan dana Rp75 triliun ini, kata dia, harus dilihat sebagai bagian dari manajemen kas negara yang dinamis, bukan sebagai sinyal pengetatan likuiditas. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara stabilitas keuangan dan kebutuhan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan.

Purbaya pun memastikan, kebijakan fiskal ke depan akan terus diselaraskan dengan kebijakan moneter agar manfaatnya benar-benar terasa bagi dunia usaha, sektor perbankan, dan masyarakat luas. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Inter Milan Diminta Siaga Penuh! Chivu Beberkan Bahaya Besar Bodo/Glimt

Inter Milan Diminta Siaga Penuh! Chivu Beberkan Bahaya Besar Bodo/Glimt

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, membongkar kondisi timnya jelang duel panas melawan Bodo/Glimt pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions di Stadion Aspmyra, Bodo, Rabu (18/2/2026).
Tak Mau Terpeleset! Howe Bongkar Bahaya Tersembunyi Qarabag Jelang Duel Liga Champions

Tak Mau Terpeleset! Howe Bongkar Bahaya Tersembunyi Qarabag Jelang Duel Liga Champions

Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, meminta tim asuhannya untuk tidak meremehkan kekuatan Qarabag FK jelang pertemuan leg pertama playoff menuju babak 16 besar Liga Champions.
Giliran DPR Sentil Jokowi yang Merasa Tak Berperan Mengesahkan Revisi UU KPK 2019

Giliran DPR Sentil Jokowi yang Merasa Tak Berperan Mengesahkan Revisi UU KPK 2019

Buntut pernyataan Presiden ke-7 RI, Jokowi yang tidak merasa berperan dalam pengesahan revisi UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,46 Lintang Selatan dan 108,11 Bujur Timur, atau sekitar 94 kilometer barat daya Pangandaran
Nyaman Tinggal Bareng Ruben Onsu, Kata Betrand Peto saat Serumah dengan Sarwendah: Lebih Banyak Sendiri

Nyaman Tinggal Bareng Ruben Onsu, Kata Betrand Peto saat Serumah dengan Sarwendah: Lebih Banyak Sendiri

Betrand Peto ungkap perbandingan saat dirinya tinggal dengan Sarwendah dan Ruben Onsu. Seperti apa? Simak informasi selengkapnya dalam artikel di bawah ini!
Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Detail Kontrak Joao Felix di Al Nassr Bikin Chelsea Ketiban Durian Runtuh, Kok Bisa?

Status kontrak Joao Felix dengan Al Nassr sedang menjadi perbincangan. Salah seorang junalis Arab Saudi membongkar detail kontrak pemain Portugal tersebut.

Trending

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Osimhen Jadi Dalang Utama, Galatasaray Pesta Gol Lawan Juventus!

Osimhen Jadi Dalang Utama, Galatasaray Pesta Gol Lawan Juventus!

Galatasaray tampil dominan saat menghancurkan Juventus yang bermain dengan 10 pemain dengan skor telak 5-2 pada leg pertama play-off babak 16 besar UEFA Champions League, Rabu (18/2/2026).
Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak Besok, 19 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan zodiak besok, 19 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Simak prediksi cinta, karier, hingga keuangan lengkapnya di sini.
Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Kita sudah memasuki bulan ramadhan 2026. Namun ada kebiasaan sehari-hari perlu dipertimbangkan, seperti korek telinga
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT