PDI Perjuangan di Usia 53 Tahun: Konsistensi Politik Kerakyatan Terus Diteguhkan
- Istimewa
“Ekonomi kreatif dan digital harus menjadi alat pembebasan rakyat. Inovasi dan teknologi tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi harus mendorong pemerataan kesejahteraan dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan talenta digital lokal merupakan bagian penting dari strategi PDI Perjuangan dalam menjawab tantangan ekonomi ke depan. Dengan pendekatan tersebut, partai berupaya memastikan bahwa transformasi digital berjalan seiring dengan nilai keadilan sosial.
Selain tema utama, peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan juga mengusung subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya”. Menurut Erika, subtema ini mencerminkan keteguhan sikap partai untuk tetap setia pada jalan kerakyatan, meski dihadapkan pada godaan pragmatisme politik dan kepentingan jangka pendek.
“Subtema ini adalah simbol konsistensi. PDI Perjuangan memilih untuk tetap berdiri bersama rakyat, apa pun risikonya. Ini bukan sikap mudah, tetapi inilah identitas perjuangan partai,” jelasnya.
Ia berharap, peringatan HUT ke-53 dapat menjadi energi baru bagi seluruh kader PDI Perjuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk terus bekerja, berinovasi, dan menjaga integritas politik. Konsistensi ideologis, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
“Dengan semangat 53 tahun perjuangan, PDI Perjuangan diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat demokrasi, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Erika. (nsp)
Load more