82 Kampus Dikerahkan Pulihkan Dampak Bencana Sumatera, 3.700 Tenaga Kesehatan Turun Langsung
- BPMI Istana Negara
Ia menilai, potensi besar tersebut merupakan kekuatan strategis yang dapat digerakkan dalam berbagai agenda nasional, termasuk penanganan bencana, pembangunan kesehatan, hingga penguatan riset dan inovasi.
“Ini adalah sumber daya manusia unggul yang sangat besar. Ketika dimobilisasi dengan baik, perguruan tinggi bisa menjadi garda depan dalam membantu negara menghadapi tantangan, termasuk situasi darurat bencana,” ujar Brian.
Setiap tahun, lanjutnya, kampus-kampus di Indonesia melahirkan sekitar 1,7 juta lulusan dari berbagai bidang seperti sains dan teknologi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu sosial dan humaniora. Skala produksi talenta ini dinilai sebagai modal penting bagi peningkatan daya saing nasional dalam jangka panjang.
Kampus sebagai Pilar Kemanusiaan
Keterlibatan 82 perguruan tinggi dalam operasi pemulihan bencana di Sumatera dipandang pemerintah sebagai bentuk aktualisasi peran kampus dalam kebijakan publik. Selain menjalankan fungsi pendidikan dan riset, kampus juga diharapkan menjadi pusat pengabdian masyarakat yang responsif terhadap kebutuhan bangsa.
Pemerintah menilai pendekatan ini sejalan dengan penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga mendorong empati sosial, kepemimpinan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dengan mobilisasi ribuan tenaga medis dan relawan dari perguruan tinggi, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat berjalan lebih cepat dan merata. Langkah ini sekaligus mempertegas peran strategis dunia pendidikan tinggi sebagai mitra negara dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan memperkuat ketahanan nasional. (agr/nsp)
Load more