GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isi Surat Nadiem Makarim, Beberkan Kejanggalan Tidak Masuk Akal Kasus Chromebook!

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengunggah sebuah surat yang berisi kegelisahannya lewat media sosial.
Jumat, 9 Januari 2026 - 10:44 WIB
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengunggah sebuah surat yang berisi kegelisahannya lewat media sosial.

Melalui akun media sosial Instagram pribadinya @nadiemmakarim terdakwa korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022, ini mengungkap kejanggalan perkara yang menimpanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam surat tersebut, Nadiem mengklaim tak diperbolehkan berbicara kepada awak media usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jakarta Pusat pada Senin (5/1/2026). 

Surat tersebut juga dibacakan salah satu kuasa hukumnya dalam persidangan.

Isi Lengkap Surat Nadiem Makarim
Isi Lengkap Surat Nadiem Makarim
Sumber :
  • Instagram @nadiemmakarim

"Karena saya tidak diperbolehkan berbicara kepada media, saya terpaksa menulis surat ini untuk dibacakan pengacara saya," kata Nadiem dikutip dari surat tersebut, Jumat (9/1/2026).

Nadiem menegaskan ada kejanggalan pada kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat dirinya.  

Ia kemudian heran dituduh menerima dana sebesar Rp809 miliar dari pengadaan laptop Chromebook. Sebab, lanjut Nadiem, total omset pengadaan itu sekitar Rp621 miliar.

"Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp809 M kalau total omset Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp621 M? Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan?," kata Nadiem.

Nadiem juga menyinggung pilihan penggunaan sistem operasi Chrome OS yang lisensinya gratis.

Menurutnya, kebijakan itu justru menghemat anggaran negara hingga Rp1,2 triliun dibandingkan menggunakan sistem operasi berbayar. 

Namun, kebijakan tersebut justru dituding menyebabkan kerugian negara karena harga laptopnya kemahalan.

"Apakah masuk akal memilih Operating System yang lisensinya Gratis yaitu Chrome OS yang menghemat negara Rp 1,2T dibandingkan dengan Windows yang berbayar dibilang merugikan negara? Apakah masuk akal bahwa kebijakan yang memilih Operating System gratis menyebabkan harga laptop kemahalan?," ujarnya.

Tak hanya itu, Nadiem mempertanyakan tuduhan kerugian Rp621 miliar dari lisensi Chrome Device Management (CDM).

Dia menegaskan fitur tersebut berfungsi mengontrol, memonitor, dan mengamankan penggunaan laptop di sekolah. 

Termasuk mencegah akses pornografi, judi online, hingga kecanduan game, serta memastikan akuntabilitas penggunaan perangkat di tiap sekolah.

"Apakah kita menginginkan anak-anak dan guru kita menonton pornografi, ketagihan gaming, atau bermain judi online? Apakah kita tidak menginginkan data penggunaan laptop per sekolah, hingga ada akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan? Sebagaimana ini menjadi fitur dan kegunaan Chrome device management?," ucap dia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berikut isi lengkap surat Nadiem Makarim yang diunggah ke media sosial: 

Karena saya tidak diperbolehkan berbicara kepada media, saya terpaksa menulis surat ini untuk dibacakan pengacara saya.

Ijinkan saya melontarkan beberapa pertanyaan kepada publik agar mereka juga bisa menilai kejanggalan dalam kasus saya:

Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp 809M kalau total omset Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp621M? Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan?

Apakah masuk akal memilih Operating System yang lisensinya Gratis yaitu Chrome OS yang menghemat negara Rp1.2T dibandingkan dengan Windows yang berbayar dibilang merugikan negara? Apakah masuk akal bahwa kebijakan yang memilih Operating System gratis menyebabkan harga laptop kemahalan?

Apakah masuk akal Rp 621M biaya lisensi Chrome Device Management, yaitu fitur aplikasi yang bisa mengontrol dan memonitor setiap laptop di setiap sekolah dituduh "tidak berguna" dan menjadi kerugian negara? Apakah kita menginginkan anak anak dan guru kita menonton pornografi, ketagihan gaming, atau bermain judi online? Apakah kita tidak menginginkan data penggunaan laptop per sekolah sehingga ada akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan?

Apakah masuk akal pengadaan laptop yang didampingi Kejaksaan, diaudit oleh BPK, dan diaudit dua kali oleh BPKP di tahun 2024 dan dinyatakan tidak ada kerugian, tiba tiba dinyatakan menimbulkan kerugian 1.5T oleh BPKP di 2025 SETELAH saya dijadikan tersangka?

Apakah masuk akal bahwa narasi berbulan bulan bahwa Chromebook tidak bisa digunakan di sekolah tiba tiba hilang dari dakwaan dan berubah menjadi Chromebook kemahalan? Kenapa bisa terjadi?

Apakah masuk akal narasi berbulan bulan mengenai WA Grup Mas Menteri yang membahas pengadaan Chromebook sebelum menjadi Menteri tiba tiba hilang dari dakwaan? Apakah karena tidak pernah ada?

Terima kasih. Semoga publik bisa semakin bijak dalam menilai azas keadilan di negeri tercinta kami.

Nadiem Makarim

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui Tim Penasihat Hukum Nadiem Makarim.

(Rahmat Fatahillah Ilham)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CEO Timnas Malaysia Kecewa Keputusan CAS, Sebut 7 Pemain Naturalisasi Tak Layak Dihukum

CEO Timnas Malaysia Kecewa Keputusan CAS, Sebut 7 Pemain Naturalisasi Tak Layak Dihukum

CAS memutuskan untuk FA Malaysia tetap mendapatkan sanksi FIFA. CAS hanya merevisi sanksi untuk tujuh pemain Timnas Malaysia yang terbukti ilegal dari awalnya larangan beraktivitas 12 bulan di sepak bola menjadi larangan tampil di ajang resmi selama 12 bulan.
Rawan Longsor, Jalur Alternatif Clongop Gunungkidul Ditutup Jika Hujan Deras saat Arus Mudik

Rawan Longsor, Jalur Alternatif Clongop Gunungkidul Ditutup Jika Hujan Deras saat Arus Mudik

Jalur alternatif Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, menjadi perhatian serius menjelang arus mudik lebaran.
Wujudkan Mimpi Lebaran, KNPS Indonesia dan Rany Mauliani Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja di Mal

Wujudkan Mimpi Lebaran, KNPS Indonesia dan Rany Mauliani Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja di Mal

Bukan sekadar menerima bantuan paket, anak yatim diberi kebebasan layaknya keluarga sendiri untuk memilih baju Lebaran sesuai keinginan mereka melalui SEBARAN
Dunia Terancam Krisis, Prabowo Tegaskan Indonesia Aman Pangan dan Siap Berdikari Energi

Dunia Terancam Krisis, Prabowo Tegaskan Indonesia Aman Pangan dan Siap Berdikari Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada dalam posisi relatif aman menghadapi potensi krisis global yang terjadi karena ketegangan geopolitik.
Buronan Kasus Dugaan Suap Sertifikat Tanah Ditangkap di Malaysia

Buronan Kasus Dugaan Suap Sertifikat Tanah Ditangkap di Malaysia

Buronan red notice yakni Jimmy Lie ditangkap oleh kepolisian.
Percepat Pengembangan DME untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional, BPS Beberkan Data Impor LPG

Percepat Pengembangan DME untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional, BPS Beberkan Data Impor LPG

Pemerintah mempercepat pengembangan DME sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. Hal ini dilakukan karena ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Trending

John Herdman Coret hingga 18 Pemain dari Skuad Timnas Indonesia, Miliano Jonathans hingga Mauro Zijlstra Masuk Daftar?

John Herdman Coret hingga 18 Pemain dari Skuad Timnas Indonesia, Miliano Jonathans hingga Mauro Zijlstra Masuk Daftar?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bisa mencoret hingga 18 pemain dari skuad bayangan yang ada saat ini. Para pemain seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra berpotensi masuk dalam daftar.
‎Sempat Tolak Panggilan Timnas Indonesia U-22, Tim Geypens Akhirnya Debut di Tim Senior pada FIFA Series 2026?

‎Sempat Tolak Panggilan Timnas Indonesia U-22, Tim Geypens Akhirnya Debut di Tim Senior pada FIFA Series 2026?

Garuda Calling untuk FIFA Series 2026 bisa menjadi peluang berharga bagi Tim Geypens bisa debut bersama Timnas Indonesia. Apalagi, ini menjadi kesempatan baginya setelah sempat menolak panggilan tim nasional U-22. 
Lama Tak Muncul di Hadapan Publik, Pemain Timnas Indonesia ini sekarang Aktif Kegiatan Sosial dan Melatih Generasi Muda

Lama Tak Muncul di Hadapan Publik, Pemain Timnas Indonesia ini sekarang Aktif Kegiatan Sosial dan Melatih Generasi Muda

Mantan pemain timnas indonesia ini sekarang sibuk berkegiatan sosial dan melatih sepakbola.
7 Wajah Lama yang 'Hilang' dari Daftar Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman Jelang FIFA Series 2026

7 Wajah Lama yang 'Hilang' dari Daftar Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman Jelang FIFA Series 2026

Pelatih John Herdman telah merilis 41 nama dalam skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026. Namun, ada tujuh pemain yang hilang dari daftar.
Baru Juga Resmi Dipanggil John Herdman, Satu Nama Pemain Timnas Indonesia Langsung Terancam Dicoret

Baru Juga Resmi Dipanggil John Herdman, Satu Nama Pemain Timnas Indonesia Langsung Terancam Dicoret

Satu nama pemain Timnas Indonesia langsung terancam dicoret meski sudah resmi mendapatkan panggilan. John Herdman telah memanggil total 41 pemain pada pemanggilan pertamanya.
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman Bakal Pakai Skema Lama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman Bakal Pakai Skema Lama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Bung Ropan menduga John Herdman akan meniru taktik Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Begini prediksi skema yang dipakai pada FIFA Series 2026.
Baggott Comeback! Ini Daftar Lengkap 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman

Baggott Comeback! Ini Daftar Lengkap 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi merilis daftar 41 pemain masuk skuad sementara Timnas Indonesia dalam menghadapi FIFA Series 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT