Peneror Dosen UGM yang Ngaku Anggota Polresta Yogyakarta, Jejaknya Terlacak di Cirebon
- Instagram @zainalarifinmochtar
Yogyakarta, tvOnenews.com - Dosen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar mengaku menjadi korban teror dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus teror yang dialami oleh salah satu ahli hukum dalam film dokumenter Dirty Vote tersebut.
Hasilnya, didapati jejak peneror beralamat di Jawa Barat. Hal ini seusai Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia memastikan bahwa nomor yang digunakan untuk meneror bukan milik anggotanya.
"Setelah itu (kasus teror yang menimpa dosen UGM) kita cek nomor itu, tidak ada anggota Polresta Yogyakarta yang menggunakan nomor itu. Setelah kita cek ternyata alamat mereka itu di Cirebon," tuturnya kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Dengan demikian, orang yang menghubungi dosen UGM tersebut bisa dikatakan melakukan tindak pidana penipuan.
Ditanya apakah polisi akan melakukan pengejaran, Kombes Pol Eva mengaku masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Ya, nanti akan kita selidiki lagi," ucapnya.
Pasca kejadian tersebut, Kombes Pol Eva mengaku belum ada komunikasi dengan yang bersangkutan. Namun, tak menutup kemungkinan akan ada komunikasi di antara mereka.
"Sementara, kita belum komunikasi dengan Prof Uceng (sapaan akrab Zainal Arifin Mochtar). Tentunya, kita komunikasi dengan beliau, apa masalahnya, teleponnya bagaimana, nanti akan kita tindaklanjuti," ujarnya.
Pengakuan Dosen UGM
Diberitakan sebelumnya, Dosen Tata Negara UGM tersebut menceritakan teror yang dialaminya melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1/2026).
Dalam postingan tersebut, dia mengaku telah dihubungi oleh nomor +6283 817941429. Pemilik nomor tersebut mengaku dari Polresta Yogyakarta.
Menurutnya, suara si penelpon ketika menghubungi diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas.
"Baru saja masuk telepon ini, ngaku dari Polresta Yogyakarta meminta segera menghadap dan membawa KTP. Jika tidak, akan segera dilakukan penangkapan," tulis Uceng, sapaan akrab Zainal Arifin di Instagramnya dikutip, Sabtu (3/1/2026).
Uceng juga mengaku, sudah dua kali mendapat tindakan serupa. Akan tetapi, ia tidak menghiraukan karena menurutnya masuk dalam tindak pidana penipuan.
"Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik. Well, siapapun tau yang kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali-kali," ucapnya.
Load more