Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya
- X/ndymanoballl
Jakarta, tvOnenews.com - Selangkah lagi Khairun Nisa (23) bisa menjadi pramugari sungguhan.
Aeronef Indonesia memberi Nisa pendidikan pramugari 100 persen gratis kepadanya.
Hal ini diketahui dari unggahan Instagram sekolah pramugari-pramugara tersebut.
“Panggilan pendidikan pramugari gratis untuk Kak Nisa! Kami tahu salah satu kewajiban anak berbakti adalah membuat ayah dan ibu bangga. Mari berjuang bersama. Aeronef Indonesia memanggilmu,” tulisnya lewat unggahan Instagram @aeronefacademy dikutip Rabu (14/1/2026z0.
“Segera hubungi kami. Pintu Aeronef Indonesia terbuka untuk membantu Kak Nisa meraih seragam pramugari yang sesungguhnya. Khusus Kak Nisa silakan DM kami,” katanya lagi.
Untuk diketahui, nama Khairun Nisa menjadi viral beberapa waktu lalu.
Videonya viral karena Nisa mengaku-ngaku sebagai seorang awak kabin maskapai penerbangan Batik Air.
Bermodal baju kebaya dan rok khas Batik Air yang dibelinya secara online, Nisa ikut penerbangan pesawat Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM)-Jakarta (CGK) pukul 18.20 WIB pada Selasa (6/1/2026) lalu.
Tak hanya bermodalkan pakaian saja. Nisa juga menata rambutnya layaknya pramugari. Bahkan, dia juga membawa koper hingga ID Card.
Namun, kecurigaan pun mulai terendus karena petugas di sana melihat adanya perbedaan seragam yang dikenakan.
Mulanya dia tidak mengakuinya. Namun, pada akhirnya Nisa mengaku kalau dia pramugari gadungan.
Lewat sebuah video Nisa meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta Kompol Yandri Mono mengatakan Nisa sengaja mengenakan seragam Batik Air karena terlanjur mengaku kepada keluarga kalau dia sudah diterima bekerja sebagai pramugari.
"Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak. Lalu, dia ini merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal," terangnya.
Saat hendak menaiki pesawat, kata dia, wanita asal Palembang ini juga sempat melewati jalur khusus awak kabin yang akan bertugas.
"Karena malu, yang bersangkutan tetap ngaku ke keluarga telah diterima dan bekerja di Batik Air, tapi kenyataannya itu tidak," terangnya. (nsi)
Load more