Perang Dunia III di Depan Mata? Anggota DPR Peringatkan Dampak Ngeri AS Tangkap Presiden Venezuela
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, melontarkan kritik tajam terhadap aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan langkah sepihak yang secara terang-terangan mencederai prinsip hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Jazuli menegaskan bahwa serangan tersebut bukan hanya pelanggaran kedaulatan, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap mekanisme diplomasi yang menjadi pilar perdamaian dunia.
“Tidak ada satu pun negara yang dibenarkan menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan,” tegas Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1).
Peringatan Akan Bahaya Preseden Buruk
Penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS dinilai Jazuli sebagai fenomena berbahaya jika dianggap sebagai hal yang lumrah dalam hubungan antarnegara. Ia khawatir ketidaktundukan terhadap hukum akan memicu ketidaktertiban global.
“Jangan sampai tindakan ini menjadi preseden buruk, seolah-olah hukum internasional tidak lagi diindahkan dan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa. Jika hukum internasional runtuh, maka dunia akan berada di ambang kekacauan dan ketidaktertiban global,” ujarnya.
Ancaman Perang Dunia Ketiga
Lebih lanjut, Jazuli menyoroti risiko eskalasi ketegangan yang bisa berujung pada konflik terbuka skala besar. Ia menilai, pemaksaan kehendak melalui kekuatan militer oleh negara kuat dapat memicu situasi yang tak terkendali.
“Dalam kondisi seperti ini, ancaman terjadinya Perang Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang mustahil. Perang bisa pecah kapan saja jika negara-negara kuat terus memaksakan kehendaknya dengan kekuatan militer,” jelasnya.
Menyikapi situasi panas ini, Jazuli menyerukan agar komunitas internasional dan PBB tidak tinggal diam. Ia menuntut adanya ketegasan dalam menegakkan hukum secara adil serta mengedepankan jalur dialog untuk menyelesaikan konflik.
“Perdamaian dunia hanya dapat dijaga jika semua negara, tanpa kecuali, tunduk pada hukum internasional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta kemanusiaan,” pungkasnya.
Krisis diplomatik ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengakui operasi militer di wilayah Venezuela. Melalui platform Truth Social pada Sabtu (3/1), Trump mengklaim keberhasilan serangan tersebut.
Load more