News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BPBD Bantul Koordinasikan Penanganan Lanjutan Longsor Wonolelo, Waspadai Potensi Susulan

BPBD Bantul koordinasikan penanganan lanjutan longsor Wonolelo dengan BPBD DIY, waspadai potensi longsor susulan akibat cuaca ekstrem.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:02 WIB
BPBD Bantul Koordinasikan Penanganan Lanjutan Longsor Wonolelo, Waspadai Potensi Susulan
Sumber :
  • Antara

Bantul, tvOnenews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan koordinasi dengan BPBD DIY untuk penanganan lanjutan bencana tanah longsor yang terjadi di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, Kecamatan Pleret. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya potensi longsor susulan akibat kondisi tebing yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan penanganan lanjutan diperlukan karena di bagian atas tebing masih terdapat sisa material longsoran yang berisiko kembali runtuh, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk penanganan lanjutan, kami akan berkoordinasi dengan BPBD DIY karena dibutuhkan peralatan khusus, seperti vertical rescue dan alat bor, untuk mengamankan tebing,” kata Antoni di Bantul, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Antoni, penggunaan peralatan khusus menjadi penting karena metode penanganan tidak bisa dilakukan secara manual. Tebing yang curam dan material batuan berukuran besar membutuhkan pendekatan teknis agar proses pengamanan dapat dilakukan secara aman dan terkendali.

Ia menjelaskan, salah satu rencana penanganan adalah merobohkan sisa material di bagian atas tebing secara terkendali. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko longsor lanjutan yang dapat membahayakan warga maupun akses jalan di sekitar lokasi.

“Masih ada material di atas yang berpotensi longsor. Kalau dibiarkan, ini berbahaya, terutama jika hujan deras kembali turun,” ujarnya.

BPBD Bantul menilai wilayah Wonolelo masih masuk kategori rawan longsor, mengingat kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko bencana.

Antoni juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda awal pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di permukaan tanah atau perubahan struktur lereng.

“Kami mengimbau warga di wilayah rawan longsor agar selalu waspada, terutama saat hujan deras. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan,” katanya.

Tanah longsor di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Longsor susulan dilaporkan terjadi pada Rabu (7/1/2026), yang menyebabkan material tanah dan batu padas menutup akses jalan lingkungan warga.

Sebelumnya, longsor awal terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, ditambah kondisi tanah yang sudah jenuh air dan labil. Longsor awal ini kemudian memicu longsor susulan beberapa hari kemudian.

Antoni menjelaskan, longsor susulan membawa material batu padas berdiameter cukup besar, bahkan ada yang mencapai sekitar dua meter. Material tersebut sempat menutup akses jalan warga, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Meski demikian, BPBD Bantul memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan akibat longsoran, baik pada kejadian awal maupun susulan.

“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah warga yang rusak. Namun akses jalan lingkungan sempat tertutup material longsoran,” jelas Antoni.

Saat ini, upaya pembersihan material longsoran masih terus dilakukan. Warga setempat bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Wonolelo dan unsur terkait melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sisa material yang menutup jalan.

Material longsoran yang berupa tanah dan batu padas tersebut kemudian dibuang ke lahan kosong di sisi utara dan selatan lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan sebagai solusi sementara agar akses jalan warga dapat kembali difungsikan.

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Bantul, longsor awal memiliki dimensi panjang sekitar enam meter, tinggi tujuh meter, dan lebar dua meter. Sementara itu, longsoran susulan diperkirakan memiliki ukuran lebih besar, dengan panjang mencapai delapan meter, tinggi delapan meter, dan lebar sekitar tiga meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kondisi tersebut, BPBD Bantul menilai penanganan lanjutan tidak bisa ditunda. Selain pengamanan tebing, evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekitar juga akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

BPBD Bantul menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan BPBD DIY dan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak bencana. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan, menurut Antoni, menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat musim hujan. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ASEAN Transport SAR Forum di Yogyakarta, 11 Negara Perkuat Penanganan Kecelakaan Transportasi Lintas Negara

ASEAN Transport SAR Forum di Yogyakarta, 11 Negara Perkuat Penanganan Kecelakaan Transportasi Lintas Negara

Sebanyak 11 negara ambil bagian dalam ASEAN Transport SAR Forum (ATSF) yang digelar di Yogyakarta.
VKTR Kantongi Pernyataan Efektif PMHMETD I, Targetkan Dana hingga Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekosistem EV

VKTR Kantongi Pernyataan Efektif PMHMETD I, Targetkan Dana hingga Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekosistem EV

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR"), salah satu pionir dalam bidang elektrifikasi transportasi di Indonesia, telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (“PMHMETD I”).
BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026, Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia

BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026, Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia

Dukungan BRI dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan bagian dari komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan berbasis pariwisata.
Alessandro Bastoni Beri Peringatan kepada Timnas Italia usai Libas Turki 4-1 di UEFA Nations League

Alessandro Bastoni Beri Peringatan kepada Timnas Italia usai Libas Turki 4-1 di UEFA Nations League

Bek tengah Timnas Italia, Alessandro Bastoni, memberi peringatan kepada rekan-rekan setimnya. Mereka tidak boleh terlalu larut dalam euforia setelah kemenangan telak 4-1 atas Turki.
DEN Ingatkan Risiko El Nino, Harga Pangan 2027 Perlu Diantisipasi Sejak Sekarang

DEN Ingatkan Risiko El Nino, Harga Pangan 2027 Perlu Diantisipasi Sejak Sekarang

DEN meminta pemerintah menyiapkan mitigasi El Nino dan La Nina untuk menjaga produksi pangan serta mencegah tekanan harga pada 2027.
AI Dikembangkan untuk 13 Tantangan Bisnis, Hasilkan 16 Demo

AI Dikembangkan untuk 13 Tantangan Bisnis, Hasilkan 16 Demo

Kalla Group memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dari sistem internal menuju berbagai kebutuhan bisnis.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Usai Link Video Syur 'Banyuwangi Bilqis' Viral di Medsos, Kondisi Bilqis Luvena Danendra Diungkap Sang Mama

Usai Link Video Syur 'Banyuwangi Bilqis' Viral di Medsos, Kondisi Bilqis Luvena Danendra Diungkap Sang Mama

Usai link video syur 'Banyuwangi Bilqis' viral di media sosial, kondisi Bilqis Luvena Danendra diungkap sang mama.
Selengkapnya

Viral